Pameran Peternakan Bertaraf Internasional, Indo Livestock 2019 Diikuti 25 Negara Sahabat

0

Surabaya, Teritorial.Com – Dijuluki sebagai kota Pahlawan, Surabaya kembali menjadi tuan rumah perhelatan akbar pameran dan forum internasional ke-14 terknologi terkini bidang industri peternakan, kesehatan hewan, pakan ternak, pengolahan susu, alat-alat kedokteran hewan dan perikanan, yakni Indo Livestock 2019 Expo & Forum diselenggarakan bersamaan dengan Indo Feed, Indo Dairy, Indo Vet dan Indo Fisheries 2019 Expo & Forum, akan digelar selama 3 hari pada tanggal 3 – 5 Juli 2019 di Grand City Convex, Surabaya.

PT Napindo Media Ashatama sebagai penyelenggara acara meyakini bahwa Indo Livestock Expo & Forum 2019 tahun ini merupakan ajang promosi dan alih teknologi bagi para industri peternakan sekaligus wadah untuk memperkuat kapasitas industri peternakan dalam negeri dengan cara membangun kemitraan dengan industri peternakan asing serta platform bagi para professional industri, peternak dan pemangku kepentingan untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai tren dan perkembangan terkini dalam dunia peternakan serta untuk membangun jaringan antara pelaku industri dan peternak.

Diikuti oleh seluruh pelaku dari dalam dan luar negeri baik pengusaha, peneliti, pemerhati, produsen pakan ternak, pakar kesehatan hewan, kementerian, lembaga dan instansi pemerintah serta asosiasi yang bergerak di sektor terkait, telah terdaftar lebih dari 250 peserta pameran dari 25 negara termasuk 6 negara paviliun yaitu Indonesia, Tiongkok, Korea Selatan, Taiwan, Eropa dan Amerika, menjadikan pameran peternakan ini salah satu yang terbesar di dunia.

Berbeda dengan penyelenggaraan pada tahun- tahun sebelumnya, dengan mengusung tema “Inovasi Teknologi Peternakan Menuju Revolusi Industri 4.0”, pameran dan forum Indo Livestock 2019 menjadi lebih berbobot dengan ditampilkannya beberapa hal sebagai berikut:

  1. Paviliun Ekspor Peternakan, akan dimanfaatkan sebagai wadah informasi dan promosi produk-produk peternakan yang sudah diekspor.
  2. Paviliun UMKM Peternakan, akan dimanfaatkan oleh Unit Pengolahan Hasil Peternakan binaan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.
  3. Paviliun KUR (Kredit Usaha Rakyat) Peternakan dan Perikanan Rakyat, sebagai sarana sosialisasi KUR kepada para pengunjung yang hadir selama masa pameran.
  4. Indo Livestock Services Award, bentuk apresiasi komunitas peternakan terhadap para praktisi yang sukses mengembangkan institusi/lembaga/perusahaan; dan terhadap para tokoh yang berperan besar dalam upaya mengembangkan peternakan di Indonesia. Penganugerahan Indo Livestock Services Award Tahun 2019 dengan nama “Adi Praja Satwa Sewaka” yang akan diberikan kepada instansi Pemerintah Provinsi.
  5. Penghargaan “Manusya Mriga Satwa Sewaka” yang akan diberikan langsung oleh Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia.
  6. Sosialisasi pentingnya protein hewani SDTI (SUSU, DAGING, TELUR dan IKAN). Sejak tahun 2008, PT Napindo Media Ashatama berkomitmen untuk meningkatkan konsumsi gizi melalui sosialisasi pentingnya protein hewani untuk mencapai bangsa yang cerdas.
  7. Adanya 14 seminar peternakan dan perikanan, 43 technical product presentation yang akan digelar selama 3 hari pameran.
  8. Kegiatan pameran dapat dihadiri para pengunjung tanpa dipungut biaya.

Didukung oleh beberapa kementerian seperti Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Perikanan & Budidaya, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, senantiasa memberikan dukungan.

Demikian pula berbagai organisasi profesi seperti Federasi Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI), Gabungan Pengusaha Perunggasan Indonesia (GAPPI), Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI), Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR), Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (HIMPULI), Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI).

Masyarakat Ilmu Perunggasan Indonesia (MIPI), Asosiasi Ahli Nutrisi dan Pakan Indonesia (AINI), Masyarakat Perkelincian Indonesia (MAKINDO), Asosiasi Peternak Kelinci Indonesia (APKIN), Asosiasi Sarjana Membangun Desa (ASMD), Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI), Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI), Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI), Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan (AP5I), Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI), Masyarakat Agribisnis dan Agroindustri Indonesia (MAI), Dewan Jagung Nasional, Dewan Beras Nasional, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) stakeholders, masyarakat dan LSM.

Share.

Comments are closed.