Konflik LCS, Resolusi Amerika Serikat 2018

0

London, Teritorial.com – 2018 para pengamat memprediksikan kerenggangan hubungan diplomatik Amerika Serikat (AS) – Tiongkok kian diperparah dengan peningkatan eskalasi konflik di Laut Cina Selatan (LCS).

Dihadapan seluruh Senator, presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa Tiongkok dan ketegangan suhu politik di kawasan tetap menjadi prioritas agenda politik luar negeri AS. Bagi Washington selama ini Tiongkok telah sangat leluasa memainkan pengaruhnya di tengah wilayah yang masih dalam sengketa.

Sebagaimana dilansir dari express.co.uk (2/1/2018), Michael Fuchs seorang pengamat senior kebijakan dan politik internasional AS pada The Center for American Progress kepada CNN mengatakan “AS harus membuat LCS tidak lagi menjadi wilayah perairan yang mudah bagi Tiongkok sebagaimana tahun 2017 lalu”, tegasnya.

“Tiongkok tidak akan menghentikan langkahnya untuk mempersiapkan strategi jangka panjang mereka mendapatkan kontrol secara de facto atas LCS yang merupakan jalur perlintasan  laut internasional, hal inilah yang mengharuskan AS untuk segera mengambil ketegasan dalam menghadapi fenomena tersebut”, tambahnya kepada awak media.

2018 akan menjadi ajang tahun pembuktian kesiapan serta pengaruh Tiongkok sebagai the new emerging power di kawasan. Terkait pembangunan pulau buatan di sepanjang gugusan karang di kepulauan Spratly dan Paracel untuk tujuan militerisasi, akan menempati perhatian khusua AS tantang bagaimana pendekatan yang tepat menghentikan proyek rekalamasi tersebut. Dimana gelar pasukan serta sarana logistik militer Tiongkok akan semakin menguatkan pendudukan Tiongkok di wilayah sengketa tersebut.

Dok Express.co.uk

Berpengaruh di LCS,  Kuasa atas Jalur Strategis Pelayaran Internasional

LCS tentunya menyimpan keunggulan tersendiri dimana lebih dari 35% total perdagangan dunia senilai lebih dari 3 triliun USD melintas setiap tahunnya di LCS. Sumber daya alam lainnya seperti biota laut dan kandungan gas alam semakin menjadikan wilayah tersebut bernilai lebih bagi pihak-pihak yang berkepentingan atas LCS terutama Tiongkok. 

Menteri Pertahanan AS Rex Tillerson tepatnya satu tahun yang lalu telah mengingatkan bahwa apa yang dilakukan Tiongkok di LCS sama halnya dengan yang dilakukan Rusia terhadap Crimea.Pembenaran terhadap klaim sepihak melalui kehadiran militer secara langsung.

Hal yang harus dilakukan AS untuk saat ini adalah menekan Tiongkok segera menghentikan pembangunan pulau buatan tersebut. Kemudian kembali mengkampanyekan freedom of navigation.

Perpaduan militer dan diplomasi menjadi jalan tengah bagi Trump, dimana pesan serupa juga pernah dilontarkan oleh Barack Obama yang lebih mengedepankan meja perundingan dalam mengatasi konflik di LCS. (SON)

 

Share.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: