Wellness

Setelah 1–2 Tahun, Apakah Filler Dagu Benar-Benar Hilang?

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Prosedur filler dagu menjadi salah satu perawatan estetika yang banyak diminati untuk memperbaiki bentuk wajah. Namun, tak sedikit orang yang mempertanyakan apa yang akan terjadi pada filler setelah masa ketahanannya berakhir.

Secara umum, filler dagu dapat bertahan sekitar satu hingga dua tahun. Namun, proses yang terjadi di dalam tubuh setelah periode tersebut bisa berbeda pada setiap orang, tergantung respons dalam tubuh masing-masing individu.

Dokter kecantikan dr. Friska Natasya, dipl.AAAM., menjelaskan bahwa filler pada dasarnya akan diproses oleh tubuh secara bertahap. Namun, tidak selalu hilang sepenuhnya.

“Filler itu dimetabolisme oleh tubuh. Jadi, lama-lama menghilang. Tapi berdasarkan penelitian, memang tidak 100 persen hilang,” ujar dr. Friska kepada Kompas.com di Skin Evo Clinic, Jakarta Selatan, Rabu (19/11/2025).

Tidak Menimbulkan Dampak Buruk Jangka Panjang

Menurut dr. Friska, bahan filler bukanlah teknologi baru dalam dunia medis maupun estetika. Filler, khususnya yang berbahan hyaluronic acid, telah digunakan selama puluhan tahun dan dinilai aman.

“Filler ini sudah digunakan sangat lama, bukan cuma satu atau dua tahun. Sampai sekarang tidak ditemukan efek buruk jangka panjang,” jelasnya.

Pendapat ini menegaskan bahwa keberadaan sisa filler di dalam tubuh tidak otomatis berbahaya.

Dalam kondisi tertentu, hasil filler bahkan bisa bertahan lebih dari dua tahun. Beberapa pasien masih melihat bentuk dagu yang terjaga hingga dua atau tiga tahun tanpa tindakan ulang.

Namun, dr. Friska menambahkan, meskipun filler dirancang menyerupai komponen alami tubuh, bahan tersebut tetap dikenali sebagai benda asing.

“Ada keadaan tertentu di mana filler ini justru bertahannya lebih lama dari satu atau dua tahun,” katanya.

Tubuh Bisa Membungkus Filler

Pada sebagian orang, tubuh dapat membentuk semacam lapisan atau kantong di sekitar filler.

“Badan kita bisa membungkus filler, seperti membentuk kantong. Akibatnya, enzim pemecah filler tidak bisa menembus lapisan itu,” jelas dr. Friska.

Kondisi ini membuat filler menjadi lebih sulit diuraikan sehingga dapat bertahan lebih lama di dalam tubuh.

Justru Dinilai sebagai Hasil yang Baik

Menurut dr. Friska, kondisi tersebut tidak perlu dikhawatirkan selama prosedur dilakukan dengan teknik yang benar dan hasilnya terlihat natural.

“Kalau suntikannya benar dan hasilnya bagus, justru ini bisa dianggap sebagai kondisi yang baik,” tutupnya.

Dengan demikian, filler dagu yang tidak sepenuhnya hilang setelah satu hingga dua tahun merupakan hal yang wajar. Respons tubuh setiap orang berbeda, dan dalam beberapa kasus, filler yang bertahan lebih lama justru menunjukkan hasil yang optimal dan aman.

Kayla Dikta Alifia

About Author

You may also like

Wellness

5 Posisi Tidur yang Bisa Bikin Asam Lambung Naik, Hindari!

Jakarta, teritorial.com – Asam lambung naik atau gastroesophageal reflux disease (GERD) bisa mengganggu kualitas tidur. Rasa perih di dada, sensasi terbakar di
Wellness

Menkes Budi Sebut Laki-laki dengan Ukuran Celana 33 Lebih Cepat Menghadap Allah

TERITORIAL.COM, Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi sadikin memberi peringatan kepada masyarakat untuk memperhatikan beberapa indikator kesehatan agar terhindar dari