Telisik Peluang Andika, Agus Menuju KSAD

0

Jakarta, Teritorial.com – Tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/12/I/2018 tertanggal 4 Januari 2018, Mayjen Andika Perkasa dimutasi sebagai Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Dankodiklat) TNI AD. Pengangkatan Andika menempati jabatan bintang tiga menggantikan Letjen Agus Kriswanto yang dimutasi untuk menempati kabatan Pangkostrad.

Secara praktis jika Andika menduduki Dankodiklat, dan Agus Kriswanto sebagai Pangkostrad, ke duanya tentu berpeluang besar untuk menjadi KSAD selanjutnya menggantikan Jenderal TNI Mulyono yang sebentar lagi akan memasuki masa purnatugas di tahun 2018 ini. Menyandang bintang tiga di pundak merupakan prasayarat utama menduduki posisi KSAD.

Jika keduanya berpeluang, lalu siapakah yang menjadi calon terkuat KSAD, hingga saat ini masih merupakan misteri. Dilihat dari senioritas jelas Letjen Agus Kriswanto dengan jabatan barunya sebagai Pangkostrad yang merupakan lulusan Akmil 1984 lebih senior dibandingkan Andika yang merupakan Akmil 1987.

Namun yang harus dicermati selanjutnya adalah senioritas nampaknya tidak terlalu menjadi pertimbangan, utama lantaran Letjen Agus hanya terpaut satu tahun dibawah Jenderal Mulyono. Yang dikhawatirkan jika pengangkatan Letjen Agus Kriswanto nantinya terlalu dekat dengan masa purnatugas, terlebih Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto merupakan lulusan AAU 1986.

Kecenderungan bahwa angkatan yang lebih muda bisa jadi lebih berpeluang dimana hal tersebut telah menjadi tren yang berkembang di era pemerintahan Jokowi yang lebih cenderung memilih angkatan yang lebih muda untuk menjabat posisi strategis, sebagaimana pelantikan Jenderal Polisi Tito Karnavian menjabat sebagai Kapolri dan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai Panglima.

Jika mengikuti tren tersebut maka diprediksikan calon terkuat KSAD selanjutnya adalah Andika Perkasa yang merupakan lulusan Akmil 1987, dengan memulai karir menjadi infanteri di jajaran korps baret merah (Kopassus) Grup 2 /Para Komando dan Satuan-81 /Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus selama 12 tahun, dan setelah penugasan di Departemen Pertahanan dan Mabes TNI-AD kembali bertugas di Kopassus sebagai Komandan Batalyon 32/Apta Sandhi Prayuda Utama, Grup 3 /Sandhi Yudha.

Untuk posisi KSAD sendiri, perwira korps Komando baret merah, yang menduduki posisi KSAD terakhir adalah Pramono Edhi Wibowo (Akmil 1980). Hingga saat ini posisi jabatan KSAD terus diisi oleh baret hijau seperti Jenderal Mulyono, Jenderal Gatot Nurmantyo, hingga Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.

Dalam segi kultur khususnya di matra darat, setiap mutasi jabatan KSAD diharuskan selalu ada upaya menjaga keseimbangan jabatan strategis antara perwira yang berasal dari Baret Merah dan Baret Hijau. Dengan kenaikan pangkat bintang tiga untuk Mayjen Andika Perkasa saat ini tentunya membuka peluang kembali bagi Perwira asal Baret Merah untuk menduduki posisi sebagai KSAD. (SON)

Share.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: