Pilih Alat Masak Marble Bebas dari Bahan Kimia Berbahaya dan Tidak Mudah Tergores

0

JAKARTA, Teritorial.com – Peralatan masak yang dilapisi bahan marble menjadi populer beberapa tahun terakhir di masyarakat. Hal ini dibarengi meningkatnya kesadaran akan risiko kesehatan terkait lapisan anti-lengket berbahaya pada kebanyakan peralatan masak.

Peralatan masak marble tidak mudah lengket dan dianggap lebih aman dibandingkan peralatan masak anti lengket yang terbuat dari bahan kimia lainnya. Lapisan marble bisa awet karena tidak mudah tergores walaupun memasak menggunakan sodet atau sendok yang terbuat dari logam.

Selain itu, peralatan masak yang dilapisi bahan marble juga dapat menghemat penggunaan gas, lantaran permukaannya lebih cepat menerima panas. “Produk Marble Series ini anti lengket dan ketebalannya 3 mm. Sudah aman bagi kesehatan karena merupakan produk food grade, artinya bahan yang digunakan tidak mentransfer zat-zat berbahaya ke dalam masakan yang akan dikonsumsi,” klaim Iwan, owner Abadi Logam penyedia berbagai jenis alat masak berlapis bahan marble.

Maka dari itu, kata dia, alat masak berlapis bahan marble merupakan solusi yang tepat untuk mengganti alat masak antilengket yang masih Anda gunakan sampai saat ini. Untuk mendapatkannya, produk peralatan masak yang dilapisi bahan marble sudah dapat ditemukan di banyak toko.

Tetapi karena situasi pandemi, tentunya masyarakat merasa waswas keluar rumah untuk mengunjungi toko secara langsung. Karena itu, kini peminatnta dapat membelinya secara online.

Tak terkecuali Abadi Logam, toko ini merupakan distributor produk Cypruz, Kitchen House, Suwon, dan Jeju. Produk unggulannya ialah Cypruz Marble Series. Awal berdiri pada 2020 di Mall Ambassaddor.Kini Abadi logam beradaptasi dengan tuntutan zaman dengan merambah sistem pemasarannya ke online. Saat ini Abadi Logam sudah ada di berbagai marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, Bukalapak dan situs web resmi serta Instagram perusahaan.

Kemudahan belanja online yang ditawarkan berbuah hasil. Abadi Logam berhasil menaikan omzetnya di masa pandemik. “Jika dibandingkan penjualan online dengan offline, online jauh lebih besar, yakni perbandingannya hingga 5:1,” sebutnya.

Share.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: