TERITORIAL.COM, JAKARTA – Perayaan menyambut tahun 2026 yang seharusnya penuh sukacita berubah menjadi mematikan di resor mewah Crans-Montana, Swiss. Sebuah kebakaran hebat melalap Bar Le Constellation pada Kamis (1/1/2026) dini hari, menewaskan sedikitnya 40 orang dan menyebabkan 115 lainnya luka-luka.
Hingga saat ini, otoritas setempat masih berupaya memverifikasi jumlah pasti korban jiwa di tengah puing-puing bangunan yang hangus. Berikut adalah poin-poin utama dari tragedi yang mengguncang pusat ski internasional tersebut:
Api mulai berkobar kurang dari dua jam setelah pergantian tahun. Axel Clavier (16), seorang penyintas asal Paris, menggambarkan situasi di dalam bar sebagai “kekacauan total”.
Beberapa saksi mata melaporkan melihat kembang api pada botol sampanye serta lilin menyala yang diangkat oleh staf bar sebelum api menjalar ke langit-langit kayu yang mudah terbakar. Dalam hitungan detik, atap runtuh dan kepanikan massal terjadi saat pengunjung berebut keluar melalui pintu yang sempit.
“Saya kehilangan segalanya ponsel, jaket, sepatu tapi saya bersyukur masih hidup. Teman saya tidak seberuntung itu,” ungkap Axel yang berhasil selamat setelah memecahkan jendela plexiglass.
Kawasan Alpen Swiss yang populer di kalangan turis mancanegara ini membuat daftar korban melibatkan banyak warga negara asing. Tercatat 13 warga Italia mengalami luka serius, sementara 6 lainnya masih dinyatakan hilang.
Merespons skala tragedi ini, Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, dijadwalkan segera terbang ke lokasi kejadian. Saat ini, tiga korban luka kritis telah dipindahkan ke Rumah Sakit Niguarda di Milan untuk penanganan medis lebih lanjut.
Jaksa Agung Kanton Valais, Beatrice Pilloud, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah penyelidikan teknis. Ia memastikan tidak ada indikasi serangan teror dalam peristiwa ini.
“Kami belum menetapkan tersangka. Penyelidikan difokuskan untuk mengungkap keadaan pasti bagaimana api dramatis ini bermula dan apakah kapasitas bar melebihi batas yang ditentukan,” jelas Pilloud.
Banyaknya korban dengan luka bakar serius membuat fasilitas medis di Kanton Valais kewalahan. Unit perawatan intensif dan ruang operasi di RS Sion serta rumah sakit regional lainnya dilaporkan telah mencapai kapasitas maksimal.
Presiden Swiss, Guy Parmelin, yang baru saja memulai masa jabatannya, menyampaikan duka mendalam bagi para korban. Ia memuji keberanian petugas darurat yang harus menghadapi pemandangan “penderitaan yang tak terbayangkan” di lokasi kejadian.
“Hari ini adalah waktu untuk berdoa dan bersatu. Swiss akan menghadapi tragedi ini dengan semangat saling membantu,” ujar Parmelin dalam pernyataan resminya.
(*)

