JAKARTA, Teritoriall.com – Nilai tukar rupiah kembali melemah dalam perdagangan Selasa (25/3/2025), ditutup pada level Rp 16.612 per dolar AS, turun dari posisi sebelumnya di Rp 16.567 per dolar AS. Pelemahan ini diduga kuat dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap langkah pemerintah dalam mengelola investasi melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Menurut pengamat mata uang, Ibrahim Assuabi, pembentukan Danantara membuat investor asing khawatir terhadap potensi intervensi pemerintah dalam pasar modal. “Banyak dana asing yang keluar dari pasar modal Indonesia karena mereka melihat pemerintah bakal melakukan intervensi melalui Danantara,” ungkapnya dalam analisis rutinnya, Selasa (25/3/2025).
Selain faktor Danantara, pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait pasar saham turut memperburuk sentimen investor. Prabowo sebelumnya menyebut saham sebagai bentuk perjudian dan mengklaim bahwa anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak berpengaruh bagi masyarakat kelas bawah. Pernyataan ini dinilai memicu aksi jual oleh investor asing yang semakin memperparah tekanan terhadap rupiah.
Dengan tekanan eksternal yang masih tinggi serta ketidakpastian di dalam negeri, para analis memperkirakan volatilitas rupiah masih akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. Bank Indonesia diprediksi akan mengambil langkah intervensi guna menstabilkan nilai tukar di tengah gejolak pasar.