Jamsyar Masuk Sepuluh Entitas Syariah Dengan Aset Lebih Dari Rp1 Triliun

0

Jakarta, Teritorial.Com – Tahun 2019 menjadi tahun momentum yang sangat menentukan bagi pertumbuhan aset Jamsyar yang tumbuh hingga 41,92% dari tahun sebelumnya. Menurut Publikasi Laporan Keuangan Audited 2019 Pertumbuhan tersebut dikarenakan adanya setoran modal dari pemegang saham yang terealisasi di tahun 2019 sebesar Rp. 175 milyar dan penerimaan Imbal Jasa Kafalah sebesar Rp. 295,32 milyar.

Dalam Pres Conference Laporan Keuangan Audited Tahun 2019 PT. Jamkrido Syariah, Direktur Utama PT JamSyar Gatot Suprabowo kepada awak media menjelaskan bahwa penambahan tersebut mengakibatkan pertumbuhan dana kelolaan Jamsyar, dimana pada periode tersebut ditempatkan pada instrumen investasi yang berupa Deposito dan SBSN (Surat Berharga Syariah Negara). Nilai deposito dan SBSN di akhir tahun 2019 masing-masing sebesar Rp 495,24 milyar dan Rp 163,65 milyar.

“Jamsyar berhasil menjadi salah satu dari 10 entitas syariah dengan asset bernilai diatas Rp 1 triliun. Berdasarkan laporan keuangan akhir 2019, jumlah aset Jamsyar mencapai Rp1,059 triliun atau tumbuh 41,92 persen dibanding tahun sebelumnya Rp746 miliar. Sedangkan pertumbuhan asset dikarenakan adanya setoran modal dari pemegang saham yang terealisasi di tahun 2019 sebesar Rp175 miliar dan penerimaan Imbal Jasa Kafalah sebesar Rp295,32 miliar,” Jelas Dirut JamSyar.

Komposisi tersebut ditetapkan untuk mencapai target pendapatan investasi dan memenuhi kebutuhan likuiditas terkait pembayaran kewajiban perusahaan. Di samping itu, komponen asset lain yang cukup signifikan adalah Biaya Dibayar di Muka dan Aset Lain-Lain. Biaya Dibayar di Muka tersebut sebagian besar merupakan biaya penjaminan ulang / re-asuransi atas penjaminan yang belum jatuh tempo dan belum diakui sebagai biaya pada komponen laba (rugi).

Di sisi liabilitas, komponen liabilitas terbesar adalah Pendapatan Ditangguhkan, yaitu sebesar Rp 448, 83 milyar. Pendapatan Ditangguhkan tersebut tumbuh sebesar 24,14% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Hal ini menunjukkan bisnis penjaminan Jamsyar di tahun 2019 mengalami pertumbuhan dibanding tahun sebelumnya dan terdapat penjaminan berjangka waktu lebih dari satu tahun,” lanjut Gatot.

Dari sisi cadangan klaim kata Gatoto, juga peningkatan sebesar 32,92% dari tahun sebelumnya. Cadangan klaim tersebut ditingkatkan untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan biaya klaim di masa yang akan datang. “Penambahan tersebut mengakibatkan pertumbuhan dana kelolaan Jamsyar, dimana pada periode tersebut ditempatkan pada instrumen investasi yang berupa Deposito dan SBSN (Surat Berharga Syariah Negara),” kata Gatot, didampingi Direktur Keuangan, SDM dan Umum, Endang Sri Winarni, Selasa (25/2/2020).

“Sedangkan bicara ekuitas, JamSyar mengalami pertumbuhan sebesar 63,80% dari tahun sebelumnya. Selain karena adanya penambahan modal, pertumbuhan ekuitas juga disebabkan oleh adanya kenaikan cadangan umum dan saldo laba dari laba tahun 2019. Laba tahun berjalan Jamsyar pada tahun buku 2019 adalah sebesar Rp 36,57 milyar atau tumbuh sebesar 62,25% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba tersebut didukung oleh pertumbuhan pendapatan penjaminan dan pendapatan investasi masing-masing sebesar 42,93% dan 82,54%,” Ujar Endang Sri Winarni.

Strategi 2020 JamSyar “Progresif”

Dari uraian tersebut di atas, kinerja keuangan Jamsyar cukup cemerlang hal ini menambah optimisme untuk meraih sukses yang lebih gemilang di tahun 2020. Untuk mencapai target tahun 2020 yang cukup menantang, Jamsyar menerapkan strategi “Peningkatan Profitabilitas Melalui Perkuatan Teknologi Informasi & SDM Unggul”. Perkuatan Teknologi Informasi dilakukan dengan perluasan penjaminan online. Penjaminan online pada tahun sebelumnya baru dilakukan untuk produk Penjaminan FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) dan Penjaminan KUR iB (Kredit Usaha Rakyat Syariah).

Pada tahun 2020, penjaminan online akan dilakukan untuk seluruh produk Jamsyar. Di samping dari sisi perluasan penjaminan online, peningkatan pemanfaatan Teknologi Informasi untuk memperkuat daya saing bisnis adalah dengan melakukan pengembangan aplikasi e-klaim. Aplikasi e-klaim yang diintegrasikan dengan aplikasi penjaminan memungkinkan mitra penerima jaminan untuk lebih mudah dalam mengajukan klaim penjaminan. Dari sisi internal, untuk mendukung peningkatan TI tersebut, maka Jamsyar juga akan memperkuat data center dan Infrastruktur Jaringan.

Di samping peningkatan TI untuk meningkatkan kualitas layanan penjaminan, peningkatan TI juga dilakukan untuk meningkatkan efisiensi proses di support system. Pengembangan aplikasi untuk support system yang dilakukan di tahun 2020 adalah pengembangan aplikasi pengelolaan dokumen, aplikasi pengelolaan asset dan inventaris perusahaan, serta aplikasi pengadaan barang/jasa berbasis online (e-procurement).

Di samping ketiga aplikasi tersebut, Jamsyar juga akan mengembangkan aplikasi investasi sehingga investasi dapat dievaluasi dengan lebih mudah. Pada akhirnya diharapkan pengelolaan investasi dapat menjadi lebih baik, dan dapat meningkatkan yield of investment. Selain itu, untuk memperkuat pengelolaan SDM, Jamsyar akan mengembangkan aplikasi penggajian, pelatihan dan penilaian kinerja.

Strategi dalam bidang bisnis yang diterapkan Jamsyar di tahun 2020 adalah perluasan jaringan pemasaran dan penambahan mitra Penerima Jaminan untuk produk penjaminan eksisting. Jaringan pemasaran diperluas dengan meningkatkan status Kantor Unit Pelayanan (KUP) menjadi Kantor Cabang, membuka Kantor Unit Pelayanan baru, dan Kantor Pemasaran (KP) serta membuka Kantor Cabang Utama (KCU) di Jakarta.

Di tahun 2020, produk baru yang akan dilaunching adalah produk penjaminan LC (Letter of Credit) dan SKBDN (Surat Kredit Berdokmen Dalam Negri). Penjaminan tersebut ditujukan untuk mendukung kegiatan perdagangan baik dalam maupun luar negri, sehingga peran Jamsyar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi menjadi semakin besar. Produk lainnya adalah penjaminan pembiayaan Fintech atau yang lebih dikenal dengan nama Peer to Peer Lending.

Strategi dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) pada tahun 2020 dilakukan dengan membentuk struktur organisasi baru untuk meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh stakeholder Jamsyar. Dalam struktur organisasi baru tersebut, terdapat beberapa perubahan penting, yaitu adanya unit kerja baru berupa Divisi Penunjang Bisnis, Bagian Jaringan dan Layanan Pengaduan, serta adanya pemisahan fungsi manajemen risiko dari Direktorat Operasional.

Share.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: