Dua bus yang digunakan merupakan kendaraan sewaan, sementara satu lainnya disediakan oleh pihak universitas. Peserta aksi berasal dari sejumlah fakultas di lingkungan Universitas Pakuan.
Presiden Mahasiswa Unpak, Galuh Maulana, mengatakan aksi tersebut membawa tema “Menuju Indonesia Gagal”. Dalam aksi itu, mahasiswa menyampaikan sejumlah kritik terhadap berbagai kebijakan nasional yang dinilai perlu mendapat evaluasi.
Enam Tuntutan Dibawa dalam Aksi
Dalam aksi di Gedung DPR RI, mahasiswa Unpak membawa enam poin tuntutan. Beberapa di antaranya berkaitan dengan evaluasi program pemerintah, perubahan regulasi, hingga pengawalan terhadap sejumlah agenda hukum.
Enam tuntutan yang akan disampaikan mahasiswa meliputi evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, evaluasi serta perubahan Undang-Undang TNI dan Polri, percepatan reforma agraria, evaluasi kepemimpinan Prabowo-Gibran, perombakan Kabinet Merah Putih, serta pengawalan Undang-Undang Perampasan Aset.
Terkait rencana DPR yang akan mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset, Galuh menyebut isu tersebut juga menjadi salah satu poin yang akan disuarakan dalam aksi.
“Pakuan siap menyambut eskalasi gerakan masif per hari ini. Kita sangat menyambut semua teman-teman yang pada akhirnya di semua wilayah untuk pada akhirnya siap turun kembali, baik itu di wilayah dan di nasional. Kita undang kalian semua, mari kita bersuara, mari kita lantangkan suara, mari kita bersikap, mari kita nyatakan perlawanan hari ini kepada rezim yang jahat,” tegasnya.
Rektor Unpak Minta Aksi Tetap Kondusif
Sementara itu, Rektor Universitas Pakuan Didik Notosudjono memberikan dukungan terhadap penyampaian aspirasi mahasiswa. Namun, ia mengingatkan agar aksi berlangsung tertib dan tidak menimbulkan tindakan yang merugikan.
“Pesan demo itu yang sopan (tertib), tapi target-target (tuntutan) bisa tercapai. Kira-kira seperti itu,” ujar Didik.
Menurutnya, mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di ruang publik. Kendati demikian, ia berharap seluruh peserta tetap menjaga keamanan, ketertiban, serta nama baik institusi selama aksi berlangsung.

