Campuz Headline

Empat Tim Sekolah Binaan Astra Meraih Prestasi di FIKSI Nasional 2026

Carli Mayos Talan (kanan) dan Gabriella Gwuen Radjah (kiri) dari SMKN 1 Pandawai, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, memperkenalkan inovasi jaring ikan Net Green dalam pameran FIKSI Nasional 2026 di Bali, 15 Oktober 2026. Karya yang memanfaatkan pewarna alami daun jati ini berhasil meraih medali emas kategori Rencana Usaha, bidang Agribisnis, Agroteknologi, dan Kemaritiman.
Carli Mayos Talan (kanan) dan Gabriella Gwuen Radjah (kiri) dari SMKN 1 Pandawai, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, memperkenalkan inovasi jaring ikan Net Green dalam pameran FIKSI Nasional 2026 di Bali, 15 Oktober 2026. Karya yang memanfaatkan pewarna alami daun jati ini berhasil meraih medali emas kategori Rencana Usaha, bidang Agribisnis, Agroteknologi, dan Kemaritiman. (Foto: Teritorial)

BALI, Teritorial.com – Astra melalui Yayasan Astra – Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (Yayasan Astra – YPA MDR) mengantarkan lima tim sekolah binaan ke final Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) untuk tingkat SMA/K di Bali pada 12–17 Oktober 2026. Empat tim meraih medali, terdiri atas satu emas, dua perak, dan satu perunggu.

FIKSI merupakan ajang kompetisi tingkat nasional bagi siswa SMA/SMK untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan jiwa kewirausahaan melalui kategori Rencana Usaha dan Pengembangan Usaha. Ajang ini mendorong siswa mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai tambah sekaligus mengasah kemampuan menyusun strategi bisnis, bekerja sama, dan mempresentasikan gagasan yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Medali emas diraih Carli Mayos Talan dan Gabriella Gwuen Radjah dari SMKN 1 Pandawai, Nusa Tenggara Timur, melalui ‘Net Green’ pada kategori Rencana Usaha, bidang Agribisnis, Agroteknologi, dan Kemaritiman. Jaring ikan berwarna alami daun jati tersebut dirancang untuk berkamuflase di dalam air sehingga berpotensi meningkatkan hasil tangkapan nelayan.

Claudensius Bangun Syahputra (kanan) dan Ferdi Ahmad Farobbi (kiri) dari SMKN 1 Pandak, Bantul, D.I. Yogyakarta, memperkenalkan Bionusa Grow, pupuk inovatif berbahan limbah lokal, dalam pameran FIKSI Nasional 2026 di Bali, 15 Oktober 2026. Inovasi ini meraih medali perak kategori Pengembangan Usaha, bidang Agribisnis, Agroteknologi, dan Kemaritiman. (Foto: Teritorial)

Dua medali perak diraih Reno Hartanto Sudiwo dan Afinsa Oktafiani dari SMKN 1 Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, melalui ‘Biomolic’ pada kategori Rencana Usaha, serta Claudensius Bangun Syahputra dan Ferdi Ahmad Farobbi dari SMKN 1 Pandak, D.I. Yogyakarta, melalui ‘Bionusa Grow’ pada kategori Pengembangan Usaha. Keduanya berkompetisi dalam bidang Agribisnis, Agroteknologi, dan Kemaritiman. Biomolic merupakan cairan berbahan limbah rumah tangga yang berfungsi sebagai pupuk, pestisida alami, dan aktivator kompos. Bionusa Grow memanfaatkan limbah ikan, udang, dan eceng gondok menjadi pupuk 3 in 1 untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan memperbaiki kualitas tanah.

Medali perunggu diraih Febby Nisitrince Panggulili dan Jevincha Meiland De Queljoe dari SMKN 11 Seram Bagian Barat, Maluku, melalui ‘Sasagu’ pada kategori Rencana Usaha, bidang Kesehatan, Kecantikan, dan Perawatan Diri. Inovasi ini mengolah limbah sagu menjadi briket penyerap bau dan kelembapan untuk sepatu, tas, serta helm.

Tim finalis lainnya, Liana Christine Tamelan dan Nova Aranci Mbate dari SMAN 1 Rote Barat, Nusa Tenggara Timur, memperkenalkan ‘Spiduks’, spidol berbahan daun kusambi pada kategori Rencana Usaha, bidang Agribisnis, Agroteknologi, dan Kemaritiman. Produk ini dikembangkan sebagai alternatif pemanfaatan bahan lokal untuk menghadapi kendala distribusi logistik di Rote Ndao.

Ketua Pengurus Yayasan Astra – YPA MDR, Gunawan Salim, menyampaikan, “Kami bangga melihat semangat dan keberanian para siswa dalam mengembangkan ide-ide kreatif hingga mampu meraih prestasi di tingkat nasional. Di balik pencapaian ini, ada proses belajar, kerja keras, serta dukungan para guru dan pembimbing yang terus mendampingi mereka. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi para siswa untuk terus berinovasi, percaya pada kemampuan diri, dan kelak mampu menciptakan peluang usaha yang bermanfaat bagi masyarakat.”

Pencapaian ini menunjukkan bahwa kreativitas dan potensi kewirausahaan siswa dari berbagai daerah mampu bersaing di tingkat nasional. Melalui karya yang memanfaatkan sumber daya lokal dan menawarkan solusi atas kebutuhan masyarakat, para siswa juga mengasah kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, serta mempresentasikan gagasan inovatif.

Prestasi ini sejalan dengan komitmen Yayasan Astra – YPA MDR dalam mendukung penguatan kompetensi dan kesiapan siswa menghadapi masa depan, termasuk melalui pengembangan kecakapan hidup dan semangat berwirausaha.

Kontributor

About Author

You may also like

Campuz Nasional

KPK Tinjau Ulang Kasus Pencucian Uang Setya Novanto Pasca Bebas Bersyarat

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini meminta perkembangan terbaru dari Bareskrim Polri terkait kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian
Campuz Dunia

Hamas Setujui Usulan Gencatan Senjata Gaza dan Pembebasan Sandera

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Hamas mengumumkan menerima usulan gencatan senjata Gaza selama 60 hari, yang mencakup pembebasan setengah dari sekitar 20