Dunia

Kapal Selam Nuklir Inggris Disebut Andalkan Selang Pemadam untuk Hadapi Drone

London, TERITORIAL.COM – Angkatan Laut Kerajaan Inggris (Royal Navy) dilaporkan melatih pelaut untuk menghadapi potensi serangan drone terhadap kapal selam rudal balistik kelas Vanguard menggunakan selang pemadam kebakaran. Laporan yang diterbitkan tabloid Inggris, The Sun, pada 9 Oktober 2026 itu memicu perhatian terhadap keamanan pangkalan kapal selam strategis Inggris.

Kapal selam kelas Vanguard merupakan bagian penting dari sistem penangkal nuklir Inggris. Armada yang terdiri dari empat kapal tersebut dilengkapi rudal balistik Trident II dan menjadi satu-satunya platform kapal selam Inggris yang membawa senjata nuklir operasional.

Menurut laporan The Sun, selang pemadam kebakaran yang dikenal sebagai centre-fed reels ditempatkan di geladak kapal selam ketika bersandar di Pangkalan Angkatan Laut Clyde, atau HMNB Clyde, di Skotlandia.

Selang tersebut dilengkapi nosel dengan pegangan menyerupai pistol agar pelaut dapat mengarahkan semprotan air bertekanan tinggi ke drone yang mendekat. Peralatan ini disebut sebagai langkah pertahanan terhadap drone kecil yang berpotensi mengancam kapal ketika berada di pelabuhan.

Salah satu sumber anonim yang dikutip The Sun mengatakan, “Anda harus memanfaatkan apa yang ada.”

Meski demikian, laporan tersebut tidak berarti selang pemadam merupakan satu-satunya sistem keamanan yang melindungi kapal selam Inggris. Royal Navy menyatakan bahwa perlindungan di pangkalan dilakukan melalui beberapa lapisan pertahanan.

Angkatan Laut Inggris Sebut Ada Sistem Pertahanan Berlapis

Menurut keterangan yang dilaporkan The Sun, Royal Navy mengandalkan sejumlah langkah pengamanan untuk melindungi kapal selam yang sedang bersandar.

Sistem tersebut mencakup penghalang fisik, patroli, pengawasan, pemantauan, serta kemampuan untuk menghadapi drone. Selang pemadam disebut sebagai salah satu sarana yang dapat digunakan jika drone berhasil mendekati kapal dan melewati lapisan pertahanan lainnya.

Pemerintah Inggris juga menyatakan akan memperkuat perlindungan fasilitas militernya. Juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan pemerintah mengalokasikan tambahan dana sebesar 470 juta poundsterling selama empat tahun ke depan melalui Defence Investment Plan untuk meningkatkan keamanan lokasi militer.

Pangkalan Clyde memiliki nilai strategis karena menjadi markas armada kapal selam rudal balistik Inggris. Keamanan fasilitas tersebut menjadi perhatian di tengah meningkatnya penggunaan drone untuk pengintaian maupun serangan dalam konflik modern.

Namun, rincian mengenai kemampuan pertahanan yang tersedia di lokasi tersebut tidak seluruhnya dipublikasikan. Karena itu, klaim bahwa selang pemadam menjadi satu-satunya pertahanan terhadap seluruh jenis drone perlu dibedakan dari keterangan resmi mengenai sistem keamanan pangkalan.

Kesiapan Armada Kapal Selam Inggris Jadi Sorotan

Laporan mengenai penggunaan selang pemadam muncul ketika kesiapan operasional armada kapal selam serang Inggris juga menjadi perhatian.

Angkatan Laut Inggris mengoperasikan kapal selam kelas Astute yang menggunakan tenaga nuklir, tetapi persenjataannya bersifat konvensional. Kapal-kapal ini dirancang untuk memburu kapal selam dan kapal permukaan lawan, mengumpulkan informasi intelijen, serta mendukung operasi militer.

Pensiunan Kepala Staf Angkatan Laut Inggris, Lord Alan West, sebelumnya mengkritik kondisi armada tersebut. Ia menilai jumlah kapal yang tersedia dan persoalan kesiapan operasional menjadi tantangan serius bagi Royal Navy.

Meski begitu, klaim bahwa seluruh armada kelas Astute tidak layak menjalankan misi tempur tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan laporan tersebut. Status setiap kapal berbeda-beda, bergantung pada penugasan, pemeliharaan, dan tahap uji coba.

Dalam laporan resmi kepada parlemen pada Januari 2026, pemerintah Inggris menyatakan lima kapal kelas Astute berstatus aktif, sementara dua kapal lainnya masih dalam proses pembangunan atau persiapan untuk memasuki layanan.

Salah satu kapal terbaru, HMS Agamemnon, tiba di pangkalan Clyde pada 2 Oktober 2026 setelah berlayar dari galangan kapal di Barrow-in-Furness. Kapal tersebut masih harus menyelesaikan tahapan lanjutan sebelum menjalankan tugas operasional sepenuhnya.

Dengan demikian, persoalan kesiapan armada perlu dilihat berdasarkan status masing-masing kapal, bukan disimpulkan bahwa seluruh kapal serang Inggris tidak dapat digunakan.

Ketegangan dengan Rusia Menambah Perhatian terhadap Keamanan

Keamanan fasilitas militer Inggris juga menjadi sorotan di tengah ketegangan dengan Rusia. London telah mengambil tindakan terhadap kapal-kapal yang dituduh terkait dengan apa yang disebut sebagai armada bayangan Rusia, yakni kapal-kapal yang digunakan untuk mengangkut minyak dan komoditas lainnya guna menghindari sanksi internasional.

Moskow mengecam tindakan penyitaan terhadap kapal-kapal yang dikaitkan dengan Rusia. Presiden Rusia Vladimir Putin juga membantah bahwa negaranya berencana menyerang NATO dan menuduh sejumlah pemimpin Eropa Barat meningkatkan ketegangan melalui pernyataan tentang kemungkinan perang pada akhir dekade ini serta latihan militer di kawasan Laut Baltik.

Putin menyebut berbagai langkah tersebut sebagai eskalasi. Pernyataan itu mencerminkan perbedaan pandangan antara Moskow dan negara-negara Barat mengenai sumber meningkatnya ketegangan keamanan di Eropa.

Di tengah situasi tersebut, perlindungan kapal selam kelas Vanguard menjadi perhatian khusus karena armada ini merupakan komponen utama penangkal nuklir Inggris. Perdebatan mengenai penggunaan selang pemadam untuk menghadapi drone pun menyoroti tantangan baru dalam melindungi aset militer strategis dari ancaman udara tanpa awak.

Kayla Dikta Alifia

About Author

You may also like

Dunia

Menteri pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat kembali bertemu

Jakarta teritorial.com – Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, kembali bertemu dengan koleganya, Menteri Pertahanan Amerikat Serikat, James Mattis, di akhir acara
Dunia

Arab Saudi Gagalkan Serangan Rudal yang Targetkan Bandara

Jakarta territorial.com- Pasukan pertahanan Arab Saudi berhasil menggagalkan serangan rudal yang diluncurkan dari wilayah konflik di Yaman, Sabtu (4/11/2017) malam