Dunia Headline

Korban TNI di Lebanon Bertambah, PBB Desak Israel Hentikan Serangan

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Kabar gugurnya prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di Lebanon memicu duka mendalam dari berbagai pihak internasional. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Praka Rico Pramudia (31), yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon.

Melalui unggahan di media sosial X pada Sabtu (25/4/2026), Guterres mengungkapkan kesedihannya atas kehilangan tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban meninggal dunia akibat luka serius yang dialaminya setelah insiden serangan pada Maret lalu.
“Saya sedih mengetahui bahwa seorang lagi penjaga perdamaian Indonesia UNIFIL telah meninggal dunia akibat luka-lukanya setelah sebuah insiden pada bulan Maret, ketika sebuah peluru artileri yang ditembakkan dari tank Pasukan Pertahanan Israel mengenai posisi @UNIFIL di Lebanon selatan, menurut temuan awal UNIFIL,” kata Guterres.

Selain menyampaikan duka, Guterres juga menyerukan agar serangan dihentikan, mengingat keselamatan pasukan perdamaian harus menjadi prioritas utama dalam konflik bersenjata.

Kronologi Insiden dan Korban

Peristiwa yang menewaskan Praka Rico bermula dari serangan terhadap markas UNIFIL di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada 29 Maret. Saat itu, ia mengalami luka berat akibat ledakan proyektil yang menghantam pangkalan tempatnya bertugas.

UNIFIL dalam pernyataannya menyebutkan bahwa Praka Rico sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit di Beirut sebelum akhirnya meninggal dunia.
“UNIFIL menyesalkan wafatnya Kopral Rico Pramudia hari ini, yang terluka parah akibat ledakan proyektil di pangkalan tempatnya bertugas di Adchit Al Qusayr pada malam 29 Maret,” demikian keterangan resmi UNIFIL.

Pihak UNIFIL juga menyampaikan simpati mendalam kepada keluarga korban serta pemerintah dan rakyat Indonesia atas kehilangan tersebut.

Serangan ini tidak hanya menelan satu korban jiwa. Sebelumnya, dua prajurit TNI lainnya, Praka Farizal Rhomadhon dan Praka Rico Pramudia, dinyatakan gugur akibat insiden yang sama. Selain itu, dua prajurit lain mengalami luka-luka, yakni Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan.

Total Empat Prajurit Gugur

Sehari setelah kejadian pertama, insiden lain kembali terjadi pada 30 Maret. Ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan, Lebanon selatan, menyebabkan dua prajurit TNI lainnya meninggal dunia, yaitu Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan.

Dengan demikian, total empat anggota TNI gugur dalam rangkaian serangan tersebut. Sementara beberapa lainnya mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan medis.

Kejadian ini kembali menyoroti risiko besar yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian dalam menjalankan misi di wilayah konflik. PBB pun terus menekankan pentingnya perlindungan terhadap personel mereka di lapangan agar tragedi serupa tidak terulang.

Ilhamsyah Putra

About Author

You may also like

Dunia

Menteri pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat kembali bertemu

Jakarta teritorial.com – Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, kembali bertemu dengan koleganya, Menteri Pertahanan Amerikat Serikat, James Mattis, di akhir acara
Dunia

Arab Saudi Gagalkan Serangan Rudal yang Targetkan Bandara

Jakarta territorial.com- Pasukan pertahanan Arab Saudi berhasil menggagalkan serangan rudal yang diluncurkan dari wilayah konflik di Yaman, Sabtu (4/11/2017) malam