Dunia Headline

Israel Tegaskan Penerus Khamenei Akan Diburu

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Pernyataan keras datang dari Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, terkait kemungkinan munculnya pemimpin baru Iran setelah wafatnya Ali Khamenei. Katz menegaskan bahwa siapa pun yang ditunjuk oleh pemerintahan Iran untuk menggantikan posisi tersebut akan dianggap sebagai target operasi pembunuhan oleh Israel.

Melalui pernyataan yang dipublikasikan di platform X, Katz menyampaikan ancaman langsung kepada calon pemimpin baru Iran. Ia menilai bahwa kepemimpinan Iran selama ini merupakan ancaman bagi Israel dan sekutunya.

“Pemimpin mana pun yang dipilih oleh rezim teror Iran untuk terus memimpin rencana penghancuran Israel, mengancam Amerika Serikat, dunia bebas, dan negara-negara di kawasan itu, serta menindas rakyat Iran, akan menjadi target pembunuhan,” kata Katz dalam sebuah unggahan di X.

Ia juga menambahkan bahwa identitas atau lokasi pemimpin tersebut tidak akan menjadi penghalang bagi operasi Israel.

“Tidak masalah siapa namanya atau di mana dia bersembunyi,” katanya.

Katz menegaskan Israel akan terus mengambil langkah agresif bersama Amerika Serikat untuk melemahkan kekuatan pemerintahan Iran.

“Kami akan terus bertindak dengan kekuatan penuh, bersama dengan mitra Amerika kami, untuk membongkar kemampuan rezim dan menciptakan kondisi bagi rakyat Iran untuk menggulingkan dan menggantinya,” tambah Katz.

Sikap Amerika Serikat terhadap Masa Depan Iran

Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga memberikan komentarnya mengenai kemungkinan kepemimpinan baru di Iran. Dalam pernyataan yang disampaikan di Ruang Oval pada hari Selasa, Trump menyebut bahwa skenario paling buruk bagi Washington adalah jika Iran kembali dipimpin oleh sosok yang bermusuhan dengan kepentingan Amerika Serikat.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa dinamika politik di Iran kini menjadi perhatian serius bagi Washington, terutama setelah perubahan besar dalam struktur kepemimpinan negara tersebut.

Wafatnya Khamenei dan Awal Proses Suksesi

Ali Khamenei meninggal dunia pada Sabtu lalu dalam usia 86 tahun. Ia telah memegang jabatan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak tahun 1989 setelah menggantikan Ruhollah Khomeini, tokoh revolusi Iran 1979 yang menggulingkan pemerintahan Shah.

Dalam sistem pemerintahan Iran, pemimpin tertinggi memiliki kekuasaan sangat luas. Posisi tersebut tidak hanya memegang kendali atas cabang eksekutif, legislatif, dan yudikatif, tetapi juga memiliki otoritas penuh terhadap militer serta menjadi figur spiritual bagi negara.

Proses Pemilihan Pemimpin Baru Iran

Saat ini Iran tengah mempersiapkan proses pemilihan pemimpin tertinggi yang baru. Ayatollah Ahmad Khatami, seorang ulama senior yang juga anggota Dewan Penjaga serta Majelis Pakar, menyatakan bahwa proses penentuan pengganti Khamenei hampir selesai.

“Pemimpin Tertinggi akan diidentifikasi pada kesempatan terdekat, kita hampir mencapai kesimpulan, namun situasi di negara ini adalah situasi perang,” kata Khatami kepada televisi pemerintah.

Majelis Pakar, yang terdiri dari 88 anggota, memiliki kewenangan untuk menentukan siapa yang akan menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran. Anggota majelis ini dipilih melalui pemilihan umum setiap delapan tahun.

Namun, calon anggota majelis harus terlebih dahulu diseleksi oleh Dewan Penjaga, lembaga yang memiliki pengaruh besar dalam sistem politik Iran. Beberapa anggota Dewan Penjaga sendiri ditunjuk langsung oleh pemimpin tertinggi.

Dalam proses pemilihan pemimpin tertinggi, keputusan dapat diambil hanya dengan dukungan mayoritas sederhana.

Mojtaba Khamenei Muncul sebagai Kandidat Kuat

Salah satu nama yang disebut-sebut memiliki peluang besar menggantikan Khamenei adalah putra keduanya, Mojtaba Khamenei. Ia selama ini dikenal memiliki pengaruh cukup besar di lingkaran kekuasaan Iran.

Menurut dua sumber dari Iran yang dikutip oleh Reuters, Mojtaba disebut berhasil selamat dari serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran.

Situasi ini membuat proses suksesi kepemimpinan Iran menjadi semakin sensitif, terutama karena berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Rizki Aminulloh

About Author

You may also like

Dunia

Menteri pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat kembali bertemu

Jakarta teritorial.com – Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, kembali bertemu dengan koleganya, Menteri Pertahanan Amerikat Serikat, James Mattis, di akhir acara
Dunia

Arab Saudi Gagalkan Serangan Rudal yang Targetkan Bandara

Jakarta territorial.com- Pasukan pertahanan Arab Saudi berhasil menggagalkan serangan rudal yang diluncurkan dari wilayah konflik di Yaman, Sabtu (4/11/2017) malam