TERITORIAL.COM, JAKARTA – LRT Jakarta Velodrome-Manggarai mulai digunakan secara terbatas pada Kamis (10/9/2026) sebagai bagian dari tahapan uji coba operasional. Kehadiran lintas baru ini memperluas jaringan transportasi publik Jakarta sekaligus membuka koneksi langsung menuju kawasan Manggarai yang menjadi salah satu simpul transportasi penting di ibu kota.
Layanan tersebut merupakan bagian dari LRT Jakarta Fase 1B. Jalur yang menghubungkan Velodrome dengan Manggarai memiliki panjang sekitar 6,4 kilometer dan dilengkapi lima stasiun baru, yakni Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai.
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Perkuat Konektivitas
Pengoperasian lintas Velodrome-Manggarai menjadi langkah penting dalam pengembangan transportasi berbasis rel di Jakarta. Jalur ini melanjutkan jaringan LRT Jakarta yang sebelumnya melayani kawasan Kelapa Gading hingga Velodrome.
Dengan tambahan lima stasiun, perjalanan menggunakan LRT kini menjangkau sejumlah kawasan yang memiliki aktivitas permukiman, pendidikan, bisnis, hingga perkantoran. Pemprov DKI sebelumnya menyebut keseluruhan rute Kelapa Gading-Manggarai memiliki panjang sekitar 12,2 kilometer dengan total 11 stasiun.
Salah satu titik penting berada di Stasiun Manggarai. Stasiun tersebut terhubung dengan layanan KRL Commuter Line, TransJakarta, serta kereta bandara menuju Bandara Soekarno-Hatta. Integrasi ini diharapkan mempermudah perpindahan penumpang antarmoda tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.
Jadwal Uji Coba LRT Jakarta
Meski mulai digunakan pada 10 September, operasional LRT Jakarta Velodrome-Manggarai belum langsung dibuka penuh untuk seluruh masyarakat. Pengoperasian dilakukan bertahap untuk memastikan kesiapan sistem dan pelayanan sebelum memasuki tahap operasi yang lebih luas.
Pada 10–16 September 2026, perjalanan diperuntukkan bagi peserta undangan, termasuk perwakilan warga, lembaga, jurnalis, dan kelompok lainnya. Setelah itu, periode kedua berlangsung pada 17 September hingga 2 Oktober 2026.
Pada tahap kedua, layanan beroperasi selama tujuh jam per hari, yakni pukul 09.00–16.00 WIB. Masyarakat dan komunitas dapat mengikuti uji coba setelah melakukan registrasi.
Tahap berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 12 Oktober hingga 30 November 2026. Pada periode tersebut, LRT akan menjalani uji coba umum dengan waktu operasi yang jauh lebih panjang, yakni pukul 05.30 hingga 00.20 WIB. Seluruh stasiun akan diaktifkan dan masyarakat dapat menggunakan layanan tanpa registrasi.
Proyek Senilai Rp4,1 Triliun
Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B merupakan proyek milik PT Jakarta Propertindo (Perseroda) dengan nilai sekitar Rp4,1 triliun. PT Waskita Karya menjadi salah satu pihak yang terlibat dalam pembangunan lintasan tersebut.
Sebelum memasuki tahap uji coba, kesiapan jalur telah melalui berbagai pengujian. Pemprov DKI juga sebelumnya melaporkan progres pembangunan telah mencapai 97,9 persen pada akhir Juli 2026, dengan pekerjaan akhir antara lain mencakup sistem persinyalan dan fasilitas pendukung.
Pengembangan LRT ini diharapkan tidak hanya memperluas pilihan transportasi masyarakat, tetapi juga memperkuat konektivitas antarkawasan di Jakarta. Kehadiran simpul Manggarai menjadi strategis karena kawasan tersebut merupakan titik pertemuan berbagai layanan transportasi publik.
Menanti Operasi Penuh
Pengoperasian bertahap menjadi bagian penting sebelum LRT Jakarta Velodrome-Manggarai memasuki layanan penuh. Pemerintah perlu memastikan aspek keselamatan, sistem persinyalan, integrasi antarmoda, serta kesiapan stasiun berjalan optimal.
Dengan terhubungnya Velodrome hingga Manggarai, jaringan LRT Jakarta memiliki peran yang semakin besar dalam mendukung mobilitas warga. Pada saat yang sama, integrasi dengan KRL, TransJakarta, dan kereta bandara di Manggarai membuka peluang perjalanan yang lebih praktis bagi masyarakat.
Ke depan, keberhasilan pengoperasian lintas ini akan sangat bergantung pada konsistensi layanan, kemudahan integrasi, serta kemampuan transportasi publik menarik masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi.

