JAKARTA, TERITORIAL.COM – Di tengah kembali mencuatnya pembahasan mengenai organisasi alumni Trisakti, Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Trisakti (IKA USAKTI) periode 2025–2029, Tb. Robby Budiansyah, S.T., menegaskan arah organisasinya sebagai wadah pemersatu lulusan Universitas Trisakti.
Robby menyampaikan pernyataan tersebut dalam rangkaian pengukuhan kepengurusan baru IKA USAKTI pada September 2026. Dalam kesempatan itu, Robby mengusung semangat “We Are One”. Ia ingin semangat tersebut memperkuat konsolidasi alumni. Selain itu, ia mendorong alumni untuk memperluas kontribusi bagi almamater dan bangsa.
IKA USAKTI Perkuat Persatuan Alumni
Dengan semangat “Kita Satu, Kita Kuat, Kita Harus Berdampak”, Robby menekankan pengukuhan kepengurusan bukan sekadar pergantian struktur organisasi, tetapi menjadi momentum untuk kembali mempererat jejaring alumni Universitas Trisakti.
“Hari ini kita tidak hanya melantik pengurus. Kita sedang merajut kembali kekuatan besar Alumni Universitas Trisakti. Kita satu, kita kuat, dan kita harus berdampak,” tegas Robby.
Semangat ini menjadi pijakan IKA USAKTI untuk membangun organisasi yang solid, adaptif, dan berintegritas sekaligus memperluas kontribusi alumni. IKA USAKTI merupakan organisasi Ikatan Keluarga Alumni yang diakui sebagai wadah alumni resmi Universitas Trisakti berdasarkan Pasal 44 ayat 4 Peraturan Yayasan Trisakti no.B/43/YTSN/2023 TAHUN 2023 tentang Statuta Universitas Trisakti.
Organisasi IKA USAKTI memiliki anggota dari seluruh alumni yang lulus dari Universitas Trisakti, meliputi tingkat Pendidikan Diploma, Sarjana, Magister, dan Doctoral, dan sifat keanggotaannya adalah wajib dan otomatis berdasarkan Statuta Universitas Trisakti.
Sejarah Panjang IKA USAKTI
IKA USAKTI juga memiliki sejarah panjang dalam pembentukannya. Proses tersebut berawal dari tiga kali pertemuan yang diprakarsai Pembantu Rektor III, Drs. Ostenrik Tjitrosoenarjo.
Pertemuan itu melibatkan sejumlah alumni yang mewakili berbagai fakultas. Di antaranya, Hadi Achmadi, S.H. dan Endar Pulungan, S.H. mewakili FH-PM.
Kemudian, Ir. Adriansyah Noor dan Ir. Isamoe Prasodyo mewakili FALTL. Sementara itu, dr. M. Sugiarto Djojoiswanto mewakili FK dan drg. Tritana GJ mewakili FKG.
Perwakilan lainnya meliputi Ir. Drs. Justian Suhandinata dari FTI-Mesin dan Ir. Samuel H. Tirtomonardjo dari FTI-Elektro.
Selanjutnya, Ir. Jimmy S. Juwana mewakili FTSP-Sipil. Ir. Bambang Sutrisno mewakili FTSP-Arsitektur. Drs. Bambang Sulistiono mewakili FTSP-Seni Rupa. Adapun Johan Tampubolon, S.E. mewakili FE-Akuntansi.
Dari rangkaian pertemuan tersebut, para alumni menyepakati pembentukan organisasi Ikatan Alumni Universitas Trisakti.
Pernyataan bersama itu lahir pada 18 Januari 1985. Selanjutnya, Rektor Universitas Trisakti mengukuhkannya melalui Surat Keputusan Nomor 009/USAKTI/SKR/1/1985 pada 31 Januari 1985.
Dengan keputusan tersebut, IKA USAKTI resmi berdiri sebagai organisasi yang menaungi alumni Universitas Trisakti dari berbagai disiplin ilmu
Empat Pilar Strategis IKA USAKTI
Untuk menjalankan arah organisasi, IKA USAKTI menetapkan empat pilar strategis.
Pertama, loyalitas dan kecintaan terhadap almamater, yang diarahkan untuk menjaga nama baik Universitas Trisakti sekaligus memperkuat ikatan emosional alumni dengan kampus.
Kedua, sinergi tanpa batas, dengan mengembangkan potensi alumni menjadi kekuatan kolaborasi di bidang profesional, bisnis, dan berbagai bidang lainnya.
Ketiga, inovasi dan adaptasi. Robby menilai perubahan berlangsung cepat sehingga organisasi alumni perlu mampu bergerak secara modern dan tangkas.
Keempat, kontribusi nasional, dengan menempatkan alumni sebagai bagian dari kekuatan yang dapat memberikan dampak bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
Fokus pada Konsolidasi Alumni
Dalam visi kepengurusan 2025–2029, IKA USAKTI menempatkan hubungan antarlulusan sebagai agenda utama.
Untuk mewujudkannya, organisasi merumuskan sejumlah misi. Misi tersebut mencakup penguatan ikatan emosional alumni dan pembangunan pusat kolaborasi yang inklusif.
Selain itu, IKA USAKTI ingin mengembangkan tata kelola organisasi yang modern. Organisasi juga mendorong alumni untuk memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.
Dengan tagline “Semakin Erat, Semakin Kuat”, Robby mengajak seluruh alumni mengambil bagian dalam agenda IKA USAKTI. Ia juga mendorong alumni memperkuat hubungan dengan almamater.
Dari Alumni untuk Indonesia
Bagi Robby, organisasi alumni bukan sekadar ruang silaturahmi. Lebih dari itu, jejaring alumni dapat menjadi kekuatan untuk menghasilkan kontribusi nyata.
Karena itu, ia mendorong alumni Universitas Trisakti untuk hadir melalui berbagai bidang. Di antaranya melalui jejaring profesional, kolaborasi, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Mari kita buktikan bahwa alumni Universitas Trisakti hadir untuk almamater, untuk masyarakat, dan untuk Indonesia,” pungkas Robby.
Pernyataan Robby tersebut menjadi gambaran arah IKA USAKTI di bawah kepengurusan 2025–2029: memperkuat konsolidasi internal sekaligus memperluas peran alumni di tengah masyarakat dan pembangunan nasional.

