Campuz Headline

Dr Gio Fidelito, Peneliti Indonesia di University of Melbourne yang Fokus pada Metabolisme Kanker

Dr Gio Fidelito berhasil menjadi peneliti di kampus Australia tepatnya University of Melbourne.

Jakarta, TERITORIAL.COM – Dr Gio Fidelito meniti karier sebagai peneliti di University of Melbourne, Australia, setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di i3L University dan meraih gelar doktor di kampus yang sama pada 2024.

Setelah menyelesaikan PhD, Gio kini menjadi Postdoctoral Fellow di Laboratorium Metabolisme dan Diabetes, Departemen Anatomi dan Fisiologi, University of Melbourne, di bawah Prof Matthew Watt. Ia menjalankan penelitian yang berkaitan dengan metabolisme sel, penyakit metabolik, hingga metabolisme kanker.

“Setelah menyelesaikan PhD pada tahun 2024, kini saya dipercaya memimpin program penelitian yang sesuai dengan minat saya, sambil tetap aktif membantu proyek-proyek lain di laboratorium,” kata Gio dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/10/2026).

Laboratorium tempat Gio bekerja meneliti berbagai persoalan terkait metabolisme, termasuk resistensi insulin, obesitas, diabetes tipe 2, metabolisme lipid, serta perubahan metabolisme pada kanker prostat. Salah satu fokusnya adalah memahami bagaimana gangguan metabolisme terjadi dan bagaimana mekanisme tersebut dapat dimanfaatkan untuk menemukan target terapi baru.

Dalam risetnya, Gio menjalankan dua jalur penelitian. Pada penelitian dasar, ia mempelajari mekanisme molekuler yang mengatur metabolisme asam lemak di tingkat sel. Sementara dalam penelitian translasional, ia meneliti metabolisme kanker prostat, termasuk bagaimana sel kanker mengubah penggunaan zat gizi untuk mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidupnya.

Riset tersebut terus berkembang. Pada September 2026, Gio menjadi salah satu penulis penelitian yang dipublikasikan di jurnal Cell Death Discovery. Penelitian itu membahas perubahan metabolisme pada kanker prostat yang resisten terhadap enzalutamide dan mengidentifikasi sejumlah kerentanan metabolik yang berpotensi menjadi sasaran penelitian terapi.

Selain itu, Gio juga terlibat dalam penelitian mengenai metabolisme asam lemak. Pada September 2026, ia menjadi salah satu penulis artikel ilmiah yang membahas kemampuan sel saraf menggunakan asam lemak sebagai sumber energi alternatif. Penelitian tersebut dikerjakan bersama tim dari Departemen Anatomi dan Fisiologi University of Melbourne.

Ketertarikan pada Biologi Sejak SMA

Minat Gio terhadap biologi tumbuh sejak bersekolah di SMA Kolese Santo Yusup, Malang. Ketertarikannya semakin kuat setelah mengikuti kelas pengayaan biologi dan pelatihan biologi molekuler di Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya.

Setelah itu, Gio memilih melanjutkan pendidikan di i3L University. Ia awalnya mendaftar pada program studi Bioteknologi, tetapi kemudian memilih Biomedik setelah memahami lebih jauh bidang yang tersedia.

“Setelah memahami cakupan tiap jurusan, saya merasa Biomedik lebih cocok. Saya merasa lebih tertarik pada biologi molekuler di bidang kesehatan,” ujarnya.

Selama kuliah, Gio juga mendapat kesempatan melakukan penelitian di Soochow University, China, melalui program yang difasilitasi i3L. Ia menjalani kegiatan penelitian di laboratorium Prof Yufang Shi.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan akademiknya. Gio mengaku baru memahami seperti apa kehidupan seorang peneliti setelah mendapat pengalaman langsung di lingkungan akademik internasional. Data profil akademiknya juga mencatat pengalaman riset di Soochow University pada 2017, sebelum ia melanjutkan pengalaman penelitian di Duke-NUS Medical School, Singapura.

“Pengalaman di Tiongkok membuka mata saya tentang dunia penelitian, terutama di tingkat internasional. Sebelumnya, saya tidak benar-benar tahu apa yang dilakukan seorang peneliti atau seperti apa kesehariannya,” ungkapnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana pada 2019, Gio melanjutkan studi doktoral di University of Melbourne. Ia menjalani program PhD pada 2019-2024 dengan penelitian yang berfokus pada metabolisme lipid dan kanker prostat.

Dorong Mahasiswa Indonesia Berani Mengejar Riset Internasional

Pengalaman tersebut membuat Gio mendorong mahasiswa Indonesia untuk tidak ragu mencari kesempatan penelitian di luar negeri.

Menurut dia, mahasiswa tidak perlu menunggu sampai memiliki pengalaman yang panjang untuk mulai membangun jejaring akademik. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah menghubungi profesor atau peneliti yang bidang risetnya sesuai dengan minat.

“Jangan takut bermimpi. Terkadang kita merasa minder atau kurang mampu dibandingkan pelajar di luar negeri. Tapi percayalah, jika diberi kesempatan yang sama, kita juga mampu,” ucapnya.

Gio juga mengingatkan mahasiswa untuk memulai dari langkah kecil dan tidak terlalu memikirkan seberapa jauh pencapaian orang lain.

“Mulailah dari langkah yang kecil, misalnya memberanikan diri menghubungi atau mengirim email ke profesor yang penelitiannya kamu minati,” tandas Gio.

Kayla Dikta Alifia

About Author

You may also like

Campuz Nasional

KPK Tinjau Ulang Kasus Pencucian Uang Setya Novanto Pasca Bebas Bersyarat

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini meminta perkembangan terbaru dari Bareskrim Polri terkait kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian
Campuz Dunia

Hamas Setujui Usulan Gencatan Senjata Gaza dan Pembebasan Sandera

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Hamas mengumumkan menerima usulan gencatan senjata Gaza selama 60 hari, yang mencakup pembebasan setengah dari sekitar 20