TERITORIAL.COM, JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengambil langkah strategis dalam menangani dampak bencana di Sumatera Barat melalui kunjungan kerja intensif ke tiga kabupaten pada Kamis (18/12).
Dalam kunjungan tersebut, Presiden berfokus pada agenda pemerintah pada percepatan pembangunan hunian masyarakat serta pemulihan akses transportasi yang sempat lumpuh total.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa seluruh jajaran harus bekerja ekstra guna menjamin keselamatan dan keberlangsungan hidup warga terdampak.
Penyediaan Hunian Layak bagi Pengungsi
Mengawali kegiatannya, Presiden Prabowo mendatangi Kayu Pasak Palembayan di Kabupaten Agam, untuk melihat secara langsung para pekerja yang sedang membangun Hunian Sementara (Huntara).
Langkah ini merupakan upaya nyata pemerintah untuk segera memindahkan para pengungsi dari tenda darurat ke tempat yang lebih stabil dan manusiawi. Tercatat, sekitar 100 unit Huntara sedang dikebut di titik ini.
Sementara itu, pemerintah pusat menargetkan pembangunan puluhan ribu unit serupa di tiga provinsi terdampak.
Presiden berharap Huntara ini menjadi jembatan sebelum pemerintah mampu merealisasikan relokasi ke hunian tetap bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Pemulihan Konektivitas dan Jembatan Darurat
Selanjutnya, Presiden melanjutkan perjalanan menuju Nagari Kayu Tanam di Kabupaten Padang Pariaman. Fokus utama di lokasi ini adalah pemulihan konektivitas antarwilayah yang terputus akibat terjangan banjir.
Presiden meninjau pembangunan Jembatan Bailey Padang Mantuang yang melibatkan kerja sama antara personel TNI dan warga setempat.
Terkait upaya yang dilakukan ini, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, memberikan penjelasan mendalam mengenai urgensi infrastruktur tersebut.
“Memang kurang lebih ada 35 bailey di seluruh wilayah yang terdampak yang sekarang proses pengerjaannya sedang kita kebut, maka akses tersambungnya jalan yang tadinya terputus itu menjadi sebuah keharusan yang harus dipercepat,” imbuhnya saat mendampingi Presiden di lapangan.
Normalisasi Jalur Vital Lembah Anai
Setelah memastikan progres jembatan, rombongan kepresidenan juga bergerak menuju kawasan Lembah Anai.
Di ruas jalan nasional ini, Presiden memantau aktivitas pembersihan sisa material banjir dan memperbaiki struktur jalan yang rusak parah.
Presiden menginstruksikan agar jalur penghubung utama Padang–Bukittinggi ini segera berfungsi normal karena peran vitalnya bagi mobilitas masyarakat Sumatera Barat.
Evaluasi Lingkungan dan Mitigasi
Namun, Presiden Prabowo tidak hanya memfokuskan perhatian pada perbaikan fisik semata. Ia juga menyoroti akar permasalahan bencana yang berkaitan erat dengan tata kelola alam dan lingkungan hidup.
Dalam pertemuan dengan jajaran kepala daerah, Presiden menekankan bahwa mitigasi masa depan harus dimulai dari ketegasan hukum dan perbaikan ekosistem.
Menutup rangkaian kunjungan, Mensesneg kembali menegaskan komitmen Presiden terkait isu lingkungan ini kepada awak media.
“Memang kemudian berkenaan dengan bencana ini, banyak juga yang harus menjadi pekerjaan rumah kita berkaitan dengan masalah lingkungan, kawasan hutan, izin pertambangan, izin pembukaan usaha-usaha di bantaran-bantaran sungai juga, itu menjadi perhatian dari Bapak Presiden yang tadi disampaikan kepada jajaran terkait bagi Gubernur, Wakil Gubernur, dan para bupati,” tambahnya.
Melalui instruksi langsung ini, pemerintah optimis bahwa percepatan pemulihan di Sumatera Barat akan berjalan efektif.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu memberikan perlindungan jangka panjang bagi warga melalui kebijakan lingkungan yang lebih ketat dan responsif.

