TERITORIAL.COM, JAKARTA – Pemerintah Indonesia mulai memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke tingkat internasional dengan memperkenalkannya kepada pemerintah dan masyarakat Korea Selatan. Upaya ini dilakukan melalui peluncuran dua buku kuliner bertajuk Pangan Biru MBG (Blue Food for MBG) dan Taste of Indonesia yang berisi ragam menu bergizi khas Indonesia.
Penyerahan buku tersebut dilakukan oleh Asisten Khusus Presiden RI Dirgayuza Setiawan kepada Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Cecep Herawan. Momen ini berlangsung saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan ke Seoul.
Dirgayuza menyampaikan bahwa kehadiran kedua buku tersebut di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul diharapkan mampu mempererat hubungan bilateral, khususnya dalam bidang budaya dan kuliner. Menurutnya, Indonesia dan Korea Selatan memiliki kesamaan dalam penerapan program MBG yang bersifat universal.
“Kehadiran kedua buku ini di KBRI Seoul akan memperkuat diplomasi kuliner dan kultur antara kedua bangsa yang sama-sama menerapkan MBG secara universal, untuk saling mengenal dan melakukan culinary exchange,” ungkap Dirgayuza.
Korea Selatan Jadi Referensi, MBG Jadi Identitas
Dirgayuza menjelaskan bahwa Korea Selatan telah lebih dulu menerapkan program makan bergizi secara luas dengan dukungan anggaran yang besar, mencapai sekitar Rp 80 triliun per tahun. Di negara tersebut, program ini tidak hanya berfungsi sebagai upaya pemenuhan gizi, tetapi juga telah menjadi bagian dari budaya masyarakat.
Bahkan, para koki dari institusi pendidikan yang terlibat dalam program tersebut kerap tampil dalam berbagai acara televisi bergengsi, termasuk program internasional seperti Culinary Class Wars. Hal ini menunjukkan bahwa program MBG di Korea Selatan telah berkembang menjadi bagian dari identitas nasional sekaligus sarana edukasi kuliner.
Indonesia sendiri mulai mengimplementasikan program MBG pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dengan fokus pada kelompok rentan seperti pelajar, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Pangan Biru Jadi Andalan, Dorong Konsumsi Ikan
Salah satu buku yang diperkenalkan, Pangan Biru MBG, menonjolkan berbagai menu berbasis hasil laut dan perikanan. Buku ini dirancang untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia sekaligus mendorong peningkatan konsumsi ikan sebagai sumber protein utama.
“Terutama buku Pangan Biru MBG yang merupakan kumpulan menu ikan terbaik di MBG Indonesia akan sangat menarik bagi orang Korea yang sama-sama merupakan bangsa maritim seperti Indonesia,” kata Dirgayuza.
Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, Doni Ismanto, menambahkan bahwa buku ini disusun dengan pendekatan visual yang kuat, menggabungkan foto, ilustrasi, serta penjelasan gizi yang mudah dipahami.
“Melalui buku ini, kami ingin mendorong perubahan persepsi publik terhadap ikan sebagai bahan pangan yang tidak kalah menarik dibandingkan daging atau ayam,” jelas Doni.
Buku setebal 209 halaman tersebut memuat berbagai komoditas unggulan seperti cakalang, udang, patin, nila, dan kembung. Selain resep yang praktis dan terjangkau, buku ini juga dilengkapi dengan informasi kandungan gizi untuk berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga ibu hamil.
Tak hanya itu, terdapat pula peta wilayah penghasil ikan di Indonesia serta penjelasan mengenai program Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari strategi ekonomi biru nasional.

