TERITORIAL.COM, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa negaranya telah memenangkan konflik militer melawan Iran yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Pernyataan tersebut ia sampaikan di hadapan para pendukungnya saat menghadiri acara di Hebron, Kentucky pada Rabu.
Dalam pidatonya, Trump menyebut operasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran berjalan sangat cepat dan telah menghasilkan kemenangan bagi pihaknya. Ia bahkan menyatakan bahwa jalannya konflik pada dasarnya sudah dapat ditentukan sejak awal operasi militer berlangsung.
“Izinkan saya mengatakan bahwa kita telah menang. Anda tahu, Anda tidak pernah suka mengatakan terlalu cepat bahwa Anda menang. Kita menang. Kita menang, dalam satu jam pertama semuanya berakhir, tetapi kita menang,” kata Trump.
Menurut Trump, kekuatan militer Amerika berhasil memberikan pukulan besar terhadap kemampuan militer Iran. Ia mengklaim pasukan AS telah menghancurkan puluhan kapal milik angkatan laut Iran serta melumpuhkan kekuatan udara negara tersebut.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa operasi militer belum sepenuhnya selesai karena masih ada sejumlah hal yang harus diselesaikan di lapangan.
“Kita tidak ingin pergi lebih awal, bukan? Kita harus menyelesaikan pekerjaan ini.”
Konflik Berlangsung Hampir Dua Pekan
Operasi militer antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan telah berlangsung sejak 28 Februari. Hingga Rabu, kampanye serangan udara yang dilakukan oleh Amerika dan Israel telah memasuki hari ke-12.
Dalam operasi tersebut, militer AS disebut memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau AI untuk membantu proses identifikasi target serangan. Seorang komandan militer Amerika mengungkapkan bahwa teknologi tersebut membantu menemukan dan menyerang lebih dari 5.500 target.
Sementara itu, laporan intelijen dari Israel menyebut bahwa pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dilaporkan mengalami luka pada awal konflik.
Di ibu kota Iran, Teheran, sejumlah saksi mata mengaku mendengar ledakan keras akibat serangan udara. Mereka juga melaporkan adanya tembakan sistem pertahanan udara yang berusaha menangkis serangan tersebut.
Beberapa warga menggambarkan suasana kota dipenuhi asap dan debu berwarna abu-abu yang menyelimuti sebagian wilayah. Bau bubuk mesiu dan bahan bakar yang terbakar juga dilaporkan tercium di beberapa kawasan.
Ketegangan Meluas dan Dampak Global
Di sisi lain, militer Israel juga terus melancarkan serangan terhadap kelompok sekutu Iran di kawasan, termasuk Hezbollah di Lebanon. Konflik tersebut dilaporkan menyebabkan ratusan ribu orang harus meninggalkan tempat tinggal mereka.
Trump juga kembali menegaskan bahwa serangan militer sebelumnya telah menghancurkan kemampuan nuklir Iran. Ia menyatakan bahwa Iran saat ini tidak lagi memiliki potensi untuk mengembangkan senjata nuklir.
“Kita telah menghancurkannya. Mereka tidak memiliki potensi nuklir.”
Meski demikian, ia juga mengatakan bahwa Iran kemudian kembali menjalankan aktivitas yang memicu operasi militer terbaru ini.
Sementara konflik berlangsung, Iran dilaporkan menargetkan jalur perdagangan internasional dengan menyerang kapal komersial serta menargetkan Dubai International Airport.
Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran global terhadap stabilitas pasokan energi, terutama karena kawasan Teluk Persia merupakan salah satu wilayah penghasil minyak utama dunia.
Untuk menekan kenaikan harga minyak, Trump menyatakan pemerintah Amerika akan memanfaatkan cadangan minyak strategis negara. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga energi di pasar global.

