TERITORIAL.COM, JAKARTA – Siapa di sini yang setiap pagi rajin ngecek smartwatch cuma buat memastikan target 10.000 langkah sudah tercapai? Tren jalan kaki memang lagi naik daun banget. Selain murah meriah, olahraga ini minim risiko cedera.
Tapi, sering muncul perdebatan di kalangan “pejuang sehat”: sebenarnya mana yang lebih efektif buat badan? Jalan santai tapi jauh banget sampai berkilo-kilo, atau jalan kaki sebentar tapi gas pol dengan kecepatan tinggi?
Biar nggak makin bingung, yuk kita bedah faktanya!
Jalan Jarak Jauh dengan Banyak Langkah
Jalan kaki dengan jarak jauh (volume tinggi) punya keunggulan tersendiri. Kalau kamu tipe yang suka jalan santai sambil dengerin podcast atau liat pemandangan, metode ini cocok banget.
Jalan jauh dalam durasi lama menjaga detak jantung di zona pembakaran lemak (zone 2) lebih stabil.
Keunggulan jalan jauh juga karena kecepatannya rendah, tekanan pada lutut dan pergelangan kaki jadi minim. Cocok buat yang baru mulai olahraga atau yang punya berat badan berlebih.
Tak hanya itu, jalan jauh sering kali jadi momen “healing”. Pikiran jadi lebih jernih setelah jalan kaki 1 jam di taman.
Jalan dengan Durasi yang Cepat
Nah, kalau kamu tipe yang sibuk dan nggak punya waktu dua jam buat muter-muter kompleks, brisk walking (jalan cepat) adalah kuncinya.
Jalan cepat memaksa jantung bekerja lebih keras. Ini bagus banget buat meningkatkan kapasitas paru-paru dan kebugaran kardiovaskular.
Riset menunjukkan kalau jalan kaki cepat selama 15-20 menit bisa memberikan manfaat kesehatan yang hampir sama dengan jalan santai selama 45 menit.
Intensitas tinggi dari olahraga ini juga bikin pembakaran kalori tetap berlanjut bahkan setelah kamu selesai jalan kaki.
Jadi, Mana yang Lebih Sehat?
Jawabannya ternyata bukan salah satu, tapi tergantung tujuan kamu.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine menyebutkan bahwa kecepatan jalan kaki punya kaitan lebih erat dengan umur panjang dibandingkan sekadar jumlah langkah. Artinya, berjalan lebih cepat memberikan “bonus” kesehatan ekstra bagi jantung.
Namun, kalau tujuan kamu adalah menjaga konsistensi dan menurunkan stres, jalan lebih jauh dengan ritme santai tetap jauh lebih baik daripada nggak gerak sama sekali di depan laptop.
Tips Olahraga Jalan Kaki Buat Kamu:
Kalau mau hasil maksimal, coba kombinasikan keduanya dengan metode Interval Training. Caranya:
1. Jalan santai selama 3 menit sebagai pemanasan.
2. Jalan secepat mungkin (seperti orang telat masuk kantor) selama 1 menit.
3. Kembali ke jalan santai selama 2 menit.
4. Ulangi polanya selama 20 menit.
Jangan terlalu pusing sama angka di layar HP. Mau jauh atau cepat, yang paling sehat adalah jalan kaki yang dilakukan secara rutin, bukan cuma saat niat lagi muncul!
Selamat mencoba!
(*)

