Jakarta, Teritorial.com – Soal bagaimana membangun startegi yang komprehensif terkait penanganan masalah terorisme yang ramai sekarang ini menjadi polemik hingga akhirnya diterbitkan revisi Undang-Undang Anti-Terorisme, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan secara spontan belajar dari mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.
Dalam acara buka puasa bersama yang diaelenggarakan oleh Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KA KAMMI) di kediamannya, di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Pusat, Jummat (25/5/2018). Fahri menyambut antusias kedatangan mantan Panglima TNI tersebut.
Saat konfrensi pers dihadapan seluruh awak media yang hadir ditempat, wakil ketua DPR RI memyebut bahwa purnawirawan Jenderal tersebut merupakan tokoh militer ahli startegi yang sejak dari menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Gatot Nurmantyo sering kali menyuarakan soal kewaspadaan bangsa akan ancaman proxy war.
“saya mengikuti beliau selagi masih menjabat Pangkostrad, KSAD, hingga Panglima TNI, beliau sering kali berujuar yang menurut saya cukup mengerikan bagi bangsa ini jika kita sadari soal proxy war maka dari itu sudah sepantasnya jika beliau Gatot Nurmantyo memang ahlinya dalam membangun strategi maka itulah bangsa ini bisa belajar dari baliau,” tegas wakil ketua DPR.
Politisi asal PKS tersebut yakin bahwa pengalaman sebagai panglima TNI sudah menjadi modal yang sangat menunjang bagi sifat kepemimpinannya kelak jika nantinya benar-benar melaju dalam Pilpres 2019. “yah kita pastinya berharap yang terbaik beliau sudah pastilah tak ragu jika ditanya soal strategi maka dari itu saya lihat beliau selalu mengatkan soal proxy namun terkadang memang Indonesia nih masih sulit untuk belajar, maka dari itulah kita butuh orang yang paham, ya nanti kita bisa dengarkan dari materi yang disampaikan beliau,” tutupnya. (SON)