TERITORIAL.COM, JAKARTA – Belakangan ini, metode Intermittent Fasting (IF) atau puasa intermiten makin populer di kalangan health enthusiast. Bukan sekadar tren, diet ini banyak disukai karena aturannya yang fleksibel: kamu tidak dilarang makan makanan tertentu, melainkan hanya diatur kapan kamu boleh makan.
Tertarik mencoba? Simak panduan lengkap diet IF berikut ini agar hasilnya maksimal tanpa bikin badan lemas!
Apa Itu Intermittent Fasting?
Singkatnya, IF adalah pola makan yang membagi waktu kamu menjadi dua jendela: Jendela Makan dan Jendela Puasa. Fokus utamanya bukan pada “apa yang dimakan”, tapi “kapan kamu makan”.
Saat berpuasa, tubuh akan menghabiskan cadangan gula dan mulai membakar lemak sebagai sumber energi utama. Inilah yang membuat diet IF sangat efektif untuk menurunkan berat badan.
Metode IF yang Paling Populer
Untuk pemula, jangan langsung ekstrem! Pilih metode yang paling masuk akal dengan jadwal harian kamu:
1. Metode 16:8 (Paling Direkomendasikan): Kamu berpuasa selama 16 jam dan punya waktu makan selama 8 jam. Contoh: Makan mulai jam 12 siang dan berhenti di jam 8 malam.
2. Metode 5:2: Makan normal selama 5 hari dalam seminggu, dan batasi kalori hingga 500–600 kalori saja pada 2 hari sisanya.
3. Eat-Stop-Eat: Puasa penuh selama 24 jam sekali atau dua kali seminggu.
Tips Sukses Diet IF untuk Pemula
Agar tidak gagal di tengah jalan, terapkan strategi berikut:
- Mulai Secara Bertahap: Jika 16 jam terasa berat, coba mulai dengan 12 jam puasa dulu (misal: jam 7 malam sampai jam 7 pagi), lalu tingkatkan perlahan.
- Tetap Hidrasi: Selama jam puasa, kamu boleh minum. Pastikan hanya air putih, teh tawar, atau kopi hitam tanpa gula/krim. Ini membantu menahan lapar.
- Pilih Makanan Bernutrisi: Meski bebas makan apa saja di jendela makan, bukan berarti kamu bisa “balas dendam” dengan junk food. Tetap utamakan protein, serat, dan karbohidrat kompleks agar kenyang lebih lama.
- Konsistensi adalah Kunci: Tubuh butuh waktu sekitar 1–2 minggu untuk beradaptasi dengan pola makan baru ini. Jangan menyerah jika di hari-hari awal terasa sedikit pusing atau lapar.
Manfaat Selain Turun Berat Badan
Diet IF tidak hanya soal angka di timbangan. Penelitian menunjukkan IF juga bermanfaat untuk:
- Meningkatkan fokus dan fungsi otak.
- Memperbaiki sensitivitas insulin (baik untuk pencegahan diabetes).
- Memicu proses **autofagi**, yaitu kondisi di mana sel-sel tubuh melakukan “pembersihan diri” dari komponen yang rusak.
Diet IF tidak disarankan bagi ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak di masa pertumbuhan, atau mereka yang memiliki riwayat gangguan makan (eating disorder). Jika kamu memiliki kondisi medis tertentu, konsultasikan dulu dengan dokter.
Sudah siap mengatur ulang jam makan kamu demi tubuh yang lebih ideal?
(*)

