TERITORIAL.COM, JAKARTA – Umat Tridharma di Kota Gorontalo melaksanakan ibadah Sembahyang Thian pada Rabu pagi, 25 Februari 2026, di TITD Tulus Harapan Kita. Prosesi keagamaan ini berlangsung dengan suasana hening dan penuh penghormatan, menjadi momen penting bagi para jemaat untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus memanjatkan harapan kepada Tuhan.
Sejak pagi hari, para umat datang secara bergiliran ke lokasi ibadah dengan membawa perlengkapan sembahyang. Wajah-wajah khusyuk tampak saat mereka memasuki ruang utama untuk berdoa. Aroma khas dupa atau kim coa perlahan menyebar di dalam ruangan, menghadirkan nuansa sakral yang memperdalam makna spiritual dalam setiap rangkaian ritual.
Sembahyang Thian merupakan bagian esensial dalam praktik ajaran Tridharma. Dalam ritual ini, doa-doa dipanjatkan sebagai ungkapan terima kasih atas perlindungan dan karunia yang telah diterima. Selain itu, umat juga memohon keselamatan, kesehatan, serta keberkahan bagi keluarga dan masyarakat. Ibadah ini tidak hanya menjadi sarana komunikasi spiritual, tetapi juga momen introspeksi diri untuk memperkuat nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.
Simbol Kesucian dan Harmoni Keberagaman
Seluruh jemaat yang hadir mengenakan pakaian putih, melambangkan kemurnian niat dan ketulusan hati dalam beribadah. Dengan kedua tangan terangkat sambil menggenggam hio, mereka larut dalam doa yang dipanjatkan secara tertib dan penuh ketenangan. Rangkaian ibadah berjalan dengan teratur, tanpa kegaduhan, mencerminkan penghormatan mendalam terhadap nilai-nilai spiritual yang diyakini.
Pelaksanaan ibadah ini sekaligus menjadi gambaran nyata kehidupan toleransi yang terpelihara di Kota Gorontalo. Keberadaan TITD Tulus Harapan Kita menjadi simbol kerukunan antarumat beragama di daerah tersebut. Di tempat inilah umat Tridharma dapat menjalankan keyakinannya dengan aman dan damai, berdampingan dengan keberagaman yang ada di sekitarnya.
Momentum Sembahyang Thian juga mempererat hubungan antarjemaat. Kebersamaan yang terbangun selama prosesi ibadah mencerminkan semangat persaudaraan yang tumbuh kuat di tengah komunitas. Nilai-nilai seperti saling menghormati, menjaga harmoni, dan menumbuhkan kepedulian sosial menjadi bagian penting dari ajaran yang terus dipraktikkan.
Melalui pelaksanaan ibadah ini, umat Tridharma berharap kebaikan dan kedamaian senantiasa menyertai kehidupan bermasyarakat. Suasana yang tercipta pada pagi itu menjadi potret nyata bahwa spiritualitas dan kebersamaan dapat berjalan selaras, memperkokoh harmoni di tengah kemajemukan.

