TERITORIAL.COM, JAKARTA – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina, Varsen Aghabekian Shahin, di sela agenda High-Level Segment Sidang ke-61 Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss. Pertemuan tersebut menjadi ruang strategis bagi kedua negara untuk membahas perkembangan terbaru situasi Palestina sekaligus mempererat hubungan diplomatik Indonesia–Palestina.
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI pada Rabu (25/2/2026), dialog tersebut difokuskan pada dinamika proses perdamaian Palestina dan berbagai langkah konkret yang dapat ditempuh guna mendorong terciptanya solusi yang adil dan berkelanjutan. Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu negara yang konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina di berbagai forum internasional.
Dalam kesempatan itu, Sugiono menyampaikan komitmen Indonesia untuk berkontribusi lebih aktif dalam mendukung proses perdamaian. “Indonesia siap memainkan peran yang lebih substantif dalam mendorong tercapainya perdamaian yang adil dan berkelanjutan, termasuk melalui Board of Peace dan International Stabilization Force (ISF),” dalam keterangannya.
Komitmen Indonesia untuk Solusi Dua Negara
Selain membahas mekanisme perdamaian, Sugiono juga menyambut pembentukan Liaison Office oleh Otoritas Palestina sebagai langkah penting dalam memperkuat koordinasi dengan Board of Peace. Indonesia menyatakan akan mengawal proses transisi politik yang tetap berpijak pada kepentingan rakyat Palestina serta prinsip-prinsip hukum internasional.
Pemerintah Indonesia juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan gencatan senjata dan mendorong proses politik yang kredibel menuju Solusi Dua Negara. Dalam konteks kontribusi Indonesia pada International Stabilization Force (ISF), Sugiono menegaskan orientasi utama pasukan Indonesia nantinya. “Fokus utama kontingen Indonesia adalah perlindungan warga sipil dan dukungan kemanusiaan,” kata Sugiono soal rencana kontribusi pasukan Indonesia di ISF.
Di akhir pertemuan, Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus memanfaatkan berbagai forum global guna memperluas dukungan internasional terhadap Palestina. Salah satu langkah konkret yang direncanakan adalah penyelenggaraan Sesi Khusus mengenai Palestina di Jakarta pada 15 April 2026, yang akan digelar di sela rangkaian KTT D-8. Agenda tersebut diharapkan dapat memperkuat solidaritas dunia terhadap perjuangan Palestina.
Sugiono juga menyampaikan harapannya untuk menerima kunjungan balasan Menlu Palestina ke Jakarta dalam waktu dekat sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral kedua negara.
Sementara itu, Menlu Palestina menyampaikan apresiasi atas konsistensi Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina. Ia juga mengucapkan terima kasih atas bantuan kemanusiaan yang telah diberikan Indonesia, yang dinilai sangat berarti bagi masyarakat Palestina di tengah situasi sulit yang masih berlangsung.

