Jakarta,Teritorial.com – Pengusulan pagu anggaran TNI sebesar Rp 107 triliun dipastikan sudah final. Sekreteris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Marsekal Madya TNI Hadiyan Sumintaatmadja mengatakan, pagu anggaran TNI yang diperuntukan untuk semua kebutuhan mereka sudah final.
Meski dalam presentasi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto ada beberapa anggaran belum dimasukan dalam pagu anggaran secara keseluruhan, Sekjen Menhan memastikan hal tersebut sudah dirincihkan secara keseluruhan oleh Panglima TNI.
“Yang jelas 100 persen itu Rp 107 triliun sekian sudah dibagi secara propesional. Penentuan Mabes TNI berapa, TNI Angkatan Darat berapa, Angkatan Udara berapa, sudah dijabarkan,” kata Sekjen Menhan kepada awak media, Rabu (5/9).
Dikatakan Hadiyan, meski pagu anggaran TNI sudah final, namun anggaran untuk Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) belum diputuskan, karena harus menunggu Keputusan Presiden (Kepres) tentang apa saja yang dibutuhkan oleh Koopssusbag.
Anda lelah dengan berolahraga yang teratur namun tidak mendapatkan hasil sesuai dengan yang diinginkan?
Ahli bedah pun kaget! Ibu 54 tahun terlihat lebih muda dari pacar
“Jadi ada persentasinya semua. Sementara ini Koopsusbag belum karena itu nunggu Kepres dulu. Kepres
Itu masih dibicarakan dulu, kita masih rancang dulu prosesnya dengan Mabes TNI, apa kira-kira pengadaan untuk Koopsus itu,” ucapnya.
Karena belum ada Kepres soal anggaran Koopsusbag, Hadiyan menuturkan bahwa pengusulan Panglima TNI itu akan dimintai rincian pengeluaran dari Menteri Keuangan terkait penggangaran dan oengelolaan organisasi yang maksudnya Panglima TNI di kawasan Timur Indonesia.
“Kepresya belum ada ya. Jadi anggaran Rp 1,5 triliun yang disampaikan Panglima itu akan dimintai perencanaannya. Kemenkeu pasti akan menanyakan dasar pengeluaran itu soal apa penganggaran uang itu dan organisasi itu dasarnya apa,” jelasnya.
Diketahui, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengusulkan agar Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,5 triliun kepada Koopsusbag.