Wellness

Panduan Takaran Gula Aman agar Anak Tetap Sehat, Jangan Sampai Kelebihan yang Manis!

Panduan Takaran Gula Aman agar Anak Tetap Sehat, Jangan Sampai Kelebihan yang Manis!

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Siapa yang tidak senang melihat si Kecil tersenyum saat menikmati es krim atau minuman dingin yang manis? Namun, sebagai orang tua, kita perlu waspada. Di balik rasa manis yang disukai anak-anak, ada risiko kesehatan yang mengintai jika porsinya tidak kita jaga.

Lalu, sebenarnya berapa banyak sih takaran makanan dan minuman manis yang diperbolehkan untuk anak dalam sehari? Yuk, simak ulasan ringkasnya berikut ini!

Kenapa Takaran Gula Itu Penting?

Gula memang memberikan energi instan, tetapi jika berlebihan, gula hanya akan menjadi “kalori kosong” yang tidak punya nilai gizi. Dampaknya bukan cuma soal gigi berlubang. Anak yang terlalu banyak mengonsumsi gula lebih berisiko mengalami obesitas, sulit berkonsentrasi karena kadar gula darah yang naik-turun drastis, hingga risiko diabetes di masa depan.

Panduan Takaran Berdasarkan Usia

Sederhananya, para pakar kesehatan memberikan batasan yang mudah kita ingat:

  • Anak di bawah usia 2 tahun: Di usia emas ini, anak sama sekali tidak disarankan mengonsumsi gula tambahan. Biarkan lidah mereka terbiasa dengan rasa alami dari buah-buahan, sayur, dan ASI atau susu.
  • Anak usia 2 hingga 18 tahun: Batas amannya adalah maksimal 6 sendok teh atau sekitar 25 gram per hari.

Mungkin terdengar banyak, tapi ingat satu kotak susu rasa cokelat atau segelas minuman kekinian seringkali sudah mengandung lebih dari 5 sendok teh gula. Artinya, dengan satu minuman saja, jatah gula anak untuk seharian sudah hampir habis.

Tips Mudah Mengatur Camilan Manis

Mengatur pola makan anak tidak harus dengan cara melarang total. Kita bisa mulai dengan langkah kecil yang konsisten:

1. Cek Label di Belakang Kemasan

Sempatkan melihat kolom “Gula” atau “Karbohidrat” pada kemasan jajanan. Pilih produk yang kadar gulanya paling rendah di antara pilihan yang ada.

2. Ganti Jus Kemasan dengan Buah Utuh

Jus buah dalam kotak seringkali mengandung gula tambahan dan kehilangan seratnya. Lebih baik berikan potongan buah segar agar anak merasa kenyang lebih lama.

3. Waspadai Minuman Berwarna

Teh kemasan, soda, dan minuman perasa adalah penyumbang gula terbesar. Biasakan air putih sebagai penghilang dahaga utama, bukan minuman manis.

4. Jadikan Makanan Manis sebagai “Hadiah Langka”

Jangan jadikan cokelat atau kue sebagai makanan harian. Jadikan itu makanan spesial yang hanya ada di akhir pekan atau acara tertentu saja.

Membatasi gula sejak dini bukan berarti kita “pelit” pada anak, melainkan bentuk kasih sayang agar mereka memiliki tubuh yang kuat dan sehat hingga dewasa nanti. Dengan takaran yang tepat, si Kecil tetap bisa menikmati masa kecilnya dengan ceria tanpa harus menabung risiko penyakit.

(*)

Dinda Tiara

About Author

You may also like

Wellness

5 Posisi Tidur yang Bisa Bikin Asam Lambung Naik, Hindari!

Jakarta, teritorial.com – Asam lambung naik atau gastroesophageal reflux disease (GERD) bisa mengganggu kualitas tidur. Rasa perih di dada, sensasi terbakar di
Wellness

Menkes Budi Sebut Laki-laki dengan Ukuran Celana 33 Lebih Cepat Menghadap Allah

TERITORIAL.COM, Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi sadikin memberi peringatan kepada masyarakat untuk memperhatikan beberapa indikator kesehatan agar terhindar dari