Yerusalem Ibu Kota Israel, Kembali Menyulut Intifadah ?

0

Yerusalem, Teritorial.com – Keberpihakan Amerika Serikat (AS) terhadap Israel bukanlah kali pertamanya, pengakuan Donal Trump bahwa Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel secara langsung telah merusak prospek perdamaian Palestina-Israel yang sampai saat ini secara terus-menerus disuarakan oleh masyarakat Internasional. Sebagaimana yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, konflik kedua negara tersebut seolah tidak ada habisnya dan terus berlanjut.

Dukungan Trump menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel cepat atau lambat dipastikan akan memunculkan konflik baru di Timur Tengah yang hingga saat ini masih dalam kondisi yang amat tidak stabil dengan berbagai polemik yang berlangsung  seperti aksi kelompok teroris ISIS, perang saudara di Suriah, pemberontakan Houthi dan tragedi bom Masjid di Mesir yang belum lama ini terjadi.

Tak lama setelah AS menetapkan dukungannya kepada Israel, protes keras pun telah banyak bermunculan di berbagai kalangan baik dari pemerintah negara di ranah internasional maupun gerakan massa yang terjadi di sejumlah lokasi titik rawan konflik di kota Yerusalem dan Jalur Gaza.

Dilansir dari kantor berita BBC (8/12),  Warga Palestina yang merasa haknya terampas dengan adanya keputusan tersebut sekarang secara masif mulai berunjuk rasa di beberapa titik kota seperti komplek ibadah Al-Aqso. Hal tersebut mengakibatkan terjadi bentrok antara aparat keamanan Israel dengan pengunjuk rasa

Hal serupa pun terjadi di wilayah West Bank, yang telah lama berada dibawah otoritas Israel, selain itu protes serupa terjadi disepanjang perbatasan Israel-Gaza. Sejauh ini laporan yang didapat  dari Pusat Penerangan kesehatan Palestina,  bentrokan tersebut mengakibatkan puluhan demonstran Palestina terluka akibat aksi represif aparat keamanan Israel.

Keprihatinan terhadap situasi tersebut juga disampaikan oleh pemimpin Arab Saudi, dikutip dari Aljazera, Raja Salman yang menyebut “langkah Trump itu akan menjadi provokasi terang-terangan terhadap Muslim di seluruh dunia” tegasnya.

Israel Menyulut Gerakan Intifadah 

Upaya menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel berawal pasca perang 1967, dimana Israel secara de facto berhasil memperluas wilayah hingga ke tepi barat perbatasan Yordania dan hanya tersisa Yerusalem Timur yang masih didominasi oleh penduduk Palestina, walaupun selanjutnya mereka hidup dalam tekanan aparat keamanan Israel.

Hidup dibawah tekanan, gerakan Intifadah Palestina lahir pertama kali tahun 1987–1993, dimana Intifadah telah memberikan perubahan penting dan mendasar terhadap bangsa Palestina dan permasalahan Palestina yang selanjutnya menjadi aksi simbol perlawanan terhadap kesewenagan rezim Israel. Perlawanan seadanya menjadi ciri khas utama gerakan tersebut, dengan hanya mengepal batu para pemuda, remaja, hingga anak-anak Palestina membanjiri jalan-jalan dan melempari batu tersebut kepada tentara Israel yang bersigap dengan kendaraan tempur lapis baja dan senapan laras panjang.

Situasi tersebut terjadi berulang-ulang hampir setiap hari mereka memadati jalan-jalan yang telah diblokade oleh tentara Israel, dan hampir disetiap harinya puluhan warga Palestina dilaporkan terluka bahkan ada yang tewas akibat serangan balasan dari pihak keamanan Israel. Bentrokan panjang tersebut berakhir ketika AS menjadi moderator ke dua belah pihak dan bersedia menyepakati perdamaian melalui perjanjian Olso 20 Agustus 1993 di Olso Norwegia.

Namun selang beberapa tahun setelahnya,  28 September 2000 Intifadah kembali terjadi akibat ketidakpuasan warga Palestina terhadap upaya perundingan damai yang berakhir buntu, termasuk bangsa Arab yang pada ahirnya mendukung kepentingan Israel. Warga semakin tersulut emosi ketika aksi penistaan dan penodaan yang dilakukan Ketua partai Likud, Ariel Sharon beserta 1200 tentara masuk ke masjid Al-Aqsha dan berbuat kerusakan.

Dari dua Intifadah tersebut, maka tidak menutup kemungkinan jika penetapan status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel diperkirakan menyulut kembalinya semangat Intifadah. (SON)

Share.

Leave A Reply

%d blogger menyukai ini: