Dunia Headline

Aber Kawas Cetak Sejarah, Perempuan Palestina Berhijab Pertama Terpilih Jadi Senator New York

Kawas Aber (Instagram Aber Kawas)

Jakarta, TERITORIAL.COM – Aber Kawas berhasil memenangkan pemilihan anggota Senat Negara Bagian New York untuk Distrik 12 dalam pemilu sela Amerika Serikat yang digelar pada Selasa (3/11/2026). Kemenangan ini menjadi catatan sejarah karena Kawas disebut sebagai perempuan keturunan Palestina-Amerika pertama yang mengenakan hijab dan terpilih menjadi anggota Senat Negara Bagian New York.

Berdasarkan hasil penghitungan suara, Kawas yang berasal dari Partai Demokrat meraih sekitar 74,3 persen suara. Ia unggul jauh dari pesaingnya, Han Khon To dari Partai Republik, yang memperoleh 25,4 persen suara.

Dilansir dari New York Times dan Middle East Eye, Kamis (5/11/2026), hasil sementara ketika sekitar 90 persen suara telah dihitung menunjukkan Kawas memperoleh sekitar 75 persen suara.

Perempuan berusia 34 tahun tersebut menyambut kemenangannya dengan mengunggah pesan singkat melalui akun X pribadinya.

“Kita telah mencatatkan sejarah,” tulis Kawas.

Kemenangan ini menjadikannya salah satu dari sedikit politisi keturunan Palestina yang berhasil menduduki jabatan legislatif tingkat negara bagian di Amerika Serikat.

Anak Pengungsi Palestina yang Aktif dalam Gerakan Sosial

Kawas bukan sosok baru dalam gerakan advokasi masyarakat. Sebelum terjun ke dunia politik, ia dikenal sebagai pengorganisasi komunitas yang memperjuangkan hak-hak kelompok pekerja, imigran, dan masyarakat berpenghasilan rendah.

Melalui laman resmi kampanyenya, Kawas memperkenalkan diri sebagai putri pengungsi Palestina yang tumbuh dalam keluarga kelas pekerja di New York.

Pengalaman keluarganya turut membentuk pandangan politik Kawas. Ia pernah menceritakan bahwa ayahnya ditahan oleh petugas imigrasi Amerika Serikat (ICE) sebelum akhirnya dideportasi. Peristiwa tersebut membuat keluarganya mengalami kesulitan ekonomi dan mendorong Kawas lebih aktif memperjuangkan hak-hak imigran.

Selama lebih dari 15 tahun, ia terlibat dalam berbagai gerakan sosial, mulai dari perjuangan menaikkan upah minimum, menentang pengawasan dan pelecehan oleh aparat, hingga mendorong reformasi kebijakan imigrasi.

Sebelum terpilih sebagai senator, Kawas juga bekerja sebagai Associate Director of Partnerships di Creating Law Enforcement Accountability (CLEAR), sebuah lembaga yang berkaitan dengan advokasi dan pengawasan penegakan hukum.

Usung Slogan Danai Martabat, Lawan Kehancuran

Dalam kampanyenya, Kawas menggunakan slogan “Fund Dignity, Fight Destruction” atau “Danai Martabat, Lawan Kehancuran”.

Slogan tersebut menggambarkan dua fokus utama perjuangannya. Pertama, memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan dasar yang layak, seperti layanan kesehatan, transportasi umum yang terjangkau dan andal, serta perumahan dengan harga yang dapat dijangkau.

Kedua, melawan kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat dan lingkungan. Hal ini mencakup upaya mengatasi perubahan iklim, melindungi hak-hak imigran, serta menolak penggunaan anggaran publik untuk mendanai perang.

Kawas juga merupakan anggota Democratic Socialists of America (DSA), organisasi politik progresif di Amerika Serikat yang mendorong kebijakan ekonomi dan sosial yang lebih berpihak kepada masyarakat kelas pekerja.

Kemenangan Kawas menjadi bagian dari meningkatnya pengaruh kelompok progresif dalam politik New York. Sebelumnya, Zohran Mamdani juga berhasil memenangkan pemilihan wali kota New York pada 2025 dan menjadi salah satu tokoh yang mendapat perhatian luas dari gerakan tersebut.

Didukung Bernie Sanders hingga Rashida Tlaib

Dalam perjalanan kampanyenya, Kawas memperoleh dukungan dari sejumlah tokoh politik progresif Amerika Serikat.

Beberapa di antaranya adalah Zohran Mamdani, Senator Bernie Sanders, dan anggota Kongres Rashida Tlaib.

Dukungan tersebut memperkuat posisi Kawas di tengah persaingan politik Distrik 12. Ia juga menjadi bagian dari kelompok kandidat yang didukung Democratic Socialists of America dalam pemilu sela Amerika Serikat 2026.

Kemenangan Kawas tidak hanya menjadi pencapaian politik bagi dirinya, tetapi juga menambah keterwakilan komunitas Palestina-Amerika dalam lembaga pemerintahan Amerika Serikat.

Kehadirannya di Senat Negara Bagian New York diharapkan dapat membawa perhatian lebih besar terhadap isu ketimpangan ekonomi, hak-hak imigran, perubahan iklim, dan kebijakan luar negeri yang selama ini menjadi bagian dari perjuangannya.

Kayla Dikta Alifia

About Author

You may also like

Dunia

Menteri pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat kembali bertemu

Jakarta teritorial.com – Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, kembali bertemu dengan koleganya, Menteri Pertahanan Amerikat Serikat, James Mattis, di akhir acara
Dunia

Arab Saudi Gagalkan Serangan Rudal yang Targetkan Bandara

Jakarta territorial.com- Pasukan pertahanan Arab Saudi berhasil menggagalkan serangan rudal yang diluncurkan dari wilayah konflik di Yaman, Sabtu (4/11/2017) malam