Jelang Lebaran, Kemendag Pantau Harga Dan Ketersediaan Stok Bahan Pokok

0
Jakarta, Teritorial.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok khususnya menjelang perayaan Idul Fitri 1439 Hijriyah. Sejumalah bahan pokok pun tak luput dari pengawasan Kemendag mulai dari pasar tradisional hingga pasar curah.
Dalam penyelenggaraan Bazaar Ramadan 2018 yang diikuti oleh 51 pelaku usaha Enggartiasto Lukita menegaskan pihaknya telah melakukan berbagai upaya strategis untuk menjaga ketersedian pasokan dan stabilitas harga bapok selama puasa dan Lebaran, seperti melakukan dialog dengan pelaku usaha, memfasilitasi MOU harga, membuat peraturan, hingga melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.
Untuk beberapa bahan pokok yang sebelumnya telah sedikit mengalami peningkatan harga akan terus dipantau dan diupayakan agar stabil tidak terjadi lonjakan harga. “Memang kita ada rencana unyuk diturunkan. Jadi gini, kalau kita luhta dari perkembangan harga memang sudah, rata rata dibawah HET. Gula misalnya Kalau kita pakai acuannya 9.450 maka range itu berkisar antara 9000 sampai 9200 ya kalau diambil rata rata artinya saya tidak memegang PHPS atau BPS karena mereka metodenmya beda, tapi kami akan terus tindak lanjuti hal tersebut,”ujar Mendag disela acara berbuka puasa bersama Kemendag dengan awak media.
Adapun menurutnya sejauh ini margin harga dari pedagang terbilang relatif masih masuk akal. “Rumitnya kalau mereka meminta margin besar, jadi dengan pertimbangan itu jangan kita mengambil atau menurunakn terlalu jauh tapi jadi lebih baik kita penetrasi saja,” tambahnya.
Adapun dalam kesempatan tersebut Mendag menggarisbawahi pentingnya peran Bulog disini. “Jadi kita meminta segera untuk direalisasikan penugasan bulog untuk membeli gula petani, 9700 dan beliau meminta untuk itu tidak di kenakan pajak BPHnya  tahun lalu sudah dijanjikan boleh Menteri Keuangan dan dia meminta kembali dan itu tidak dikenakan saya sudah laporkan di rakor menko dan saya sudah menyiapkan dan mengrim surat ke BUMN agar bulog segera membeli hasil panen gula dari petani,” ujar Lukita. (SON)
Share.

Leave A Reply

%d blogger menyukai ini: