Campuz Headline

64 Tim Adu Efisiensi di KMHE 2026, Tim UNRI Bawa Dua Mobil dari Riau ke Jember

Beberapa peserta KMHE 2026 sedang bersiap melakukan Technical Inspection, Jumat (2/10/2026) di Universitas Jember.

Jakarta, TERITORIAL.COM – Sebanyak 64 tim dari 42 perguruan tinggi di Indonesia bersiap menguji kendaraan hemat energi hasil riset mereka dalam Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026 di Universitas Jember (UNEJ), Jawa Timur.

Kompetisi nasional yang digelar pada 3–4 Oktober 2026 ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mengembangkan kendaraan dengan efisiensi energi tinggi. Tahun ini, terdapat 43 kendaraan pada kategori Prototype dan 21 kendaraan pada kategori Urban.

Sebelum turun ke lintasan, seluruh peserta menjalani serangkaian tahapan, mulai dari penyusunan laporan desain teknis, evaluasi rancang bangun, Virtual Technical Inspection, hingga pemeriksaan teknis secara langsung. Pemeriksaan tersebut mencakup aspek keselamatan, desain kendaraan, sistem pengereman dan kemudi, serta standar energi yang ditetapkan penyelenggara.

Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Selembayung Team dari Universitas Riau (UNRI). Tim yang beranggotakan 16 mahasiswa itu membawa dua kendaraan sekaligus untuk kategori Urban dan Prototype.

Persiapan kedua mobil tersebut telah dilakukan sejak Februari 2026. Untuk mengikuti kompetisi di Jember, tim bahkan menempuh perjalanan darat selama tiga hari dari Riau sambil membawa kendaraan dan perlengkapan mereka.

“Kami menempuh perjalanan darat selama tiga hari sejak hari Senin dari Riau untuk membawa kendaraan dan perlengkapan tim sampai ke Jember,” ujar mahasiswa Teknik Mesin UNRI, Andry P. Daulay.

KMHE 2026 menjadi debut bagi Andry dan timnya. Meski baru pertama kali mengikuti kompetisi tersebut, Selembayung Team tetap memasang target untuk membawa pulang prestasi.

Menurut Andry, persiapan tim berjalan lancar dengan dukungan kampus dan dosen. Dua pengemudi juga telah disiapkan untuk mengoperasikan masing-masing kendaraan.

“Kami mengunggulkan dua-duanya. Harapannya, minimal kami bisa pulang dari sini membawa juara,” kata Andry.

Bagi para peserta, KMHE tidak hanya menjadi ajang mengejar gelar juara. Kompetisi ini juga menjadi ruang untuk menguji hasil riset, mengembangkan kemampuan rekayasa, sekaligus mencari solusi kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Lintasan KMHE 2026 menggunakan sejumlah ruas jalan internal Kampus Tegalboto UNEJ dengan panjang sekitar 1,6 kilometer. Dalam setiap sesi, kendaraan peserta harus menempuh enam putaran dengan total jarak sekitar 9,7 kilometer.

Ketua Panitia KMHE 2026, Fendi Setyawan, mengatakan seluruh kendaraan yang berlaga harus memenuhi regulasi teknis dan standar keselamatan sebelum diperbolehkan mengikuti perlombaan. Penilaian tidak hanya berfokus pada efisiensi konsumsi energi, tetapi juga memperhatikan inovasi dan capaian peserta.

KMHE 2026 sekaligus menjadi kali kedua UNEJ dipercaya sebagai tuan rumah secara berturut-turut. Penyelenggaraan tahun ini menjadi bagian dari upaya mendorong riset dan inovasi kendaraan hemat energi di lingkungan perguruan tinggi.

Kompetisi ini diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. KMHE sendiri merupakan kompetisi nasional tahunan yang sebelumnya dikenal sebagai Indonesia Energy Marathon Challenge (IEMC) pada 2012–2014.

Melalui KMHE, mahasiswa tidak hanya ditantang menghasilkan kendaraan yang hemat energi, tetapi juga mengubah hasil riset kampus menjadi karya teknologi yang dapat diuji secara langsung di lintasan.

Kayla Dikta Alifia

About Author

You may also like

Campuz Nasional

KPK Tinjau Ulang Kasus Pencucian Uang Setya Novanto Pasca Bebas Bersyarat

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini meminta perkembangan terbaru dari Bareskrim Polri terkait kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian
Campuz Dunia

Hamas Setujui Usulan Gencatan Senjata Gaza dan Pembebasan Sandera

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Hamas mengumumkan menerima usulan gencatan senjata Gaza selama 60 hari, yang mencakup pembebasan setengah dari sekitar 20