Jakarta, Juni 2026 — Industri perikanan dan akuakultur Indonesia terus bergerak menuju ekosistem yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Seiring meningkatnya kebutuhan teknologi budidaya, pengolahan hasil laut, hingga penguatan rantai pasok dan akses pasar global, Indo Fisheries 2026 Expo & Forum kembali hadir sebagai platform internasional yang mempertemukan berbagai pelaku industri dalam satu ruang kolaborasi strategis.
Pameran ini akan dilaksanakan pada 16–18 Juni 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, penyelenggaraan ke-16 pameran Indo Fisheries akan digelar bersamaan dengan Indo Livestock, Indo Feed, Indo Dairy, Indo Agrotech, dan Indo Vet 2026 Expo & Forum. Pameran lintas sektor ini menghadirkan 600 peserta dari 30 negara, dengan 7 paviliun negara, serta akan menarik sekitar 20.000 pengunjung dari dalam dan luar negeri.
Menjelang pelaksanaan pameran, PT Napindo Media Ashatama (Napindo) menggelar Press Reception pada Rabu (10/06/2026) di Jakarta. Kegiatan ini menjadi momentum bagi penyelenggara bersama pemerintah, asosiasi, strategic partner, dan pihak media untuk memaparkan kesiapan penyelenggaraan sekaligus menyoroti perkembangan industri perikanan dan akuakultur nasional yang terus berkembang di tengah dinamika pasar global.
Dalam kesempatan tersebut, para narasumber menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong penguatan daya saing industri nasional, mulai dari pengembangan teknologi budidaya, peningkatan kualitas produk perikanan, penguatan rantai pasok, hingga perluasan akses pasar global.
Project Director Napindo, Lisa Rusli, menyampaikan bahwa Indo Fisheries hadir sebagai platform strategis yang mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, asosiasi, dan akademisi dalam satu ruang kolaborasi yang mendukung pengembangan industri perikanan dan akuakultur nasional. Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini tidak hanya menjadi sarana promosi produk dan inovasi teknologi, tetapi juga wadah untuk memperluas jejaring bisnis, membuka peluang investasi, serta mendorong pertukaran pengetahuan dan inovasi yang dibutuhkan industri dalam menghadapi tantangan dan peluang pasar yang terus berkembang.

Sejalan dengan tujuan tersebut, Indo Fisheries 2026 juga mendapat dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI sebagai bagian dari upaya bersama untuk memperkuat daya saing produk kelautan dan perikanan Indonesia melalui promosi, perluasan akses pasar, serta penguatan jejaring kemitraan dan investasi.
Dalam keterangan tertulis, Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud mewakili KKP menyampaikan bahwa ditengah meningkatnya persaingan dan tuntutan pasar global terhadap produk yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan, ajang ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, investor, akademisi, dan buyer internasional guna mendorong peningkatan nilai tambah, adopsi inovasi, serta pengembangan pasar yang lebih luas.
Machmud berharap Indo Fisheries 2026 dapat menjadi katalisator dan memperkuat posisi produk kelautan dan perikanan Indonesia di pasar domestik, memperluas penetrasi ke pasar ekspor, serta mengukuhkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama industri perikanan dunia.
Dari perspektif industri, MINAPOLI selaku strategic partner turut menyoroti pentingnya penguatan sektor akuakultur nasional melalui kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, akademisi, dan penyedia teknologi. Menurut MINAPOLI, sinergi tersebut menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, serta daya saing industri akuakultur Indonesia di pasar global.
Perkuat Interaksi Bisnis, Teknologi, dan Edukasi Industri
Selain menghadirkan pameran internasional, Indo Fisheries 2026 juga diramaikan oleh berbagai program yang dirancang untuk memperkuat interaksi bisnis dan pertukaran wawasan industri. Rangkaian program unggulan seperti Fisheries Buyers Program, Fisheries Seminar, dan Fisheries Stage akan menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha, distributor, buyer, dan stakeholder industri dari dalam maupun luar negeri.
Berbagai teknologi terbaru di bidang budidaya, pakan, bibit, kesehatan ikan, cold storage, hingga pengolahan makanan juga akan diperkenalkan selama tiga hari pameran berlangsung. Technical Product Presentation turut dihadirkan untuk mendorong adopsi teknologi dan pengembangan industri perikanan dan akuakultur.
Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan konsumsi protein ikan di masyarakat, Indo Fisheries 2026 juga akan menghadirkan program Happy Hour: Live Cooking Demo yang menampilkan berbagai olahan berbasis ikan dan hasil perikanan. Melalui kegiatan ini, pengunjung dapat memperoleh pemahaman lebih lanjut mengenai manfaat konsumsi ikan sebagai sumber protein berkualitas sekaligus mengenal ragam produk perikanan yang bernilai tambah dan berpotensi dikembangkan di pasar domestik maupun internasional.
Melanjutkan upaya mendorong konsumsi protein hewani dan pola makan sehat terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat, Indo Fisheries 2026 juga turut menghadirkan Sosialisasi SDTI (Susu, Daging, Telur, Ikan) dengan tema “Gizi Seimbang Generasi Gemilang” melalui Bazaar UMKM, Fun Activities, dan Talkshow. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya konsumsi protein hewani serta pola makan sehat, dengan target utama masyarakat luas, khususnya orang tua, tenaga pendidik, dan generasi muda.
Antusiasme Industri Perkuat Penyelenggaraan Indo Fisheries 2026
Indo Fisheries, Indo Livestock, Indo Feed, Indo Dairy, Indo Agrotech, dan Indo Vet 2026 Expo & Forum mendapatkan dukungan dari 50 kementerian, lembaga, asosiasi, dan universitas yang bergerak di berbagai sektor perikanan, akuakultur, peternakan, pakan ternak, pengolahan susu, pertanian, kesehatan hewan, dan alat-alat kedokteran hewan di Indonesia.
Antusiasme terhadap Indo Fisheries 2026 tidak hanya datang dari pelaku industri dalam negeri, tetapi juga dari berbagai negara yang telah mengonfirmasi partisipasinya sebagai peserta pameran. Sejumlah negara tersebut di antaranya Amerika Serikat, Australia, China, Denmark, Italia, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Malaysia, Prancis, Vietnam, dan berbagai negara lainnya yang turut memperkuat skala internasional penyelenggaraan tahun ini.
Dengan dukungan dan antusiasme dari berbagai pihak, Napindo optimis Indo Fisheries 2026 Expo & Forum dapat menjadi momentum strategis untuk mendorong investasi, memperluas peluang kolaborasi bisnis, sekaligus mempercepat transformasi industri perikanan dan akuakultur Indonesia menuju ekosistem yang lebih inovatif dan berdaya saing global.

