Insiden bermula ketika seorang pria yang diduga membawa senjata api menunjukkan perilaku mencurigakan di sekitar perimeter keamanan Gedung Putih. Petugas Secret Service yang sedang melakukan patroli rutin, termasuk yang berpakaian sipil, lebih dulu mendeteksi keberadaan orang tersebut.
Menurut keterangan resmi, kejadian penembakan terjadi sekitar pukul 15.30 waktu setempat di persimpangan 15th Street SW dan Independence Avenue SW. Saat aparat mendekati pelaku untuk pemeriksaan lebih lanjut, situasi berubah menjadi berbahaya karena pria tersebut justru berusaha kabur sambil melepaskan tembakan ke arah petugas. Kondisi itu memicu baku tembak singkat di lokasi.
Respons Cepat Aparat dan Situasi Evakuasi
Wakil Direktur Secret Service, Matthew C. Quinn, menjelaskan bahwa pengawasan di sekitar Gedung Putih dilakukan tanpa henti selama 24 jam. Dalam keterangannya, ia mengatakan:
“Aparat kami berpakaian sipil, yang rutin berpatroli di perimeter kompleks Gedung Putih, mengidentifikasi ada seseorang mencurigakan yang diduga membawa senjata api,” ujar Matthew C. Quinn, dalam konferensi pers, dikutip Washington Post, Selasa (5/5/2026).
Ia juga menegaskan bahwa pengamanan di kawasan tersebut bersifat permanen dan terus berjalan. “Kami sedang berpatroli di area ini, dan di setiap lokasi yang kami jaga, 24/7, tanpa henti,” kata Quinn.
Dalam kejadian tersebut, aparat berhasil melumpuhkan pelaku yang kemudian segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Di tengah kekacauan singkat itu, seorang saksi mata yang masih berusia 21 tahun bersama ibunya sempat berada dekat lokasi dan melihat langsung iring-iringan kendaraan Wakil Presiden JD Vance melintas sebelum tembakan terdengar.
Ryan Naef (21) dan ibunya, Amanda Naef (47), yang sedang berkunjung dari Vermont, sedang mengambil foto di dekat Gedung Putih ketika mereka melihat iring-iringan mobil Vance melintas.
Kemudian terdengar lima atau enam tembakan, kata Ryan Naef. “Semua petugas, semua mobil di area itu langsung melaju ke arah sana,” katanya.“Kami benar-benar bingung,” imbuhnya.
Akibat situasi tersebut, sejumlah jurnalis dan staf media yang berada di area Gedung Putih juga dievakuasi sementara ke ruang konferensi pers demi alasan keamanan.
Penyelidikan dan Kondisi Terkini
Pihak Secret Service menegaskan bahwa tidak ada indikasi awal yang menunjukkan konvoi Wakil Presiden JD Vance menjadi target utama dalam insiden ini. Namun, penyelidikan masih terus dilakukan, termasuk kemungkinan adanya keterkaitan dengan ancaman lain terhadap Presiden Donald Trump.
Hingga kini, motif pelaku masih belum dapat dipastikan. Aparat Kepolisian Metropolitan Washington DC (MPD) bersama Secret Service terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap latar belakang kejadian tersebut.
Meski sempat terjadi kepanikan dan penutupan akses sementara, situasi di sekitar Gedung Putih kini telah kembali terkendali. Aparat memastikan keamanan di kawasan tersebut tetap diperketat, mengingat meningkatnya kewaspadaan setelah beberapa insiden keamanan sebelumnya di wilayah Washington DC.

