Jakarta, TERITORIAL.COM – Industri kecantikan Indonesia kehilangan salah satu tokoh pentingnya. Martha Tilaar, pendiri Martha Tilaar Group sekaligus pelopor kosmetik lokal berbahan alami, meninggal dunia pada Rabu (14/10/2026) dalam usia 89 tahun.
Martha mengembuskan napas terakhir pada pukul 06.22 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan. Kabar duka tersebut disampaikan keluarga besar Martha Tilaar Group melalui akun Instagram resmi mereka, @martha_tilaar. Jenazahnya dijadwalkan dimakamkan pada Jumat (16/10/2026) di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat.
Kepergian Martha bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi industri kecantikan nasional. Selama lebih dari lima dekade, ia mengembangkan bisnis yang memadukan ilmu kecantikan modern dengan bahan alami dan tradisi perawatan tubuh Nusantara.
Keluarga besar Martha Tilaar Group mengenang sang pendiri sebagai sosok yang mewariskan ilmu, visi, dan semangat untuk memajukan industri kecantikan Indonesia. Dedikasinya dalam melestarikan budaya serta memberdayakan perempuan juga menjadi bagian penting dari perjalanan perusahaan yang dibangunnya.
Berawal dari Salon Kecil di Menteng
Martha Tilaar lahir di Kebumen, Jawa Tengah, pada 4 September 1937. Ketertarikannya pada dunia kecantikan berkembang melalui pendidikan dan pengalamannya, termasuk saat menempuh pendidikan kecantikan di Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, Amerika Serikat.
Setelah kembali ke Indonesia, Martha memulai usahanya pada 1970 dengan membuka salon sederhana di garasi rumah orang tuanya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Usaha tersebut menjadi langkah awal perjalanan panjangnya membangun bisnis kecantikan. Dua tahun kemudian, ia membuka salon kedua bernama Martha Griya Salon. Di tempat inilah, perawatan kecantikan tradisional berbasis tanaman herbal mulai dikembangkan sebagai bagian dari bisnisnya.
Martha tidak sekadar menawarkan layanan perawatan kecantikan. Ia juga melihat potensi pengetahuan tradisional Indonesia, termasuk penggunaan tanaman herbal dan resep perawatan yang diwariskan secara turun-temurun, untuk dikembangkan menjadi produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern.
Pada 1977, Martha bersama mitra bisnisnya mendirikan PT Martina Berto dan mengembangkan Sariayu sebagai merek produk kecantikan dan jamu modern. Perusahaan tersebut kemudian berkembang dengan menghadirkan berbagai produk perawatan kulit, kosmetik, dan perawatan tubuh.
Selain Sariayu, sejumlah merek yang dikembangkan dalam kelompok usaha Martha Tilaar antara lain Biokos, Belia, dan PAC. Perkembangan tersebut memperlihatkan bagaimana usaha yang bermula dari sebuah salon kecil tumbuh menjadi kelompok bisnis yang bergerak di bidang kosmetik, jamu, pendidikan kecantikan, dan layanan perawatan tubuh.
Martha Tilaar dan Perjuangannya Memberdayakan Perempuan Indonesia
Di balik perkembangan bisnisnya, Martha Tilaar juga menaruh perhatian pada pendidikan dan kemandirian perempuan. Baginya, industri kecantikan tidak hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga dapat menjadi jalan bagi perempuan untuk memperoleh keterampilan, membangun usaha, dan memiliki penghasilan sendiri.
Salah satu wujud nyata dari perhatian tersebut adalah pendirian Puspita Martha, lembaga pendidikan kecantikan yang berkembang menjadi Puspita Martha International Beauty School.
Melalui lembaga ini, perempuan dapat mempelajari berbagai keterampilan profesional, mulai dari tata rias, penataan rambut, hingga perawatan kecantikan. Keterampilan tersebut dapat menjadi bekal untuk bekerja di industri kecantikan maupun membuka usaha sendiri.
Puspita Martha menyebut lembaganya telah mencetak lebih dari 370.000 tenaga profesional yang memiliki keterampilan untuk mengembangkan karier dan usaha di bidang kecantikan.
Upaya ini turut membuka peluang ekonomi bagi perempuan. Mereka tidak hanya dapat bekerja sebagai tenaga profesional di salon atau perusahaan kosmetik, tetapi juga berkesempatan menjadi perias, terapis kecantikan, hingga pemilik usaha.
Pandangan Martha mengenai perempuan juga tercermin dalam pemikirannya tentang emansipasi. Dalam kutipan yang dimuat di situs resmi Sariayu, ia menekankan bahwa perempuan tidak hanya membutuhkan kesetaraan hak, tetapi juga hak untuk memilih dan menentukan jalan hidupnya sendiri.
Bagi Martha, pendidikan dan keterampilan menjadi bagian penting untuk membantu perempuan memiliki pilihan yang lebih luas dalam kehidupan maupun pekerjaan.
Mengangkat Warisan Kecantikan Nusantara
Selain membangun bisnis, Martha Tilaar dikenal karena upayanya memperkenalkan kekayaan alam dan tradisi Indonesia melalui produk kecantikan.
Ia menggabungkan pengetahuan tentang bahan alami dengan pendekatan kecantikan modern. Tradisi perawatan menggunakan tanaman herbal, misalnya, dikembangkan menjadi bagian dari produk yang dapat digunakan masyarakat secara lebih luas.
Sariayu menjadi salah satu merek yang membawa pendekatan tersebut. Pengembangan produknya juga terinspirasi oleh kekayaan alam, budaya, serta tradisi kecantikan dari berbagai daerah di Indonesia.
Pendekatan ini memperlihatkan bahwa tradisi lokal dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan industri modern. Bahan dan pengetahuan yang sebelumnya dikenal dalam praktik perawatan tradisional dapat diteliti serta diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Kontribusi Martha dalam bidang kebudayaan mendapat pengakuan pemerintah. Pada 2016, ia menerima Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden Joko Widodo atas perannya dalam mengembangkan dan mengangkat kembali budaya, termasuk tradisi jamu.
Penghargaan tersebut menjadi salah satu pengakuan atas upayanya membawa pengetahuan tradisional Indonesia ke dalam industri kecantikan dan perawatan modern.
Warisan Martha Tilaar bagi Industri Kecantikan Indonesia
Perjalanan Martha Tilaar menunjukkan bagaimana sebuah usaha sederhana dapat berkembang melalui ketekunan, inovasi, dan kemampuan melihat peluang. Dari salon di garasi rumah orang tuanya, ia membangun kelompok usaha yang mencakup berbagai bidang dalam industri kecantikan.
Namun, warisan Martha tidak hanya berkaitan dengan merek dan produk yang dikenal masyarakat. Ia juga meninggalkan jejak melalui pendidikan kecantikan, pengembangan keterampilan profesional, serta upaya membuka peluang bagi perempuan untuk bekerja dan berwirausaha.
Perjalanannya turut menunjukkan bahwa kekayaan alam dan budaya Indonesia dapat menjadi dasar pengembangan produk lokal yang memiliki identitas tersendiri.
Keluarga besar Martha Tilaar Group menegaskan bahwa nilai-nilai yang diwariskan sang pendiri akan terus menjadi pedoman bagi perusahaan dalam mengembangkan karya dan inovasi di masa mendatang.
Kepergian Martha Tilaar menutup perjalanan panjang seorang pengusaha yang mengabdikan hidupnya pada dunia kecantikan. Sementara itu, gagasan yang ia bangun tentang kecantikan, pelestarian budaya, pendidikan, dan kemandirian perempuan akan tetap menjadi bagian dari jejaknya dalam sejarah industri kecantikan Indonesia.

