Dunia

Rudal Hantam Sekolah Iran, 175 Orang Dilaporkan Tewas

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Militer Amerika Serikat kembali menjadi sorotan setelah belum memberikan pengakuan resmi terkait serangan rudal yang menghantam SD Shajareh Tayyebeh di Minab, Iran selatan. Serangan yang terjadi pada 28 Februari 2026 itu dilaporkan menewaskan 175 orang, sebagian besar merupakan siswi sekolah dasar.

Peristiwa tersebut terjadi pada hari pertama operasi pengeboman gabungan AS-Israel terhadap Iran. Menurut pejabat Iran, rudal menghantam sekolah putri yang berada di dekat kompleks militer Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Pemerintah AS sempat memberikan pernyataan yang berbeda-beda terkait insiden itu. Bahkan Presiden Donald Trump sempat menyebut serangan tersebut dilakukan oleh Iran sendiri. Namun, hasil investigasi media Amerika dan sejumlah analis pertahanan menyebut sekolah kemungkinan terkena rudal Tomahawk buatan AS.

Penyelidikan internal militer AS kemudian menemukan adanya dugaan penggunaan data target lama yang salah mengidentifikasi lokasi sekolah sebagai bagian dari fasilitas militer IRGC di dekat area tersebut. Meski demikian, Pentagon hingga kini belum memberikan pengakuan resmi dan hanya menyatakan investigasi masih berjalan.

Anggota Parlemen AS Desak Pentagon Bertanggung Jawab

Dalam sidang Komite Angkatan Bersenjata Parlemen AS pada Selasa lalu, sejumlah anggota parlemen menekan Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper agar mengakui keterlibatan AS dalam tragedi tersebut.

“Sudah sekitar 80 hari sejak kampanye pengeboman awal yang menghantam sekolah perempuan itu. Sudah cukup jelas apa yang terjadi di sana,” kata anggota Parlemen Adam Smith dari Partai Demokrat.

Smith juga menuding Pentagon terus menunda pengakuan terhadap kesalahan fatal tersebut. Menurutnya, dalam kasus serupa sebelumnya, militer AS biasanya lebih cepat memberikan klarifikasi meski investigasi belum selesai.

Namun Cooper tetap menolak memberikan jawaban tegas. Ia hanya menyatakan bahwa “AS tidak sengaja menargetkan warga sipil” dan kembali menegaskan investigasi masih berlangsung.

Ketika kembali didesak soal tanggung jawab AS, Cooper menyebut penyelidikan kasus tersebut cukup rumit. Ia juga mengklaim sekolah berada di area pangkalan rudal jelajah IRGC yang aktif.

Meski begitu, arsip situs resmi sekolah dan citra satelit menunjukkan lokasi sekolah berada di dekat kompleks militer, bukan di dalam area pangkalan seperti yang diklaim pihak AS.

Iran dan Dunia Internasional Bereaksi Keras

Pernyataan Pentagon memicu reaksi keras dari pemerintah Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyebut klaim militer AS sebagai “kebohongan yang mengerikan.”

“Distorsi yang tidak tahu malu ini adalah upaya nyata untuk mengaburkan kenyataan yang mengerikan,” tulisnya di X, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (21/5/2026).

Ia menegaskan serangan terhadap sekolah tersebut merupakan pelanggaran serius hukum humaniter internasional dan menyebutnya sebagai “kejahatan perang yang jelas”.

Kecaman juga datang dari sejumlah tokoh internasional. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menuduh AS melakukan tindakan tidak manusiawi. Sementara Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez turut menyampaikan solidaritas kepada para korban.

Meski konflik bersenjata mulai mereda setelah gencatan senjata pada April lalu, hubungan AS dan Iran masih memanas. Negosiasi perdamaian kedua negara hingga kini belum menemukan titik terang.

Trump bahkan kembali mengancam akan melanjutkan serangan terhadap Iran apabila Teheran tidak menerima tuntutan AS terkait isu nuklir.

“Kami mungkin harus memberikan pukulan besar lagi kepada Iran. Maksud saya dua atau tiga hari, mungkin Jumat, Sabtu, Minggu, atau sesuatu, mungkin awal minggu depan, dalam jangka waktu terbatas, karena kita tidak bisa membiarkan mereka memiliki senjata nuklir baru,” katanya kepada wartawan pada hari Selasa.

Rizki Aminulloh

About Author

You may also like

Dunia

Menteri pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat kembali bertemu

Jakarta teritorial.com – Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, kembali bertemu dengan koleganya, Menteri Pertahanan Amerikat Serikat, James Mattis, di akhir acara
Dunia

Arab Saudi Gagalkan Serangan Rudal yang Targetkan Bandara

Jakarta territorial.com- Pasukan pertahanan Arab Saudi berhasil menggagalkan serangan rudal yang diluncurkan dari wilayah konflik di Yaman, Sabtu (4/11/2017) malam