TERITORIAL.COM, JAKARTA – Perkembangan dunia medis dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan kemajuan signifikan dalam pemanfaatan sel punca (stem cell) untuk menangani berbagai penyakit serius. Terapi ini banyak digunakan pada kasus kelainan darah genetik, kanker darah seperti leukemia, gangguan sistem kekebalan tubuh, hingga kelainan metabolik bawaan.
Salah satu sumber sel punca yang dinilai potensial adalah darah tali pusat. Darah ini dikumpulkan segera setelah proses persalinan selesai. Prosedurnya tidak mengganggu ibu maupun bayi karena dilakukan setelah tali pusat dipotong. Selanjutnya, sampel darah diproses dan disimpan dalam fasilitas khusus dengan teknologi kriogenik agar kualitas sel tetap terjaga untuk jangka panjang.
Karena prosesnya aman dan tidak menimbulkan rasa sakit, semakin banyak orang tua di Indonesia mempertimbangkan penyimpanan darah serta jaringan tali pusat sebagai bentuk perlindungan kesehatan jangka panjang bagi anak dan keluarga.
Komitmen PT Cordlife Persada
Di Indonesia, PT Cordlife Persada dikenal sebagai salah satu pelopor layanan bank darah dan jaringan tali pusat sejak 2007. Perusahaan ini telah melayani lebih dari 20.000 keluarga yang mempercayakan penyimpanan sel punca buah hati mereka.
Dalam operasionalnya, PT Cordlife Persada menempatkan aspek kualitas, keamanan, serta standar prosedur sebagai prioritas utama. Fasilitas penyimpanan dirancang mengikuti standar internasional guna memastikan integritas sampel tetap optimal hingga dibutuhkan untuk terapi medis.
Raih Akreditasi Internasional AABB
Sebagai bentuk konsistensi terhadap standar global, pada November 2025 PT Cordlife Persada kembali menuntaskan siklus keempat re-akreditasi dari Association for the Advancement of Blood and Biotherapies (AABB) untuk bank darah tali pusat. Tak hanya itu, perusahaan ini juga untuk pertama kalinya memperoleh akreditasi AABB dalam pemrosesan sel somatik yang melibatkan jaringan tali pusat.
AABB merupakan lembaga akreditasi internasional yang reputasinya diakui luas dalam bidang transfusi darah, terapi sel, dan bioterapi. Sertifikasi tersebut menjadi indikator bahwa proses pengolahan serta penyimpanan dilakukan sesuai standar mutu dan keamanan global.
Retno Suprihatin, Country Director PT Cordlife Persada, menyampaikan bahwa hingga 2025, Cordlife Group secara global telah mengeluarkan 77 unit darah tali pusat dan 21 unit jaringan tali pusat untuk terapi sel punca pada berbagai kondisi medis, termasuk talasemia, leukemia, dan cerebral palsy.
Pemanfaatan sel punca tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi anak pemilik sampel, tetapi juga berpotensi digunakan oleh anggota keluarga lain yang memiliki kecocokan Human Leukocyte Antigen (HLA).
Investasi Kesehatan Jangka Panjang
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dan kesiapsiagaan medis, penyimpanan sel punca kini dipandang sebagai langkah antisipatif yang bernilai strategis. PT Cordlife Persada menegaskan komitmennya untuk terus menjaga standar pelayanan tertinggi demi memberikan rasa aman dan ketenangan bagi keluarga Indonesia.
Ke depan, perusahaan bertekad mempertahankan kualitas layanan serta inovasi teknologi agar manfaat terapi sel punca dapat diakses secara optimal oleh masyarakat yang membutuhkan.

