TERITORIAL.COM, JAKARTA – Baru-baru ini pemerintah mengadakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan sepanjang 1 Januari hingga 3 Mei 2026. Program ini menjangkau sekitar 4,8 juta anak usia sekolah di 48 ribu sekolah di seluruh Indonesia. Dari hasil pemeriksaan tersebut –yang dirilis 6 Mei 2026- ditemukan sekitar 663 ribu anak mengalami darah tinggi (hipertensi), sementara sekitar 1,1 juta anak mengalami masalah gigi berlubang. Angka tersebut menunjukkan sekitar 22,1 persen anak mengalami darah tinggi dan 41 persen mengalami masalah gigi berlubang.
Data ini tentu tidak bisa dianggap sekadar angka biasa. Selama ini hipertensi identik dengan orang tua, stres kerja, atau usia lanjut. Namun kini, tekanan darah tinggi mulai banyak ditemukan pada anak-anak dan remaja.
Fenomena ini menurut saya adalah alarm besar perubahan gaya hidup keluarga modern.
Hipertensi pada anak secara umum dibagi menjadi dua jenis: hipertensi sekunder dan hipertensi primer. Hipertensi sekunder biasanya disebabkan penyakit tertentu seperti gangguan ginjal, kelainan jantung bawaan, atau gangguan hormon. Jenis ini lebih sering ditemukan pada bayi atau anak usia kecil.
Namun melihat besarnya angka pada program CKG di atas, dugaan kuatnya banyak kasus saat ini mengarah ke hipertensi primer. Artinya, tekanan darah tinggi muncul bukan karena satu penyakit khusus, tetapi karena kombinasi pola hidup dan lingkungan sehari-hari.
Dan inilah yang paling mengkhawatirkan.
Anak Modern Hidup di Lingkungan yang “Memudahkan” Hipertensi
Banyak keluarga sebenarnya tidak sadar bahwa pola hidup harian anak saat ini sangat mendukung munculnya hipertensi sejak dini.
1. Konsumsi garam berlebihan
Ini kemungkinan salah satu faktor terbesar.
Masalahnya, garam tidak hanya berasal dari makanan asin yang terasa jelas di lidah. Garam tersembunyi sangat banyak ditemukan pada:
• Mie instan
• Sosis dan nugget
• Snack kemasan
• Keripik
• Fast food
• Bumbu instan
• Makanan frozen
• Saus dan penyedap
Anak-anak sekarang bisa mengonsumsi garam sangat tinggi hampir setiap hari tanpa disadari orang tua. Natrium berlebih membuat tubuh menahan cairan dan meningkatkan tekanan darah.
2. Minuman manis dan ultra processed food
Banyak anak sekarang rutin mengonsumsi:
• Teh kemasan
• Minuman kekinian
• Soda
• Susu tinggi gula
• Camilan manis
Gula berlebih meningkatkan risiko obesitas dan resistensi insulin, yang kemudian berhubungan erat dengan hipertensi primer. Selain itu konsumsi tinggi gula ini juga yang saya yakini menjadi penyebab tingginya angka kasus gigi berlubang yang mencapai 41% di hasi skrining di atas.
3. Aktivitas fisik menurun drastis
Dulu anak banyak berlari, bermain di luar, naik sepeda, atau berjalan kaki. Sekarang banyak waktu habis untuk:
• Gawai (gadget)
• Game
• Scrolling video
• Duduk lama
Tubuh anak menjadi kurang aktif membakar energi dan kesehatan pembuluh darah ikut menurun.
4. Obesitas anak meningkat
Hipertensi primer sangat erat kaitannya dengan obesitas. Lemak tubuh berlebih memengaruhi kerja hormon, pembuluh darah, dan metabolisme tubuh sehingga tekanan darah lebih mudah meningkat.
Dan yang perlu dipahami: anak gemuk belum tentu sehat.
5. Kurang tidur
Jam tidur anak sekarang juga banyak terganggu:
• Tidur terlalu malam
• Screen time berlebihan
• Kualitas tidur buruk
Kurang tidur sangat berpengaruh pada hormon pengatur tekanan darah dan metabolisme.
Yang Perlu Dilakukan Keluarga
Dari pengalaman saya melayani banyak kasus metabolisme, solusi terbesar bukan di rumah sakit, tetapi dimulai dari meja makan dan pola hidup di rumah.
Orang tua perlu mulai:
• Mengurangi makanan ultra proses
• Membatasi mi instan, snack kemasan, dan fast food
• Membiasakan makanan rumahan
• Memperbanyak buah dan sayur
• Mengurangi minuman manis harian
• Membiasakan anak aktif bergerak minimal 1 jam per hari
• Memperbaiki jam tidur anak
• Tidak menjadikan junk food sebagai “hadiah”
Yang penting juga: perubahan harus dilakukan seluruh keluarga, bukan hanya anak. Sulit meminta anak hidup sehat bila lingkungan rumah tidak mendukung.
Jangan Tunggu Sampai Dewasa
Hipertensi pada anak bukan masalah sepele. Tekanan darah tinggi yang berlangsung sejak kecil dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal saat dewasa nanti.
Data CKG ini seharusnya menjadi pengingat bahwa kesehatan anak tidak hanya soal anak tidak sakit hari ini. Tetapi juga tentang bagaimana pola hidup masa kecil membentuk kesehatan mereka 10–20 tahun ke depan.
Dan mungkin, tanpa sadar, dapur serta kebiasaan harian keluarga saat ini sedang menentukan apakah anak akan menjadi generasi yang lebih sehat… atau justru lebih cepat sakit dibanding generasi sebelumnya.
Penulis : Darmawati, S.Si, M.Si, C.Ht
Penulis adalah biolog dan imunolog yang fokus pada kesehatan holistik tanpa obat
Aktif melakukan edukasi tumbuh kembang dan kesehatan anak di platform TikTok @darnawati.msi

