Dunia Headline

Netanyahu Buka Suara soal Perlakuan Menteri Israel ke Aktivis GSF

Dalam video itu, Ben-Gvir tampak berada di antara ratusan aktivis yang ditahan aparat keamanan Israel. Ia terlihat melontarkan pernyataan sambil membawa bendera Israel besar. Salah satu aktivis bahkan terdengar meneriakkan “Free Palestine” sebelum kemudian dipaksa berlutut oleh petugas keamanan, dengan tangan terikat di belakang.

Peristiwa tersebut terjadi di area yang disebut sebagai lokasi penahanan sementara, termasuk pelabuhan Ashdod serta di atas kapal yang ditahan. Aktivis lain juga terlihat dalam kondisi tangan terikat dan dipaksa menunduk di lantai.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memberikan teguran terhadap tindakan Ben-Gvir. Meski demikian, ia tetap menegaskan dukungan terhadap langkah militer Israel yang menghentikan armada GSF agar tidak memasuki wilayah Gaza.

“Israel memiliki hak penuh untuk mencegah armada provokatif pendukung teroris Hamas memasuki perairan teritorial kami dan mencapai Gaza,” katanya. “Namun, cara Menteri Ben-Gvir menangani para aktivis armada tersebut tidak sesuai dengan nilai dan norma Israel,” tambahnya.

Respons Internasional Menguat

Insiden tersebut memicu reaksi dari sejumlah negara. Tercatat setidaknya sembilan warga negara Indonesia (WNI) ikut dalam rombongan aktivis GSF yang ditahan oleh militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Pemerintah Spanyol menjadi salah satu pihak yang paling keras bereaksi dengan memanggil pulang duta besar Israel. Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menyebut tindakan terhadap para aktivis sebagai hal yang tidak bermartabat dan memalukan.

“Ini merupakan respons atas perlakuan yang mengerikan, tidak bermartabat, dan memalukan oleh seorang menteri Israel terhadap warga Spanyol dan anggota armada lainnya,” tulisnya di platform X.

Turki juga mengecam keras insiden tersebut. Kementerian Luar Negeri Turki menyebut tindakan itu mencerminkan “mentalitas barbar” dari pihak Israel dan menuding adanya praktik kekerasan yang tidak manusiawi terhadap para aktivis.

Eskalasi Diplomatik di Eropa

Gelombang kecaman juga datang dari sejumlah negara Eropa, termasuk Prancis dan Italia, serta beberapa anggota NATO lainnya yang turut memanggil duta besar Israel masing-masing.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menegaskan bahwa tindakan terhadap aktivis internasional tidak dapat dibenarkan. Ia menekankan bahwa meskipun Prancis tidak sepakat dengan misi armada tersebut, warganya yang ditahan tetap harus diperlakukan secara layak.

“Perlindungan warga negara Prancis adalah prioritas utama. Saya telah meminta agar duta besar Israel untuk Prancis dipanggil untuk menyampaikan kemarahan kami dan mendapatkan penjelasan,” ujarnya.

Prancis juga menuntut agar para aktivis segera dibebaskan dan diperlakukan sesuai standar kemanusiaan internasional.

Ilhamsyah Putra

About Author

You may also like

Dunia

Menteri pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat kembali bertemu

Jakarta teritorial.com – Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, kembali bertemu dengan koleganya, Menteri Pertahanan Amerikat Serikat, James Mattis, di akhir acara
Dunia

Arab Saudi Gagalkan Serangan Rudal yang Targetkan Bandara

Jakarta territorial.com- Pasukan pertahanan Arab Saudi berhasil menggagalkan serangan rudal yang diluncurkan dari wilayah konflik di Yaman, Sabtu (4/11/2017) malam