JAKARTA, Teritorial.com – Marsekal TNI Yusuf Jauhari resmi menjabat Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Marsekal TNI Yusuf Jauhari dipercaya menangani bidang logistik, industri pertahanan, dan teknologi di Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Penunjukan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan karier Marsekal TNI Yusuf Jauhari, perwira tinggi TNI Angkatan Udara yang memiliki pengalaman panjang di lingkungan Kemhan. Sebelum menduduki jabatan wakil menteri, Marsekal TNI Yusuf Jauhari menjabat Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan).
Pengalaman Marsekal TNI Yusuf Jauhari dalam mengelola sarana dan logistik pertahanan menjadi bekal untuk menjalankan tanggung jawab barunya. Di tengah kebutuhan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), penguatan industri pertahanan dalam negeri, dan perkembangan teknologi militer, bidang yang ditanganinya memiliki peran penting dalam mendukung kesiapan pertahanan Indonesia.
Latar Belakang dan Pendidikan Marsekal TNI Yusuf Jauhari
Marsekal TNI Yusuf Jauhari merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1990. Setelah menyelesaikan pendidikan militer, Marsekal TNI Yusuf Jauhari melanjutkan pengabdian sebagai perwira TNI AU sebelum mendapat sejumlah penugasan di lingkungan Kementerian Pertahanan.
Perjalanan karier Marsekal TNI Yusuf Jauhari berkembang dari pengelolaan administrasi hingga penanganan sarana dan logistik pertahanan. Pengalaman lintas bidang tersebut menjadi bagian dari rekam jejaknya sebelum dipercaya menduduki posisi pimpinan di Kemhan.
Perjalanan Karier di Kementerian Pertahanan
Karier Marsekal TNI Yusuf Jauhari di Kemhan tercatat mulai menonjol ketika dipercaya menjabat Kepala Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Kemhan pada 2016. Setahun kemudian, Marsekal TNI Yusuf Jauhari mendapat tugas sebagai Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Kemhan untuk periode 2017–2019.
Pada 2019, Marsekal TNI Yusuf Jauhari melanjutkan tugas sebagai Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kemhan. Jabatan tersebut memperkuat pengalamannya dalam pengelolaan administrasi dan dukungan operasional di lingkungan kementerian.
Selanjutnya, pada 2020, Marsekal TNI Yusuf Jauhari dipercaya memimpin Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kemhan. Posisi itu diembannya hingga 2025. Setelahnya, Marsekal TNI Yusuf Jauhari mendapat amanah sebagai Kepala Badan Logistik Pertahanan pada Agustus 2025.
Tanggung Jawab Baru sebagai Wakil Menteri Pertahanan
Presiden Prabowo Subianto melantik Marsekal TNI Yusuf Jauhari sebagai Wamenhan pada 15 Oktober 2026. Dalam jabatan barunya, Marsekal TNI Yusuf Jauhari menangani bidang logistik, industri pertahanan, dan teknologi.
Logistik menjadi unsur penting dalam menjaga kesiapan pertahanan karena berkaitan dengan ketersediaan perlengkapan, dukungan operasional, dan keberlanjutan pemeliharaan alutsista. Sementara itu, pengembangan industri pertahanan dan teknologi dibutuhkan untuk memperkuat kapasitas nasional serta mengurangi ketergantungan pada pemasok luar negeri.
Dengan pengalaman panjang di lingkungan Kemhan, Marsekal TNI Yusuf Jauhari dihadapkan pada tanggung jawab untuk memastikan dukungan sarana dan logistik berjalan sejalan dengan kebutuhan modernisasi pertahanan.
Penunjukan Marsekal TNI Yusuf Jauhari menempatkannya pada posisi strategis dalam pengelolaan dukungan pertahanan nasional. Rekam jejaknya di bidang administrasi, sarana, dan logistik akan menjadi bekal dalam menjalankan mandat baru, terutama untuk mendukung kesiapan pertahanan serta penguatan teknologi dan industri pertahanan Indonesia.

