Headline Nasional

Tambang Freeport Longsor, Produksi Emas Drop 86 Persen

Tambang Freeport longsor di Grasberg Block Cave yang berdampak pada penurunan produksi emas 2025
Aktivitas pekerja di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave PT Freeport Indonesia setelah insiden longsor pada 2025. (Dok.Freeport)

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Produksi emas PT Freeport Indonesia mengalami tekanan berat sepanjang 2025. Tambang Freeport longsor di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) yang terjadi pada September 2025 menjadi faktor utama yang memicu penurunan kinerja produksi. Induk perusahaan PT Freeport Indonesia, Freeport-McMoRan Inc (FCX), mengungkapkan bahwa insiden tersebut berdampak signifikan, khususnya terhadap produksi emas pada kuartal IV 2025.

Dalam laporan kinerja FCX yang diterima di Jakarta, Jumat, produksi emas PT Freeport Indonesia pada kuartal IV 2025 tercatat hanya mencapai 61 ribu ons. Angka tersebut turun drastis hingga 86 persen dibandingkan produksi emas pada kuartal IV 2024 yang mencapai 428 ribu ons.

Penurunan tajam ini menjadi sorotan karena Grasberg selama ini dikenal sebagai salah satu tambang emas dan tembaga terbesar di dunia. Gangguan operasional akibat longsor membuat aktivitas pertambangan bawah tanah harus dihentikan sementara demi menjaga keselamatan pekerja dan stabilitas area tambang.

Produksi Emas Turun Hampir Separuh Sepanjang 2025

Jika dilihat secara tahunan, tekanan terhadap produksi emas Freeport juga tidak kalah signifikan. Sepanjang 2025, produksi emas PT Freeport Indonesia tercatat sebesar 937 ribu ons. Angka ini turun sekitar 49,7 persen dibandingkan capaian produksi emas sepanjang 2024 yang mencapai 1,861 juta ons.

FCX menjelaskan bahwa pada kondisi operasional normal, tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia mampu memproduksi sekitar 1,3 juta ons emas per tahun. Namun, realisasi produksi sepanjang 2025 yang berada di bawah angka tersebut menunjukkan besarnya dampak penghentian sementara operasional tambang Grasberg Block Cave sejak September 2025.

Penghentian ini dilakukan sebagai langkah mitigasi pasca-insiden longsor. FCX menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam pengelolaan tambang bawah tanah berskala besar seperti Grasberg, meskipun konsekuensinya berdampak langsung terhadap kinerja produksi dan pendapatan perusahaan.

Produksi Tembaga Ikut Tertekan Akibat Gangguan Operasional

Tak hanya emas, produksi tembaga PT Freeport Indonesia juga ikut terimbas. FCX mencatat produksi tembaga pada kuartal IV 2025 hanya sebesar 49 juta pon. Jumlah tersebut turun hingga 89 persen dibandingkan produksi tembaga pada kuartal IV 2024 yang mencapai 429 juta pon.

Secara tahunan, produksi tembaga sepanjang 2025 tercatat sebesar 1.015 juta pon. Angka ini menurun sekitar 43,6 persen dibandingkan produksi tembaga sepanjang 2024 yang mencapai 1.800 juta pon.

Padahal, pada tingkat pengoperasian normal, tambang bawah tanah Freeport Indonesia memiliki kapasitas produksi sekitar 1,7 miliar pon tembaga per tahun. Realisasi produksi sepanjang 2025 yang berada jauh di bawah kapasitas tersebut mencerminkan dampak nyata dari terhentinya aktivitas pertambangan di Grasberg Block Cave.

Target Pemulihan Produksi Mulai 2026

Meski menghadapi tekanan berat sepanjang 2025, FCX tetap optimistis terhadap pemulihan operasional tambang Freeport Indonesia. Perusahaan menargetkan aktivitas pertambangan di Grasberg Block Cave dapat kembali berproduksi pada kuartal II 2026.

Rencana pemulihan tersebut mencakup dimulainya kembali aktivitas pertambangan di Blok 2 dan Blok 3 pada 2026. Sementara itu, Blok 1 ditargetkan dapat kembali beroperasi pada 2027. Berdasarkan estimasi FCX, sekitar 85 persen dari total kapasitas produksi normal diharapkan dapat pulih pada Semester II 2026.

FCX juga menyebutkan bahwa seluruh langkah teknis yang disyaratkan untuk memulai kembali produksi telah berjalan sesuai jadwal. Langkah-langkah tersebut meliputi pembersihan lumpur di area tambang, perbaikan infrastruktur pendukung, serta pemasangan sistem pengamanan tambahan untuk meminimalkan risiko kejadian serupa di masa mendatang.

Dengan proses pemulihan yang dilakukan secara bertahap dan terukur, Freeport Indonesia berharap dapat kembali menstabilkan produksi emas dan tembaga sebagai salah satu penopang utama sektor pertambangan nasional. Perkembangan pemulihan Grasberg pun akan terus menjadi perhatian, mengingat kontribusinya yang strategis bagi perekonomian Indonesia.

taradea

taradea

About Author

You may also like

Nasional

Munas NU Sepakat Tingkatkan Kontribusi Memperkokoh Nilai Kebangsaan

Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Musyawarah Besar NU dari waktu ke waktu selalu memberi kontribusi penting bagi bangsa Indonesia. Tema
Nasional

Kedubes AS sampaikan penolakan Panglima TNI kesalahan administratif

Jakarta, Teritorial.com- Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta menyampaikan bahwa penolakan masuk Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke wilayah AS