Headline Lifestyle

Komnas Perempuan: Pelaku KBGO Didominasi oleh Orang Terdekat

Kantor Komnas Perempuan di Jakarta. (Sumber: Istimewa)

TERITORIAL.COM, JAKARTA — Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) baru saja merilis temuan krusial mengenai peta ancaman digital di Indonesia.

Lembaga ini mengungkapkan bahwa pelaku Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) sepanjang tahun 2024 justru didominasi oleh orang-orang yang memiliki hubungan dekat dengan korban, termasuk mantan pacar. 

Pada awalnya, Robby Kurniawan, Asisten Koordinator Resource Center Komnas Perempuan, memaparkan data ini dalam sebuah diskusi kolaboratif di Jakarta Pusat. 

Ia menjelaskan bahwa pelaku KBGO terbagi ke dalam dua kategori besar, yaitu ranah personal dan ranah publik. 

Namun, temuan di lapangan menunjukkan bahwa ranah personal memberikan ancaman yang jauh lebih signifikan karena adanya faktor kepercayaan dan akses data yang intim.

Ancaman dari Lingkungan Terdekat

Data menunjukkan bahwa mantan pacar menjadi pelaku utama dengan total 554 laporan. Angka ini secara drastis melampaui kategori pelaku lainnya.  Selain itu, individu yang masih berstatus pacar menyusul di posisi kedua dengan 230 laporan.

Komnas Perempuan juga mencatat keterlibatan anggota keluarga lain, mulai dari suami, mantan suami, hingga ayah tiri. Alasannya, para pelaku di ranah personal ini memiliki keunggulan akses dibandingkan orang asing. 

Mereka biasanya menyimpan foto, video, atau informasi rahasia yang diperoleh saat hubungan masih berlangsung baik. 

Oleh karena itu, ketika hubungan tersebut memburuk, para pelaku menggunakan data sensitif tersebut sebagai alat untuk mengancam, memeras, atau mempermalukan korban di ruang publik.

Bahaya di Media Sosial

Di sisi lain, kategori ranah publik juga menunjukkan tren yang perlu diwaspadai. Robby menyebutkan bahwa teman di media sosial menjadi pelaku terbanyak di kategori ini dengan jumlah 515 laporan. 

Fenomena ini membuktikan bahwa interaksi digital dengan orang yang tidak dikenal secara mendalam di dunia nyata tetap membawa risiko besar terhadap keamanan privasi perempuan.

Sebagai konsekuensinya, Komnas Perempuan mendesak masyarakat untuk lebih selektif dalam membagikan informasi pribadi di platform digital. 

Meskipun teknologi menawarkan kemudahan komunikasi, penyalahgunaan data oleh orang-orang di lingkaran terdekat justru menjadi senjata yang mematikan bagi reputasi dan kesehatan mental korban.

Komnas Perempuan menegaskan bahwa penegakan hukum harus bergerak lebih progresif dalam menangani kasus-kasus KBGO, terutama yang melibatkan penyalahgunaan konten intim tanpa persetujuan. 

Dengan demikian, diharapkan ruang digital dapat kembali menjadi tempat yang aman dan suportif bagi perempuan serta anak-anak di Indonesia.

kaylalayalia

About Author

You may also like

Lifestyle

Dharma Wanita Persatuan Kemhan RI Gelar Pelatihan Penggunaan Teknologi Informasi

Jakarta, Teritorial.com – Dharma Wanita Persatuan Kementerian Pertahanan RI menggelar pelatihan penggunaan teknologi informasi dalam rangka meningkatkan kemandirian wanita pada
Lifestyle

Jadikan Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel, PBNU : Sikap Trump Akan Picu Konflik

Jakarta, Teritorial.Com-  Ketua PBNU Said Aqil mengecam tindakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan bahwa Yerusalem merupakan ibu kota