Dunia Headline

AS Ajukan Gencatan Senjata, Iran Langsung Menolak

TERITORIAL.COM, JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump dikabarkan telah menawarkan rencana penghentian konflik kepada Iran melalui sebuah proposal yang memuat 15 poin. Upaya ini dilakukan sebagai langkah untuk meredakan ketegangan yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.

Informasi mengenai inisiatif tersebut pertama kali diungkap oleh media Amerika Serikat, The New York Times (NYT), yang mengutip sumber pejabat pemerintahan setempat. Proposal itu disebut telah dikirimkan kepada pihak Teheran melalui Pakistan yang berperan sebagai mediator dalam komunikasi kedua negara.

Dalam laporan tersebut, Pakistan bahkan disebut siap memfasilitasi perundingan lanjutan antara Washington dan Teheran apabila kedua pihak bersedia duduk bersama untuk mencari solusi damai. Namun hingga kini, rincian lengkap dari 15 poin yang diajukan masih belum dipublikasikan secara terbuka.

Isi Awal Proposal dan Respons Israel

Beberapa poin utama dari rencana tersebut sempat diungkap oleh media lain, termasuk usulan penghentian sementara konflik selama satu bulan. Masa ini akan dimanfaatkan untuk membahas kesepakatan yang lebih komprehensif antara kedua pihak.

Selain itu, proposal tersebut juga mencakup sejumlah isu krusial seperti penghentian program nuklir Iran, pengurangan dukungan terhadap kelompok militan di kawasan, serta pembukaan kembali jalur penting perdagangan global di Selat Hormuz.

Meski demikian, belum ada kejelasan apakah Israel mendukung langkah yang diambil Amerika Serikat tersebut. Pemerintah Israel sendiri belum memberikan pernyataan resmi, sementara sejumlah pejabatnya dilaporkan terkejut dengan pendekatan diplomatik yang ditawarkan Washington.

Di sisi lain, Gedung Putih juga belum memberikan tanggapan langsung terkait laporan yang beredar. Namun sebelumnya, Donald Trump sempat menyampaikan bahwa pihaknya telah mencapai kemajuan dalam proses negosiasi dengan Iran untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir.

Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran AS

Alih-alih menyambut baik tawaran tersebut, pemerintah Iran justru memberikan respons keras. Melalui pernyataan resmi militer, Iran menilai bahwa langkah Amerika Serikat tidak mencerminkan keseriusan dalam mencari solusi damai.

Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, menyampaikan kritik tajam terhadap upaya Washington. Ia bahkan menyebut bahwa Amerika Serikat seolah hanya berbicara dengan dirinya sendiri dalam proses tersebut.

“Kekuatan strategis yang dulu Anda bicarakan, telah berubah menjadi kegagalan strategis,” kata Zolfaghari dalam pernyataannya yang ditujukan kepada AS.

“Negara yang mengklaim sebagai negara adidaya global pasti sudah keluar dari kekacauan ini jika memang mampu. Jangan menyamarkan kekalahan Anda sebagai kesepakatan. Era janji-janji kosong Anda telah berakhir,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia juga menyindir kondisi internal Amerika Serikat.

“Apakah konflik internal Anda telah mencapai titik di mana Anda bernegosiasi dengan diri Anda sendiri?”

Penolakan tersebut ditegaskan kembali melalui pernyataan keras yang menunjukkan sikap Iran yang tidak berubah sejak awal konflik.

“Kata pertama dan terakhir kami masih sama sejak hari pertama, dan akan tetap seperti itu: Orang seperti kami tidak akan pernah berdamai dengan orang seperti Anda. Tidak sekarang, tidak akan pernah,” tegasnya.

Rizki Aminulloh

About Author

You may also like

Dunia

Menteri pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat kembali bertemu

Jakarta teritorial.com – Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, kembali bertemu dengan koleganya, Menteri Pertahanan Amerikat Serikat, James Mattis, di akhir acara
Dunia

Arab Saudi Gagalkan Serangan Rudal yang Targetkan Bandara

Jakarta territorial.com- Pasukan pertahanan Arab Saudi berhasil menggagalkan serangan rudal yang diluncurkan dari wilayah konflik di Yaman, Sabtu (4/11/2017) malam