Panglima AB Australia: Indo-Pasifik Butuh Peran Aktif Indonesia

0

Larrakeyah, Teritorial.Com – Menempati titik pertemuan dua samudera Pasifik dan Hindia, Indonesia tentunya berada pada posisi yang strategis bagi kebijakan pertahanan negara-negara yang berkepentingan terhadap konstelasi politik internasional yang mengarah pada stablitas keamanan kawasan.

Sejak digelorakannya diskursus Indo-Pasifik,Australia bersama dengan negara anggota Qaud lainnya mulai melirik langkah strategis melalui keberpihaan Indonesia. Chief of Defence Forces (CDF) Australia General Angus Campbell, dalam sidang Australia-Indonesia High Level Committee (Ausindo HLC) ke-6 tahun 2018 di markas Northern Command, Larrakeyah, Australia, Jumat (27/7/2018) menegaskan kepada Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, akan petingnya penguatan hubungan kerjasama kedua negara di bidang pertahanan.

Untuk itu penting bagi Pangliam AB Australia tersebut dalam menjalin peningkatan hubungan Military to Military dengan Indonsia. Tidak hanya menempati posisi geografis yang sangat strategis, Indonesia sebagai pemimpin natural dari ASEAN dianggap menjadi salah satu inti dari keberhasilan mewujudkan kawasan yang bebas terbuka sekaligus terintegrasi. Jenderal Angus Campbell juga menambahkan bahwa hubungan yang kuat antara Indonesia dan Australia semakin penting melihat perkembangan Indo-Pasifik.

“Kedua negara memiliki kepentingan bersama dalam keamanan dan stabilitas maritim dalam rangka domain pergerakan bebas dari perdagangan dan investasi serta melawan terorisme, Indonesia akan selalu menjadi pertimbangan penting bagi Australia terlebih sejarah mencatat akan hubungan baik kedua negara yang telah dijalin sejak berlangsungnya era Perang Dingin,” ucapnya.

Lebih lanjut CDF Australia menyampaikan bahwa forum sidang ke-6 Ausindo HLC merupakan sebuah peluang untuk mendiskusikan bagaimana Indonesia-Australia bisa menjaga kerjasama dalam rangka menghadapi ancaman global dan keamanan yang mempengaruhi kedua negara. Diakhir sambutannya General Angus Campbell menyampaikan ucapan terima kasih kepada Panglima TNI dan mengharapkan dapat terus bekerja sama selama tiga tahun kedepan untuk memperdalam kerja sama pertahanan kedua negara.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, perkembangan hubungan dan kerjasama kedua negara di bidang pertahanan dan Angkatan Bersenjata telah menunjukan kemajuan yang signifikan. “Interaksi kegiatan tersebut meliputi dialog dan konsultasi bilateral tentang berbagai isu keamanan strategis yang menjadi perhatian bersama, pertukaran informasi terkait kelembagaan dan masalah pertahanan termasuk kerjasama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi”, ujarnya.

Selanjutnya Panglima TNI menyampaikan bahwa terkait perkembangan lingkungan strategis pada tataran regional dan global perlu diwaspadai tantangan yang menjadi perhatian kedua angkatan bersenjata. “Isu Laut China Selatan dan ancaman terorisme merupakan isu strategis yang perlu tetap diperhatikan bersama”,ujar Hadi Tjahjanto.

Dalam kesempatan tersebut Marsekal TNI Hadi Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa proses pengiriman hibah pesawat terbang C-130 Hercules tipe H sampai saat ini berjalan dengan lancar. “Kedatangan pesawat terbang C-130 type H di Indonesia telah sangat membantu tugas-tugas TNI dalam melaksanakan berbagai macam misi operasi maupun latihan”, ujarnya.

Diakhir sambutannya Panglima TNI mengatakan bahwa melalui forum sidang ke-6 Ausindo HLC para peserta sidang dapat mengevaluasi dan membahas langkah-langkah kerja sama yang lebih produktif agar dapat menghasilkan kesepakatan yang komprehensif dan strategis dalam rangka menjawab segala tantangan yang dihadapi bersama.

“Upaya yang dilakukan hari ini akan bermanfaat bagi peningkatan kapasitas kedua Angkatan Bersenjata, peningkatan keamanan perbatasan kedua negara serta kawasan sekitar dan dapat mempererat hubungan baik kedua negara”, pungkasnya. (SON)

Share.

Comments are closed.