TERITORIAL.COM, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPP DEM) sebagai langkah memperkuat kolaborasi dalam penyebaran informasi kepemiluan serta literasi demokrasi di Indonesia.
Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di ruang rapat utama lantai 2 Gedung KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu.
Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin mengatakan kolaborasi ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya KPU menjalin kerja sama formal dengan komunitas jurnalis yang secara khusus fokus meliput isu pemilu dan demokrasi.
“Ini mungkin pertama kali di kantor KPU, dukungan penyampaian informasi dari teman-teman Koalisi Pewarta Pemilu sangat luar biasa. Apa yang terjadi di KPU, gelas pecah saja bisa jadi berita, apalagi hal-hal yang lebih penting,” kata Afifuddin dalam sambutannya.
Afifuddin berharap kerja sama tersebut dapat memperkuat penyebarluasan informasi positif terkait pemilu dan pilkada, sekaligus menghadirkan pemberitaan yang lebih berimbang kepada publik.
Menurut dia, isu pemilu tidak hanya berkaitan dengan konflik atau polemik, tetapi juga banyak sisi positif yang patut diinformasikan kepada masyarakat.
“Kita berharap bukan hanya bad news is good news, tetapi good news is news. Berita baik tentang pemilu juga penting untuk disampaikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, MoU tersebut nantinya akan ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama teknis yang diharapkan mampu memperkuat dukungan komunikasi publik KPU.
Sementara itu, Ketua KPP DEM Achmad Satryo Yudhantoko menyebut penandatanganan MoU menjadi bentuk komitmen organisasinya untuk terus mengawal proses demokrasi dan penyelenggaraan pemilu di Indonesia.
“Kami Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi berusaha konsisten berkolaborasi dengan KPU RI untuk bersama-sama mengawal pesta demokrasi lima tahunan yang selalu menjadi perhatian masyarakat,” kata Satryo.
Ia juga mengapresiasi keterbukaan KPU selama ini dalam memberikan akses informasi kepada berbagai media, tanpa membedakan kategori atau skala media.
Menurut Satryo, ruang komunikasi yang terbuka tersebut menjadi modal penting dalam membangun ekosistem informasi kepemiluan yang sehat dan inklusif.
Melalui kerja sama ini, KPP DEM berharap kolaborasi dengan KPU dapat semakin luas dan berdampak pada peningkatan kualitas demokrasi Indonesia, termasuk memperbaiki indeks demokrasi di tingkat global.
“Harapan kami, kolaborasi yang sudah berjalan ini bisa menjadi lebih luas, lebih bermanfaat, dan bersama-sama memperbaiki indeks demokrasi Indonesia di mata dunia,” ujarnya.
Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia memperkuat langkah membangun demokrasi yang lebih terbuka dan informatif dengan menjalin kerja sama strategis bersama Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPP DEM). Kolaborasi tersebut ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Gedung KPU RI, Jakarta Pusat, Rabu.
Kerja sama ini dinilai menjadi tonggak penting dalam memperkuat literasi demokrasi nasional sekaligus memperluas penyebaran informasi kepemiluan yang akurat, edukatif, dan berimbang kepada masyarakat.
Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin mengatakan, kemitraan dengan komunitas jurnalis yang fokus pada isu pemilu dan demokrasi menjadi langkah baru dalam membangun komunikasi publik yang lebih kuat di tengah tingginya perhatian masyarakat terhadap proses demokrasi di Indonesia.
“Dukungan penyampaian informasi dari teman-teman Koalisi Pewarta Pemilu sangat luar biasa. Apa yang terjadi di KPU selalu menjadi perhatian publik,” ujar Afifuddin.
Menurutnya, pemberitaan mengenai pemilu tidak seharusnya hanya menonjolkan konflik dan polemik, tetapi juga menghadirkan berbagai sisi positif demokrasi yang dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu. “Kita berharap bukan hanya bad news is good news, tetapi good news is news.
Banyak hal positif dari pemilu yang juga penting diketahui masyarakat,” katanya.
Afifuddin menambahkan, nota kesepahaman tersebut akan ditindaklanjuti dengan kerja sama teknis untuk memperkuat strategi komunikasi publik KPU, termasuk edukasi kepemiluan dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam demokrasi.
Sementara itu, Ketua Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi Achmad Satryo Yudhantoko menegaskan, KPP DEM berkomitmen terus mengawal jalannya demokrasi melalui pemberitaan yang independen, kritis, dan konstruktif.
“Kami ingin memastikan proses demokrasi di Indonesia terus mendapat pengawalan informasi yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keterbukaan KPU RI terhadap seluruh media tanpa membedakan skala maupun platform media. Menurutnya, komunikasi yang terbuka menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem demokrasi yang inklusif dan terpercaya.
Melalui kolaborasi ini, KPU RI dan KPP DEM berharap kualitas demokrasi Indonesia semakin meningkat, sekaligus memperkuat citra demokrasi Indonesia di mata dunia.

