Headline Nasional

BEM UI Sebut Sejumlah Peserta Demo Bundaran HI Tertahan, Pendampingan Hukum Disiapkan

Jakarta, TERITORIAL.COM – Sejumlah peserta demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, dilaporkan mengalami hambatan saat menuju lokasi aksi pada Rabu (28/10/2026). Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) 2026, Yatalathof Ma’shum Imawan, menyebut beberapa peserta bahkan dikabarkan telah ditangkap oleh kepolisian.

Yatalathof menyampaikan bahwa hambatan tersebut dialami peserta sejak perjalanan dari luar Jakarta hingga menuju titik demonstrasi di Bundaran HI.

“Masih ada yang ketahan, masih ada yang perjalanan, bahkan sudah ada yang tertangkap,” ujar Yatalathof saat ditemui di Bundaran HI, Rabu.

Menurut dia, perjalanan peserta aksi menuju lokasi tidak berjalan mudah. Ia mengklaim terdapat sejumlah ancaman, hambatan, dan intervensi yang dihadapi massa, baik ketika berangkat dari luar Jakarta maupun saat bergerak di dalam ibu kota.

“Di luar itu semua, sekarang ini kita telah melalui banyak ancaman, banyak hambatan, banyak intervensi, yang bahkan sudah dimulai dari bagaimana massa dari luar Jakarta menuju Jakarta, bahkan ketika di dalam Jakarta dan ketika menuju Bundaran HI ini,” katanya.

BEM UI Siapkan Pendampingan Hukum

Di tengah kendala tersebut, Yatalathof mengatakan pihaknya mulai menyiapkan pendampingan hukum bagi peserta yang disebut telah ditangkap polisi.

Ia menjelaskan, pendampingan hukum dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan demonstrasi. Langkah tersebut ditujukan untuk membantu peserta aksi yang membutuhkan advokasi setelah mengalami persoalan dalam perjalanan menuju lokasi.

“Kita sembari paralel melakukan aksi demonstrasi, kita juga sudah mulai melakukan advokasi hukum kepada masyarakat yang tertangkap,” ujar Yatalathof.

Meski demikian, informasi mengenai jumlah peserta yang ditangkap, identitas mereka, serta alasan penangkapan belum dijelaskan secara terperinci dalam keterangan tersebut.

Demo Diikuti Mahasiswa hingga Petani dan Guru

Yatalathof menyebut demonstrasi di Bundaran HI tidak hanya diikuti mahasiswa, tetapi juga berbagai kelompok masyarakat. Peserta aksi berasal dari sejumlah elemen, mulai dari petani, guru, hingga masyarakat sipil.

Keikutsertaan berbagai kelompok tersebut, menurut dia, menjadi upaya untuk menyatukan aspirasi masyarakat dalam memperjuangkan hak-hak mereka.

Ia menilai aksi ini sebagai langkah awal untuk membangun solidaritas di antara kelompok masyarakat yang memiliki kepentingan dan persoalan berbeda.

“Alhamdulillah karena ini adalah langkah awal bukti bahwa rakyat mulai bersatu untuk memperjuangkan dan bahkan merebut kedaulatannya,” tutur Yatalathof.

Demonstrasi Berlangsung Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda

Aksi di Bundaran HI berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026. BEM UI bersama sejumlah elemen masyarakat sipil menggelar demonstrasi untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan kepada pemerintah.

Informasi yang dihimpun dari pemberitaan media pada hari yang sama menunjukkan bahwa aksi tersebut membawa sejumlah tuntutan terkait persoalan lingkungan, pengelolaan anggaran negara, pendidikan, pemberantasan korupsi, serta kebebasan sipil dan hak asasi manusia.

Sebelumnya, kepolisian juga telah mengantisipasi demonstrasi di sejumlah kawasan Jakarta, termasuk Bundaran HI, Monas, Gedung DPR/MPR RI, dan Tugu Tani. Polda Metro Jaya menyatakan rekayasa lalu lintas dapat diterapkan secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan.

Di tengah berlangsungnya aksi, informasi mengenai dugaan penangkapan peserta masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak kepolisian. Sementara itu, BEM UI menyatakan telah mulai melakukan pendampingan hukum bagi peserta yang disebut mengalami penangkapan.

Aksi demonstrasi merupakan salah satu bentuk penyampaian pendapat di muka umum. Pelaksanaannya perlu tetap memperhatikan ketentuan hukum, sementara setiap dugaan pelanggaran terhadap hak peserta aksi perlu ditangani melalui mekanisme yang berlaku.

Kayla Dikta Alifia

About Author

You may also like

Nasional

Munas NU Sepakat Tingkatkan Kontribusi Memperkokoh Nilai Kebangsaan

Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Musyawarah Besar NU dari waktu ke waktu selalu memberi kontribusi penting bagi bangsa Indonesia. Tema
Nasional

Kedubes AS sampaikan penolakan Panglima TNI kesalahan administratif

Jakarta, Teritorial.com- Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta menyampaikan bahwa penolakan masuk Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke wilayah AS