Jakarta, Teritorial.Com – Umat Buddha di seluruh dunia tengah merayakan Hari Raya Waisak 2563 BE pada Minggu (19/5/2019). Hari Vesakha atau Waisak disebut sebagai hari keberuntungan yang memperingati kelahiran, pencerahan (nirwana), dan kematian Budhha Gautama.
Tiga peristiwa penting tersebut dinamakan Trisuci Waisak. Peristiwa pertama yakni lahirnya Sidharta Gautama pada tahun 623 S.M. yang merupakan penemu dan pencetus Agama Buddha. Peristiwa kedua yang Sidharta Gautama mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha di usia 35 tahun yakni pada tahun 588 S.M.
Selanjutnya Buddha Gautama wafat pada usia 80 tahun di tahun 543 S.M. Hari Raya Waisak dirayakan dalam bulan Mei pada waktu terang bulan (purnama sidhi). Untuk memeriahkannya, Anda bisa mengirimkan ucapan selamat Hari Raya Waisak kepada teman maupun kerabat.
Selain dikirim sebagai pesan, ucapan selamat Hari Raya Waisak juga cocok untuk update sattus di WhatsApp, Facebook ataupun Instagram, dan sosial media lainnya. Umat Buddha merayakan hari raya Waisak 2563 BE di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Seorang biksu menerima derma sedekah dari umat pada saat proses Pindapata di Makassar, Sulawesi Selatan, Dalam renungan Wasiak, umat Buddha didorong untuk mengintrospeksi diri. Umat Buddha mengelilingi patung Buddha Tidur saat perayaan Waisak 2563 BE di Mahavihara Mojopahit Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.
Biksu membakar patung Buddha Tidur saat prosesi pembakaran pada peringatan detik-detik Hari Raya Waisak 2563 BE di Mahavihara Mojopahit Trowulan, Mojokerto. Peringatan Waisak di Candi Borobudur mencapai puncak sekitar pukul 4.00 WIB, dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali, pembacaan Paritta Jayanto, serta meditasi.
Rangkaian peringatan Waisak di Borobudur ditutup dengan prosesi mengelilingi Candi Borobudur sebanyak tiga kali. Perayaan Waisak di Borobudur sejak lama menjadi daya tarik pariwisata, termasuk turis mancanegara. Kawasan candi di Magelang ini penuh sesak jelang puncak peringatan Waisak.
Mereka yang mengikuti dan menyaksikan peringatan Waisak berasal dari ragam budaya dan suku. Waisak yang diperingati pada malam bulan purnama adalah peringatan atas hari lahir dan pencapaian Siddharta Gautama menjadi Buddha, serta wafatnya Buddha Gautama parinibbana.