Atasi Nuklir Korut, Jokowi : Kembali ke Resolusi DK-PBB

0

Jakarta, Teritorial.com – Potensi instabilitas keamanan yang disebabkan oleh nuklir Korea Utara menjadi salah satu topik pembicaraan antara Presiden Joko Widodo dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (23/1/2018).

Menjadi ancaman terbesar bagi keamanan internasional dikarenakan dalam satu dekade terakhir Korut telah melaukan 6 kali uji coba senjata nuklir yang terakhir dilakukan pada september 2017 lalu.

Khawatir terhada kerawanan isu tersebut, sama sebagamana yang dikatakan kepada Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu Mattis mengatakan, semua pihak harus ambil bagian untuk menjaga stabilitas keamanan, salah satunya di Semenanjung Korea. “Kami semua berusaha untuk melakukan bagian kami dan PBB, untuk memastikan bahwa itu diselesaikan secara damai,” ujar Mattis, usai pertemuan.

Usulan kembali kepada resolusi DK-PBB yang sebelumnya telah disahkan wajib menjadi pedoman dalam melakukan pembekuan terhadap aktivtas nuklir Korut. Namun lagi-lagi sikap pembangkangan Korut yang tidak taat pada peraturan menjadi hambatan. Pemenuhan kepentingan nasional menjadi alih-alih yang sering disuarakan ketika diminta mengehentikan pengembangan program senjata nuklir.

Setelah panjang lebar berbicara mengenai propek kerjasama pertahanan dan keamanan, Jokowi dan Mattis juga membicarakan perkembangan demokrasi di Indonesia. Amerika Serikat, menurut Mattis, sangat menghormati perkembangan demokrasi di Indonesia saat ini. “Saya di sini untuk mendengarkan pemimpin Anda dan memahami apa yang dapat kami lakukan untuk membantu,” ujar Purnawirawan Jenderal Angkatan Darat tersebut.

Ia mengaku gembira dapat berkunjung ke Indonesia. Mattis merasa sambutan kepada dirinya hangat dan ramah sehingga ia merasa nyaman. Pertemuan Jokowi dengan Mattis berlangsung tertutup. Keduanya berbincang di Ruangan Oval selama sekitar 30 menit. Presiden Jokowi tampak didampingi Wakil Menteri Luar Negeri M Fachir.(SON)

Share.

Comments are closed.