KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa Kirim 20 Prajurit Kopassus ke Korsel

0

JAKARTA, Teritorial.com – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengirim 20 prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) untuk berlatih di Incheon, Korea Selatan. Latihan bersama dilakukan dengan pasukan khusus Korsel selama 12 hari.

Menurut Andika, mereka sudah berangkat menuju Negeri Ginseng pada 30 Mei 2021 lalu. Namun, ia baru menyampaikan ke publik pada Senin, 14 Juni 2021.

Sebelum berangkat, Andika sempat memberikan arahan kepada 20 pasukan Kopassus tersebut di ruang kerjanya. Dalam arahannya, Andika berpesan agar mereka tidak sekedar fokus kepada materi-materi latihan yang diberikan. Tapi juga fokus membangun komunikasi yang baik agar terjalin persahabatan antar sesama prajurit.

“Tugas dari saya justru adalah persahabatan. Itu saja titipan ya ke Mas Hasan (Danjen Kopassus). Jaga kehormatan kita, kita membawa nama negara. Selamat jalan, selamat bertugas,” kata Andika seperti dikutip dari YouTube TNI AD, Selasa (15/6/ 2021).

Lalu, apa saja materi latihan bersama Kopassus dan pasukan khusus Korsel?

1. Kopassus RI akan berlatih dengan pasukan khusus Korsel, 707th Special Missions Battalion

Menurut informasi, pasukan Kopassus berlatih dengan pasukan khusus Korsel bernama 707th Special Missions Battalion (SMB). Pasukan itu dibentuk untuk memerang aksi teror.

Demo latihan pasukan SMB pernah dipertontonkan ketika Megawati yang masih menjabat sebagai presiden berkunjung ke Korsel pada 2003 lalu. Pasukan khusus dilatih untuk dapat membebaskan para sandera. Kemunculan pasukan khusus 707th SMB dibentuk karena merasa khawatir insiden Olimpiade Munich, Jerman pada 1972 bisa terulang.

Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Mohamad Hasan ikut mendampingi 20 pasukan khusus itu ke Korsel. Ia berharap semua prajurit bisa menjalankan latihan bersama dengan baik.

“Saya berharap seluruh anggota Kopassus bisa melaksanakan kegiatan sebaik-baiknya dan dapat menjabatkan perintah dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat dan mampu melaksanakan semua materi pelatihan. Saya juga berharap mereka bisa kembali ke Indonesia dalam kondisi sehat dan membawa segudang pengalaman,” tutur Hasan.

2. Korea Selatan rutin memperkuat pertahanannya karena sewaktu-waktu bisa berperang dengan Korut

Salah satu negara yang kerap meningkatkan pertahanannya adalah Korea Selatan. Hal itu tidak heran karena pada kenyataannya Negeri Ginseng bisa berperang sewaktu-waktu dengan negara tetangganya, Korea Utara. Sebab, saat ini belum ada perjanjian damai hitam di atas putih yang disepakati oleh kedua negara.

Harian Financial Times edisi Januari 2021 lalu melaporkan, Korsel bisa menikmati situasi damai selama 70 tahun terakhir lantaran turut dibantu oleh pasukan militer Amerika Serikat. Korsel selama ini menjadi sekutu Negeri Paman Sam di Asia selain Jepang.

Namun, menurut Presiden Moon Jae-In, saat ini sedang disiapkan reformasi militer di Korsel. Sebab, Moon berpikir Korsel harus siap membela kedaulatan negaranya sendiri tanpa disokong oleh militer AS.

Salah satu tujuan dari reformasi militer Korsel yakni mereka ingin secara cepat meningkatkan kecakapan teknologi angkatan bersenjata, sambil secara bersamaan mempersiapkan wajib militer yang jauh lebih sedikit. Hal itu salah satunya dipicu karena populasi Korsel semakin menua. Di sisi lain, tingkat kelahiran di Korsel tergolong rendah.

3. Kerja sama RI-Korsel sudah lama terjalin

Kedekatan Indonesia dan Korea Selatan sudah terjalin cukup lama. Untuk mempererat hubungan kedua negara, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pada April 2021 lalu memenuhi undangan untuk berkunjung ke Korsel.

Menhan Prabowo ketika itu bertemu dengan koleganya Menhan Suh Wook. Dalam pertemuan itu, Prabowo dan Suh juga membicarakan tentang beberapa hal strategis di bidang pertahanan dan keamanan, di antaranya pertukaran pandangan keamanan regional dan kerja sama bilateral.

Diskusi tentang topik tersebut telah membuahkan sejumlah pembaruan informasi dan referensi. Kementerian Pertahanan Indonesia siap membangun hubungan kerja sama pertahanan yang lebih kuat dengan Korea Selatan. Prabowo pun berharap hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan di bidang pertahanan dapat memberikan kontribusi yang positif.

Share.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: