Headline Nasional

Hari Kelima, KN SAR Tetuka Sisir Timur Pulau Rakata Cari Delapan Korban

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Memasuki hari kelima operasi pencarian, Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan upaya menemukan lima jurnalis serta tiga kru kapal cepat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Sabtu (12/9/2026). Operasi hari ini difokuskan pada wilayah timur Pulau Rakata yang berada di kawasan Gunung Anak Krakatau, dengan memperluas cakupan penyisiran hingga ribuan nautical mile persegi.

Salah satu unsur utama yang diterjunkan dalam misi tersebut adalah KN SAR Tetuka. Kapal milik Basarnas itu meninggalkan Dermaga Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, sekitar pukul 07.53 WIB menuju lokasi pencarian yang telah ditentukan berdasarkan peta operasi SAR.

Sebelum keberangkatan, seluruh personel yang tergabung dalam operasi lebih dulu mengikuti apel kesiapan serta doa bersama. Barisan peserta apel terdiri dari personel Basarnas yang mengenakan seragam oranye dan anggota Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Banten dengan seragam biru. Prosesi tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum seluruh armada bergerak menuju area operasi.

Komandan KN SAR Tetuka, Capt. Septa Arif Rohadi, menjelaskan bahwa pencarian pada hari kelima akan diarahkan ke sektor timur Pulau Rakata. Penentuan lokasi tersebut telah disesuaikan dengan pemetaan yang dibuat berdasarkan evaluasi operasi beberapa hari sebelumnya.

“Hari ini kita agak ke arah Timur Pulau Rakata untuk area penyisirannya sesuai dengan SAR Map,” ujar Septa di KN SAR Tetuka, Sabtu.

Empat Belas Armada Dikerahkan

Dalam operasi hari kelima ini, Tim SAR Gabungan mengerahkan total 14 alat utama (alut) untuk mendukung proses pencarian di laut. Kekuatan tersebut terdiri atas unsur TNI AL, Basarnas, Polairud, hingga kapal pendukung lain yang bekerja secara terpadu.

Armada yang terlibat meliputi KRI Kerambit-627, KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KRI Leuser-924, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RBB Peucang, KRI Lepu, KN SAR Antasena, RIB Lampung, KAL Pahowang, TB Gunung Santri, dan KP Hayabusa.

Seluruh unsur tersebut bertugas menyisir sektor pencarian yang telah dibagi berdasarkan koordinat masing-masing agar proses pencarian berlangsung lebih efektif. Pada hari kelima, total luas area operasi mencapai sekitar 4.512 nautical mile persegi, menjadikannya salah satu cakupan pencarian terbesar sejak insiden terjadi.

Dua Life Jacket Masih Ditelusuri

Di tengah upaya pencarian, Tim SAR Gabungan sebelumnya menemukan dua jaket pelampung (life jacket) yang mengapung di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau. Penemuan tersebut diharapkan dapat menjadi petunjuk penting dalam proses pencarian delapan korban yang hingga kini belum ditemukan.

Life jacket kedua ditemukan oleh unsur KAL Anyer pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 14.45 WIB. Setelah ditemukan, barang tersebut langsung diamankan dan dibawa ke Kantor SAR di Pelabuhan Ciwandan untuk menjalani proses identifikasi oleh pihak kepolisian.

Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banten, Letkol Laut (P) Wawan Subagyo, menyampaikan bahwa jaket pelampung yang ditemukan memiliki warna oranye.

“Mengenai spesifik atau ciri-ciri, life jacket warna oranye,” kata Wawan dalam konferensi pers, Jumat (11/9/2026).

Hingga Sabtu (12/9/2026), Tim SAR Gabungan masih terus mengoptimalkan penyisiran melalui jalur laut dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan. Evaluasi terhadap hasil pencarian akan terus dilakukan secara berkala untuk menentukan strategi operasi pada hari-hari berikutnya.

Ilhamsyah Putra

About Author

You may also like

Nasional

Munas NU Sepakat Tingkatkan Kontribusi Memperkokoh Nilai Kebangsaan

Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Musyawarah Besar NU dari waktu ke waktu selalu memberi kontribusi penting bagi bangsa Indonesia. Tema
Nasional

Kedubes AS sampaikan penolakan Panglima TNI kesalahan administratif

Jakarta, Teritorial.com- Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta menyampaikan bahwa penolakan masuk Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke wilayah AS