Travelling

Taman Nasional di Kabupaten Jember dan Banyuwangi: Jawaban dan Fakta Menariknya

Taman Nasional di Kabupaten Jember dan Banyuwangi

Pernahkah Anda mendengar tentang kawasan hutan yang menyimpan misteri satwa langka sekaligus menawarkan petualangan ekstrem di ujung timur Pulau Jawa? Taman Nasional Meru Betiri bukan sekadar destinasi wisata biasa—ini adalah laboratorium alam yang menjadi saksi bisu keanekaragaman hayati Indonesia. Mari kita telusuri lebih dalam tentang permata konservasi yang membentang di dua kabupaten ini.

Apa Nama Taman Nasional Tersebut?

Jawabannya adalah Taman Nasional Meru Betiri. Secara administratif, kawasan seluas 58.000 hektar ini terbagi ke dalam dua wilayah kabupaten. Sebagian masuk wilayah Kecamatan Pesanggaran di Kabupaten Banyuwangi, sementara sebagian lainnya masuk ke wilayah Kabupaten Jember bagian selatan.

Nama “Meru Betiri” sendiri diambil dari puncak tertinggi di kawasan ini, yaitu Gunung Betiri yang mencapai ketinggian 1.223 meter di atas permukaan laut. Kawasan yang diresmikan sebagai taman nasional pada tahun 1982 ini menjadi salah satu benteng terakhir pelestarian ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah di Jawa Timur.

Yang membuat taman nasional ini unik adalah posisinya yang strategis sebagai zona penyangga antara aktivitas manusia dan habitat satwa liar. Batas wilayahnya yang menyentuh dua kabupaten sekaligus menciptakan tantangan tersendiri dalam pengelolaan, namun juga memperkaya variasi akses dan pengalaman wisata bagi pengunjung.

Mengapa Meru Betiri Begitu Spesial?

Hutan Hujan Tropis Dataran Rendah Terakhir di Jawa

Taman Nasional Meru Betiri menyimpan salah satu ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah yang masih relatif utuh di Pulau Jawa. Ketika sebagian besar kawasan hutan di Jawa telah berubah menjadi lahan pertanian atau permukiman, Meru Betiri tetap berdiri kokoh dengan kanopi hutannya yang rimbun.

Di dalam kawasan ini, terdapat lebih dari 500 spesies tumbuhan termasuk jenis-jenis langka seperti Rafflesia zollingeriana dan berbagai jenis anggrek hutan. Keanekaragaman hayati ini menjadikan Meru Betiri sebagai laboratorium alam yang sangat berharga bagi penelitian ekologi dan konservasi. Para peneliti dari berbagai universitas hingga kini masih rutin melakukan ekspedisi ilmiah ke kawasan ini.

Ekosistem hutan dataran rendah yang masih alami juga menyediakan fungsi hidrologis vital—kawasan ini menjadi tangkapan air (catchment area) untuk sungai-sungai yang mengaliri wilayah Jember dan Banyuwangi. Tanpa keberadaan hutan Meru Betiri, risiko banjir dan kekeringan di kedua kabupaten ini akan meningkat signifikan.

Legenda Habitat Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica)

Meru Betiri dikenal sebagai habitat terakhir yang tercatat dari Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica), predator puncak yang dinyatakan punah pada tahun 1980-an. Meski secara resmi telah punah, hingga kini masih ada laporan sporadis dari penduduk lokal tentang jejak atau suara yang diduga milik harimau.

Terlepas dari kontroversi kepunahan tersebut, Meru Betiri tetap menjadi rumah bagi berbagai satwa dilindungi lainnya. Anda bisa menemukan banteng (Bos javanicus), ajag (Cuon alpinus), macan tutul (Panthera pardus), dan lutung Jawa (Trachypithecus auratus) berkeliaran di hutan ini. Keanekaragaman fauna ini menjadi bukti bahwa ekosistem Meru Betiri masih sehat dan layak untuk dilestarikan.

Bagi pecinta satwa liar, pengalaman trekking di jalur-jalur hutan Meru Betiri menawarkan kesempatan langka untuk menyaksikan kehidupan satwa dalam habitat aslinya. Namun perlu diingat, ini bukan safari di kebun binatang—Anda harus bersiap dengan medan berat dan kemungkinan tidak bertemu satwa sama sekali, karena mereka hidup bebas dan liar.

Surga Tersembunyi: Teluk Hijau dan Pantai Sukamade

Selain hutan lebat, Meru Betiri juga menyimpan permata tersembunyi di pesisir selatan Jawa: Teluk Hijau (Green Bay) dan Pantai Sukamade. Teluk Hijau adalah pantai dengan pasir putih yang diapit tebing hijau, airnya jernih dengan gradasi warna tosca yang menakjubkan—seolah-olah Anda menemukan Karibia versi Jawa.

Pantai Sukamade, di sisi lain, adalah lokasi konservasi penyu yang sangat terkenal. Empat spesies penyu—penyu hijau, penyu sisik, penyu lekang, dan penyu belimbing—rutin bertelur di pantai berpasir hitam ini. Anda bisa menyaksikan langsung ritual penyu bertelur pada malam hari, pengalaman yang tidak akan pernah Anda lupakan.

Yang membuat kedua destinasi ini istimewa adalah aksesnya yang menantang. Untuk mencapai Teluk Hijau, Anda harus trekking sekitar 2-3 jam melewati hutan dan menyeberangi sungai. Sementara untuk ke Sukamade, perjalanan off-road dengan kendaraan 4WD memakan waktu hingga 5 jam dari pos masuk. Tantangan ini justru menjaga kealamian dan eksklusivitas destinasi—tidak semua orang bisa sampai ke sini, dan itu yang membuatnya spesial.

Baca juga: Lupakan Pantai Sejenak! 5 Spot ‘Healing’ di Wisata Songgon Banyuwangi

Akses Menuju Lokasi: Lewat Jember atau Banyuwangi?

Kabar baiknya, Anda punya dua pilihan pintu masuk ke Taman Nasional Meru Betiri. Pertama, Pintu Barat yang bisa diakses via Jember, tepatnya melalui Kecamatan Ambulu. Rute ini cocok jika Anda datang dari arah Surabaya atau Malang, dan lebih dekat untuk menjangkau area Teluk Hijau.

Pilihan kedua adalah Pintu Timur via Banyuwangi, melalui jalur Sarongan atau Pesanggaran. Jalur ini lebih populer di kalangan wisatawan karena akses menuju Pantai Sukamade lebih mudah dijangkau dari sisi Banyuwangi. Kebanyakan tour operator juga menggunakan jalur Banyuwangi sebagai base camp mereka.

Perlu dicatat bahwa tidak ada transportasi umum yang masuk langsung ke dalam kawasan taman nasional. Anda harus menyewa kendaraan 4WD atau menggunakan jasa tour operator yang sudah berpengalaman. Medan jalan berbatu, berlumpur saat hujan, dan banyak tanjakan curam—jadi pastikan kendaraan Anda benar-benar tangguh.

Untuk perizinan, Anda perlu mendaftar di kantor Balai Taman Nasional Meru Betiri. Biaya masuk relatif terjangkau, namun Anda wajib didampingi guide lokal untuk menjaga keamanan dan kelestarian alam. Jangan lupa membawa bekal makanan dan air minum yang cukup, karena di dalam kawasan tidak ada warung atau fasilitas komersial.

Baca juga: 5 Wisata Air Terjun Banyuwangi di Kaki Gunung Raung

Lelah Menjelajah Hutan Rimba? Istirahat di Sini!

Wisata Akbar Zoo Banyuwangi: Alternatif Wisata Tanpa ‘Off-road’

Mari kita jujur—Meru Betiri adalah wisata petualangan level berat. Jalur off-road yang menguras tenaga, hutan lebat dengan medan menantang, dan minim sinyal komunikasi membuat kawasan ini tidak cocok untuk semua orang, terutama keluarga dengan anak kecil atau wisatawan yang mencari liburan santai.

Jika petualangan menembus hutan Meru Betiri dirasa terlalu ekstrem untuk keluarga Anda, atau Anda butuh tempat “pendinginan” setelah lelah off-road dari perbatasan Jember-Banyuwangi, silakan mampir ke Wisata Akbar Zoo Banyuwangi. Lokasinya strategis di kawasan Glagah dengan akses jalan beraspal yang nyaman—tidak perlu kendaraan khusus atau stamina ekstra.

Akbar Zoo menawarkan konsep wisata keluarga yang ramah untuk semua usia. Anda tetap bisa menikmati pengalaman melihat berbagai koleksi hewan di mini zoo mereka, tanpa harus masuk ke hutan belantara. Ada juga kolam renang untuk bersantai, area bermain anak, dan fasilitas yang jauh lebih lengkap dibanding camping di tengah hutan.

Kombinasi antara eksplorasi Meru Betiri dan kunjungan ke Akbar Zoo bisa menjadi paket wisata yang seimbang: petualangan alam yang menantang untuk memuaskan jiwa petualang Anda, diikuti dengan istirahat yang menyenangkan di tempat yang lebih accessible. Strategi ini sangat cocok untuk perjalanan wisata multi-hari di kawasan Banyuwangi-Jember.

Kesimpulan

Taman Nasional Meru Betiri adalah jawaban lengkap bagi siapa pun yang mencari taman nasional di perbatasan Kabupaten Jember dan Banyuwangi. Lebih dari sekadar nama dalam peta, kawasan ini menawarkan pengalaman autentik berinteraksi dengan alam liar Indonesia—dari hutan hujan tropis yang masih perawan, legenda Harimau Jawa yang misterius, hingga pantai tersembunyi yang memukau.

Kunjungan ke Meru Betiri membutuhkan persiapan matang, stamina yang cukup, dan mental petualang sejati. Namun, setiap tetes keringat yang Anda keluarkan akan terbayar dengan pemandangan dan pengalaman yang tidak akan Anda temukan di tempat lain. Ini adalah bukti nyata bahwa Indonesia masih menyimpan surga-surga tersembunyi yang menunggu untuk dijelajahi oleh mereka yang cukup berani.

 


FAQ Singkat Seputar Taman Nasional Meru Betiri

Apakah di Taman Nasional Meru Betiri masih ada Harimau Jawa?

Secara resmi, Harimau Jawa dinyatakan punah sejak tahun 1980-an, dan penampakan terakhir yang terdokumentasi berada di kawasan Meru Betiri. Meski hingga kini masih ada laporan dari warga lokal tentang jejak atau suara yang diduga harimau, belum ada bukti ilmiah yang mengonfirmasi keberadaan mereka. Penelitian dengan camera trap masih dilakukan secara berkala oleh Balai Taman Nasional.

Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Meru Betiri?

Waktu terbaik adalah saat musim kemarau, sekitar April hingga Oktober. Pada periode ini, jalanan lebih kering dan lebih aman untuk dilalui kendaraan. Untuk menyaksikan penyu bertelur di Pantai Sukamade, kunjungi antara bulan Maret hingga Juli ketika aktivitas peneluran sedang puncaknya.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjelajah Meru Betiri?

Minimal alokasikan 2-3 hari untuk bisa menikmati Meru Betiri dengan lengkap. Sehari untuk perjalanan ke Sukamade dan observasi penyu, sehari untuk trekking ke Teluk Hijau, dan waktu cadangan untuk perjalanan yang mungkin terhambat cuaca atau kondisi jalan. Jika hanya ingin ke satu destinasi saja, 2 hari sudah cukup.

Apakah ada penginapan di dalam kawasan?

Ya, terdapat beberapa pilihan penginapan sederhana di dalam kawasan, seperti di Rajegwesi, Sukamade, dan pos-pos penjagaan lainnya. Fasilitasnya sangat mendasar—jangan harapkan AC atau TV. Banyak wisatawan memilih membawa tenda sendiri untuk camping di area yang sudah ditentukan oleh pengelola.

Donnydev

Donnydev

About Author

You may also like

Spot Foto Instagramable Banyuwangi
Travelling

7+ Spot Foto Instagramable Banyuwangi Paling Hits dan Estetik

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Banyuwangi bukan hanya destinasi wisata biasa—kota ini adalah surga tersembunyi bagi para content creator dan pecinta fotografi.
Pantai Bangsring Banyuwangi
Travelling

Awas Nyesel! Jangan ke Pantai Bangsring Banyuwangi Sebelum Tahu 5 Tips Rahasia Ini (Nomor 3 Sering Diabaikan)

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Pernah membayangkan berenang bersama hiu tanpa merasa terancam? Atau snorkeling di tengah terumbu karang yang masih perawan dengan