Usai Dilandai Badai, Warga Zhengzhou di Cina Mulai Bersihkan Lumpur

0

CINA, Teritorial.com – Warga di kota Zhengzhou, Cina yang dilanda badai, membersihkan puing-puing dan lumpur dari banjir bandang yang menewaskan lebih dari 30 orang di provinsi Henan. Tim penyelamat masih mencari orang-orang yang hilang.

Penduduk Zhengzhou di Cina pada hari Kamis (22/07) mulai membersihkan sisa-sisa banjir yang menewaskan sedikitnya 33 orang di wilayah itu. Mereka mengangkut mobil dan puing-puing bangunan yang rusak akibat terjangan banjir.

Hujan deras yang tiba-tiba membanjiri sistem drainase kota, dengan cepat merendam jalan-jalan, terowongan, dan sistem kereta bawah tanah.

Pertanyaan muncul di media sosial tentang kesiapan pihak berwenang dalam menghadapi bencana semacam itu. Warganet pun mengeluhkan kegagalan otoritas setempat untuk menutup sistem kereta bawah tanah kota.

Sebanyak 12 orang meninggal dunia karena terendam banjir di sistem kereta bawah tanah kota. Ini merupakan insiden terburuk yang terjadi di kota Zhengzhou.

“Mengapa ketinggian air di jalan hampir setinggi pinggang, tapi kereta bawah tanah masih mengizinkan penumpang masuk?” tanya salah satu pengguna Weibo, aplikasi serupa Twitter di Cina.

Kementerian transportasi mengeluarkan pernyataan yang memerintahkan operator kereta api untuk “mengambil pelajaran dari insiden baru-baru ini.” Ini memperingatkan mereka untuk segera menutup stasiun ketika menghadapi cuaca buruk.

Pasokan penting terputus
Dilaporkan kondisi kota Zhengzou sudah lebih kering dari sebelumnya, meski air masih terlihat menggenangi sebagian besar kota berpenduduk 12 juta jiwa tersebut.

Tampak mobil-mobil dibiarkan menumpuk tinggi setelah terseret air dan truk-truk pemompa air berusaha membuang air yang merendam terowongan bawah tanah. Warga pun bersiap menghadapi kemungkinan banjir susulan di mana ahli meteorologi mengeluarkan peringatan “merah” hujan.

Di tengah langkanya makanan dan terputusnya aliran air, listrik, dan gas, warga mengantre untuk mendapatkan air bersih darurat dan mi instan.

Kantor berita Xinhua melaporkan bahwa delapan orang masih hilang.

Share.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: